Senin, 02 Maret 2020
Didik riyanto - Bersepeda merupakan olahraga yang menyehatkan dan sangat menyenangkan
Nama Lengkap: Didik Riyanto
Nama panggilan: Kidid Prakoso
Pekerjaan: Dosen
Alamat: Janti Slahung Ponorogo
Nama klub atau Komunitas: Goweser UMPO (Goweser Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda:
Suka: bisa kumpul-kumpul sama teman-teman komunitas sepeda, bisa menjelajah daerah manapun sambil berwisata gratis, pengalaman menarik selama bergowes selalu mendapat pengalaman baru yang sangat menarik.
Duka: terjadi ban bocor saat gowes di hutan.
Erwan Bagus Pramana - Bersepeda bisa membuat pikiran fres, badan sehat, agenda tiap holiday
Nama panggilan: Kencuz
Alamat: Jalan Sukosari Demangan Siman Ponorogo
Nama klub atau Komunitas: DMC (Demangan Mountainbike Community)
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda:
Suka sampai tujuan yang ditempuh berkilo-kilo meter sesampainya di tujuan indah seneng bahagia karena kita bisa melihat indah ciptaan Allah, duka saat ban bocor dan tidak membawa serep (ban cadangan) ditengah perjalanan kembali pulang dan kedua kaki kram sebelum sampai tujuan.
Minggu, 01 Maret 2020
Safety Riding, Pentingkah?
Pada event-event gobar atau aktivitas-aktivitas bersepeda lainya sering kita lihat beberapa goweser yang kurang memperhatikan safety riding, safety riding bukan hanya menggunakan helm saat bersepeda tetapi ada point-point lainya.
Apakah safety Riding itu penting?, yah...tergantung individu (goweser) itu sendiri memahami dan kesadaran seberapa pentingnya safety riding, saya tidak akan memaksa menggiring opini untuk sepakat dengan saya, menurut saya "keselamatan (safety riding) adalah hal paling penting bagi siapa saja yang ingin berkendara terutama saat mengendarai sepeda"
Saya ambil dari sumber yang sudah saya cantumkan dibawah postingan, berikut ini poin poin sederhana untuk keselamatan saat bersepeda.
- Mematuhi semua peraturan lalu-lintas.
- Pastikan bahwa ukuran sepeda sesuai dengan pengendara, sehingga pengendara dapat menjangkau atau menguasai tuas rem sepeda dan stang sepeda dengan benar.
- Pastikan bahwa semua rem dan sepeda berkerja dengan layak atau sempurna.
- Selalu menggunakan lampu di malam hari dan memasang reflektor dengan benar.
- Jangan pernah dua orang mengendarai sepeda yang didesain hanya untuk satu orang (kecuali didesain khusus dan terpasang boncengan untuk anak).
- Jangan pernah berkendara sepeda dengan bertumpu pada kendaraan lain.
- Jangan Mengebut di kepadatan lalu-lintas.
- Waspalah pada mobil yang parkir (pintu dapat terbuka setiap saat) dan mobil yang masuk ke jalan.
- Gunakan tanda-tanda yang jelas ketika berbelok( saat ini sudah disediakan lampu sen kusus sepeda atau spion sepeda untuk kemanan saat bersepeda)
- Membawa muatan yang sewajarnya, jangan membawa muatan yang mengganggu pengereman dan penglihatan.
- Selalu gunakan helm.
- Apabila bersepeda dimedan atau area berat diajurkan menggunakan sepatu, sarung tangan,pelindung siku,lutut dan dada atau jaket khusus,
- Pastikan si Pengendara dalam kedaan sehat apabila kelelahan di anjurkan istirahat terlebih dahulu.
- Memakai bell sepeda serta botol dan persediaan air minum bila perjalanan jauh.
- Serta alat all Tool dan alat Komunikasi atau GPS bagi yang bersepeda daerah yang belum pernah dilalui.
Kehadiran peseda (olahraga) membuat jalan raya semakin ramai, bahkan bisa menjadi semrawut. Kesemrawutan itu terkadang disebabkan oleh pesepeda yang tidak mematuhi peratutan lalu lintas di jalan raya. Kondisi ini sebenarnya sangat membahayakan bagi pesepeda. Bagaimana cara aman bersepeda di jalan raya? Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan.
- Berpakaianlah dengan benar. Pakailah helm dan pakaian berwarna terang. Pada musim hujan, gunakan jas hujan yang tidak mengganggu kenyamanan, keseimbangan, dan kendali atas sepeda.
- Patuhi rambu dan peraturan lalu lintas. Tak ada bedanya dengan pengguna jalan yang lain, pesepeda mesti mematuhi rambu dan perturan lalu lintas. Jika kita sendiri tidak tertib, bagaimana kita bisa menuntut pengguna jalan lain untuk berperilaku tertib ?
- Jangan pernah bersepeda melawan arus jalan. Pengemudi kendaraan bermotor tak akan memperhatikan sepeda yang melaju di jalur jalan yang salah. Hukum dan akal sehat mengharuskan pesepeda menggunakan jalan seperti pengemudi kendaraan lainnya.
- Jangan memakai headphone (earphone) - pakailah helm, jangan menggunakan piranti headphone (dari walkman maupun handphone ). Menurut penelitian, telinga yang tertutup rapat bisa mengurangi kewaspadaan pesepeda terhadap keadaan sekelilingnya.
- Siapkan kedua tangan untuk mengerem. Anda mungkin tidak bisa langsung berhenti jika mengerem hanya dengan satu tangan. Jangan bersepeda terlalu dekat di belakang kendaraan lain, selalu siapkan jarak aman pengereman. Apalagi pada musim hujan karena rem selalu menurun efisiensinya manakala basah.
- Perhatikan jalan di samping dan belakang Anda. Belajarlah memindai keadaan jalan di samping dan di belakang Anda tanpa harus kehilangan keseimbangan dan kendali Anda pada sepeda.
- Jangan menyalip dari kiri. Pengemudi kendaraan bermotor biasanya tidak akan menduga kalau ada sepeda yang menyalip dari kiri, sehingga mereka juga tak siap dengan situasi terburuk yang muncul dari keadaan ini.
- Jangan melewati garis pembatas jalan. Ketika akan menyalip, pastikan Anda tidak melewati garis pembatas jalan. Demikan halnya manakala lalu lintas dalam keadaan padat.
- Gunakan lampu pada malam hari. Selain membantu Anda untuk melihat arah dan kondisi jalan, lampu membantu pengemudi kendaraan lain di depan untuk melihat keberadaan Anda. Tambahkan juga lampu di bagian belakang sepeda, atau sekurang-kurangnya reflektor.
- Gunakan tangan Anda untuk memberi tanda. Gunakan tangan untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lain tentang arah mana Anda akan melaju. Ini memang aturan tak tertulis bagi pengguna sepeda, tetapi penting bagi keamanan Anda sendiri.
- Rawat dan jagalah kondisi sepeda Anda- lakukan perawatan rutin sehingga sepeda Anda bisa berjalan dengan aman dan nyaman. Gantilah rem dan ban secara berkala. Merawat sepeda itu mudah, Anda bisa belajar dan melakukannya sendiri.
Apakah Safety Riding Itu ?
- Safety_Riding: Konsep yang menekankan kepada , mulai dari perlengkapan keamanan sampai persiapan terhadap kendaraannya.
- Defensive_Riding: Konsep bagaimana kita mempertahankan dan keselamatan kita saat berkendara.
- Smart_Riding: Konsep ini lebih menekankan pada kemampuan analisa bahaya, kemampuan membaca situasi kendaraan, dan mampu menerjemahkan aturan-aturan yang berlaku dijalan raya.
- Konsentrasi / Fokus: Adalah hal yang mutlak dilakukan saat anda berkendaraan, jangan sampai ada hal lain yang mempengaruhi pikiran anda saat berkendaraan karena hal ini dapat berakibat pada kecelakaan yang fatal apabila diabaikan.
Semoga bermanfaat
Sumber: https://www.facebook.com/notes/tantra-m-p/prosedur-keselamatan-bersepeda/558529660862289/
Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting
*) Bloger, Vloger, Goweser
Sabtu, 29 Februari 2020
Dwi Nurcahyani - Bersepedah dapat memperbaiki suasana hati dan dapat meningkatkan mood
Nama panggilan: Dwicahya
Akun sosial media: IG @dwiicahya90
Alamat: Jetis Ponorogo
Nama klub atau Komunitas: Googel MTB
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda:
Seperti pengalaman menarik gowes saya dibawah ini:
Minggu pagi yang cerah... Seperti biasa minggu pagi selalu berencana untuk gowes, waktu itu sudah janjian bersama teman-teman untuk gowes bareng, tujuan waduk Bendo Sawoo. Jam 06.00 sudah kumpul lalu berangkat gowes bersama lewat jalur Ngsinan - Mbibis - Berbo ke timur dan melewati tanjakan Sudirman kata teman-teman, tanjakannya mantap hehe. Ngak kuat ya nuntun hehe.
Setelah sampai tujuan waduk Bendo, disana istirahat dan memesan makanan dan kopi disalah satu warung yang ada disana sambil bercerita tantang tanjakan yamg dilalui tadi.
Sehabis itu semua sudah, kita semua kembali lewat jalan turus, turun dengan mulus dan menggembirakan. Saat itu saya sepedahan berjejer sama temen gowes, sambil berbincang-bincang kurang fokus, nah nggak taunya bruuukk... aku terjatuh penyebab jatuhnya karena senggolan setir sama temanku tadi. Celana bagian lutut robek dan lutut ku berdarah.
Itu semua tidak mengurangi rasa traumanku dalam bersepedah. Ya itu tadi sedikit cerita, pesan saya, selalu berhati-hati dalam bersepedah dan safety yang paling penting. Salam gowes !
Terimakasih
Sekilas tentang logo WPP atau Warok Pancal Pedal
Secara tidak langsung pesatnya perkembangan dunia persepedahan (sebut: goweser) memberikan nilai positif kepada masyarakat, baik secara ekonomi, sosial budanya dan politik. Sebagai contoh kecil secara ekonomi, banyak sekali, individu (masyarakat) selain sebagai goweser mereka juga sebagai penjual sepeda ataupun part-part dan asesoris sepeda, kalau dalam bahasa candaan teman-teman goweser, "Level karir tertinggi seorang goweser memang mbakul wal mblantik pit, tapi tidak semua bakul adalah goweser aktif" saya kutip dari tulisan Om Januaji (Sepeda Besi, Apa Istimewanya?), itu sebagai bukti secara tidak langsung memberikan nilai positif dalam bidang ekonomi dan banyak sekali contoh-contoh lainnya. Dari segi sosial, budanya dan politik tidak perlu saya sebutkan disini.
Saya akan sedikit memberikan penjelasan tentang logo Warok Pancal Pedal (WPP), banyak sekali mungkin dari teman-teman Goweser Ponorogo khususnya, yang belum mengetahui tentang apa itu logo WPP.
logo WPP pertama kali dibuat tahun 2016, ide pembuatan Logo Warok Pancal Pedal (WPP) adalah Om Udin pada rapat admin pembuatan jersey KSP 2016, akhirnya disepakati untuk dipasang pada Jersey KSP 2016 dan seterusnya bertujuan sebagai identitas Goweser (pesepeda) yang berasal dari kota Ponorogo. Logo WPP mulai terkenal pada Pomade #1 (Ponorogo MTB Adventure ke 1) 2017 salah satunya digunakan untuk kaos/jersey team leader.
logo Warok Pancal Pedal merupakan logo dari Komunitas Sepeda Ponorogo yang digunakan sebagai identitas goweser yang berasal dari Ponorogo, WPP bukan merupakan klub atau komunitas yang berdiri sendiri, logo ini didesain oleh Om Udin dan Om Ranggi.
Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting
*) Bloger, Vloger, Goweser
Jumat, 28 Februari 2020
Tatang Susilo - Bersepeda itu selain olahraga mengasikan, bisa menjangkau tempat-tempat yang indah dan mengesankan
Nama panggilan: Tatang
Alamat: Jalan Jawa Gang 1 Mangkujayan Ponorogo
Nama klub atau Komunitas: RCC dan RBC (Reog Cycling Community dan Reog Bike Community)
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda:
Bersepeda itu selain olahraga mengasikan, bisa menjangkau tempat tempat yg indah dan mengesankan yg tidak bisa dijangkau oleh kendaraan lain. Asyiknya bersepeda itu selain bercanda sama kawan-kawan menambah pengalaman lingkungan (alam sekitar) dan menambah banyak teman. Terkadang ada kendala seperti ban bocor ditengah tengah hutan dan lupa bawa peralatan, disitulah kita melatih kesabaran.
Rabu, 26 Februari 2020
Cinta yang terkontaminasi, gowes Benteng Van Den Bosh Ngawi ninggal janji
Tetap semangat..!
Menyusuri jalan berliku
Mencari belahan jiwa
Wahai belahan jiwaku
Aku pasti menemukanmu
Hangatnya mentari
Mengisi relung hatiku
Belahan jiwaku
Aku selalu merindukanmu
Kidung jomblowan "one for all"
Febri, Pipin, Aris, Kemad, Ilham
Benteng Pandem 2016
__________________________
komunitassepedaponorogo.com - Benteng Van Den Bosch terletak di Jalan Untung Suropati, Pelem, Kecamatan Ngawi, Jawa timur, lokasinya sangat strategis mudah dijangkau kendaraan dan termasuk jantung Kota, sekitar 1 Km ke arah timur laut dari kantor Pemerintahan Ngawi. Benteng Van Den Bosh oleh masyarakat sekitar lebih dikenal dengan nama Benteng Pendem karena bangunanya lebih rendah dari tanah sekelilingnya, Pendem (bahasa jawa) artinya terpendam.
Menurut beberapa sumber pada abad 19 sebelum Benteng ini dibangun merupakan pusat pertahanan Belanda pada perang Dipnegoro (1825-1830) dan menjadi pusat perdagangan Jawa Timur kala itu. Benteng Pendem dibangun pada tahun 1839-1845, dihuni oleh tentara Belanda 250 orang bersenjatakan bedil, 6 meriam api dan 60 orang kavaleri dipimpin oleh Johannes van den Bosch.
Kini Benteng Pendem dijadikan destinasi wisata sejarah dikunjungi wisatatawan lokal dan manca negara termasuk kami goweser tak mau ketinggalan juga untuk mengunjungi wisata sejarah ini.
Pada tanggal 15 Mei 2016, kami berlima Aris, Pipin, Ilham, Kemad dan saya sendiri (tukang cekrek) gowes ke Benteng Van Den Bosch Ngawi. Start dari Ponorogo jam 05:00 Wib finish jam 10:00 Wib, sekitar 60 km, lima jam perjalanan kami lalui dalam keceriaan, kebersamaan, persaudaraan dengan teman-teman, menikmati setiap kayuhan karena bukan target waktu yang kami kejar untuk sampai tujuan.
Sampailah dipintu gerbang masuk Benteng Pendem, Sebelum masuk lokasi kami harus membayar tiket, selelah masuk kami berkeliling melihat bangunan benteng yang memukau bangunnya khas bergaya Eropa dan Romawi lengkap dengan beberapa perlengkapan pertahanan.
Seperti biasa gowes tidak lengkap kalau tidak foto-foto, GCU (Gowes Cekrek Upload) itulah motto kami he he he. Menurut saya tempatnya cocok untuk hunting foto, banyak sekali view yang bisa kita jadikan latar belakang bernuansa klasik dan megah. Oh iya kami juga bersamaan dengan pengunjung lain yang lagi foto prewed, nah... ini yang bikin kami nyesek dan ambyar yah... kami kan jomblowan, apalagi itu si Aris yang gampang baperan bermuka melas sudah ngebet pengen nikah ngk kuat nahan nafsu katanya wkwkwkwkwk....
Seperti biasa gowes tidak lengkap kalau tidak foto-foto, GCU (Gowes Cekrek Upload) itulah motto kami he he he. Menurut saya tempatnya cocok untuk hunting foto, banyak sekali view yang bisa kita jadikan latar belakang bernuansa klasik dan megah. Oh iya kami juga bersamaan dengan pengunjung lain yang lagi foto prewed, nah... ini yang bikin kami nyesek dan ambyar yah... kami kan jomblowan, apalagi itu si Aris yang gampang baperan bermuka melas sudah ngebet pengen nikah ngk kuat nahan nafsu katanya wkwkwkwkwk....
Kami di Benteng Pendem cukup lama selain tempatnya sejuk, kita bisa ngasih makan burung merpati yang sengaja dipelihara, pokonya asik gaes... kalau nggak percaya kesini deh. Yang bikin menarik lagi kami bertemu wisatawan cewek-cewek cantik yang lagi duduk-duduk ditanah lapang dekat Benteng, dengan secepat kilat Aris langsung nyamperin... wah parah si Aris main tikung aja hadew..., tak mau kalah Kemad untuk menarik simpati, dengan sepeda exrada 5 menunjukan atraksinya eh... malah terjungkal dan menjadi ketawaan kami semua wkwkwk asik pokonya gokil gaes... he he he....
Akhirnya kami berkenalan bertukar nomor whasapp, alamat, bercanda, mengobrol kesana kemari sampai mendengar pengakuan masih jomblo dari mereka... wah semakin kami semangat untuk mendekati dan berkenalan lebih jauh, biasalah kami kan jomblowan akut, ups..."wah kesempatan neh... "mungkin ini jodoh saya" dalam hati. Sebelum berpisah kami foto-foto terlebih dahulu, syahdu gaes..., sebagai kenang-kenangan kami foto bersama dan berjanji suatu saat ketemuan lagi disini. Akhirnya kami berlima pulang kembali perjalanan ke Ponorogo dengan membawa harapan benih-benih cinta yang bersemi dan berkembang suatu saat "harapan kami kala itu". Aamiin.
Selalu ada cerita disetiap kayuhan, mana cerita Gowesmu Gaes... :D
Foto yang lain ada di : https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.829042157228494&type=3
Penulis Febrian Enggi | Editor Febrian Enggi, Pak Unting
Selasa, 25 Februari 2020
Anjas Isna Wahyudi - Bersepeda olahraga yang menyenangkan, menyehatkan dan bisa menjadi sarana bersillaturrahmi
Nama Lengkap: Anjas Isna Wahyudi
Nama panggilan: Pak Anjas
Pekerjaan: Mekanik
Alamat: Jetis Ponorogo
Nama klub atau Komunitas: Tenggara
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda:
Menurut saya bersepeda adalah salah satu kegiatan olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan dan menjadi salah satu sarana untuk bersillaturrahmi.
Pengalaman paling menarik adalah saat pertama kali mencari trek Gunung Gajah - Njoli waktu itu jalanya masih sangat sempit dan banyak ilalang yang hanya bisa dilalui untuk jalan kaki saja bagi para peladang di Desa setempat mulai dari jatuh dari sepeda, kesasar sampai kelaparan tapi kalau bersama teman-teman goweser yang lain, semua itu jadi terasa asik dan menjadi sebuah kenangan tersendiri buat kita. semoga dengan bersepeda bisa mempererat tali sillaturrahmi. Salam gowes.
Sepedah vintage yang selalu jadi primadona
komunitassepedaponorogo.com - Sepeda yang kita kenal ada beberapa jenis, ada DH, Am, Xc, Road bike atau mungkin ada beberapa jenis yang lainnya, saya akan sedikit bercerita khususnya aliran sepeda vintage atau sepeda jadul, yang jelas bukan aliran Sunda Empire yang baru saja heboh ya..hhhhhhhhh.
Ok.....sebenarnya apa sih sepedah vintage?, sepedah vintage ini dulunya bisa dibilang sepeda yang jaya pada masanya, vintage sendiri hanya sebutan pada era sekarang, dulu orang menyebutnya juga sepeda gunung seperti sekarang, karena ada banyak pilihan gear disepedanya, kalau di era sekarang yang paling banyak dipakai sepeda federal, yakni sepeda produksi dalam negeri yang sempat berjaya di Negeri sendiri, tapi tidak jarang temen-temen gowes dengan merek lain, ada Polygon, Miyata, Kuwahara atau merek lainnya.
Alasan mengapa di era sekarang masih saja diminati untuk diajak gowes, macam-macam alasan yang saya dengar dari sesama pecinta sepeda vintage (besi), ada yang bernostalgia karena dahulu waktu sekolah sepedanya sama, ada juga yang lebih memilih sepeda vintage karena lebih enteng dikayuh dijalan aspal dan masih banyak alasan kenapa mereka masih menyukainya.
Ohh iya... untuk di Ponorogo sendiri sudah ada beberapa orang yang penghobi sepeda vintage lebih khususnya dengan merek federal, pernah juga gowes bareng dengan komunitas sekarisidenan Madiun atau biasa disebut Pakde Karmadi, kalau temen-teman punya sepeda serupa jangan buru-buru dijual atau dirongsokan, lebih baik dikasihkan ke kita-kital, hehehe (guyon lurrr).
Selamat bersepeda ria kawan... semoga selalu bisa menikmati alam Indonesia dengan bersepeda.. jaga selalu alam ini...
Penulis Febrian Enggi | Editor Febrian Enggi, Pak Unting
Ok.....sebenarnya apa sih sepedah vintage?, sepedah vintage ini dulunya bisa dibilang sepeda yang jaya pada masanya, vintage sendiri hanya sebutan pada era sekarang, dulu orang menyebutnya juga sepeda gunung seperti sekarang, karena ada banyak pilihan gear disepedanya, kalau di era sekarang yang paling banyak dipakai sepeda federal, yakni sepeda produksi dalam negeri yang sempat berjaya di Negeri sendiri, tapi tidak jarang temen-temen gowes dengan merek lain, ada Polygon, Miyata, Kuwahara atau merek lainnya.
Alasan mengapa di era sekarang masih saja diminati untuk diajak gowes, macam-macam alasan yang saya dengar dari sesama pecinta sepeda vintage (besi), ada yang bernostalgia karena dahulu waktu sekolah sepedanya sama, ada juga yang lebih memilih sepeda vintage karena lebih enteng dikayuh dijalan aspal dan masih banyak alasan kenapa mereka masih menyukainya.
Ohh iya... untuk di Ponorogo sendiri sudah ada beberapa orang yang penghobi sepeda vintage lebih khususnya dengan merek federal, pernah juga gowes bareng dengan komunitas sekarisidenan Madiun atau biasa disebut Pakde Karmadi, kalau temen-teman punya sepeda serupa jangan buru-buru dijual atau dirongsokan, lebih baik dikasihkan ke kita-kital, hehehe (guyon lurrr).
Selamat bersepeda ria kawan... semoga selalu bisa menikmati alam Indonesia dengan bersepeda.. jaga selalu alam ini...
Penulis Febrian Enggi | Editor Febrian Enggi, Pak Unting
Asiknya Gobar "Jelajah Bumi Among Rogo" bisa foto dengan Mbak-mbaknya yang cantik
Kami dari GOKASBAT (KSP Ponorogo Barat), Rencana mau berangkat dengan empat orang , Saya sendiri, Mas Muklis, Pak Agung dan Mas Region, ternyata diluar rencana yang telah dipersiapkan, Mas Muklis ngk jadi ikut wah bouruk... padahal sudah dibelikan tiket, akhirnya hanya tiga orang yang berangkat.
Berangkat jam 5:00 wib langsung menuju lapangan Semanding Kecamatan Jenangan Ponorogo, setelah sampai mempersiapkan sepeda dan apesnya tiketnya lupa ngk kebawa gaes.... bouruk ini, akhirnya cari lagi tiket di venue untuk dua orang, Saya dan Pak Agung karena Mas Region dibawa sendiri tiketnya.
Start sekitar jam 7:00 wib semua peserta mulai menyusuri jalur gobar yang panjangnya sekitar 25 km, dari lapangan semanding belok kiri arah Ngebel sekitar 1 km, belok kanan turunan dan tanjakan yang lumayan menguras tenaga tembus jalan aspal belok kanan menyusuri perkampungan, persawahan, belok-belok dan muter-muter pokoknya gaes.., dengan kobinasi jalur aspal, cor-coran, tanjakan dan turunan tipis.
Selama perjalanan Mas Region sudah jauh didepan meninggalkan kami (Saya dan Pak Agung), sampai ditanjakan Gunung Dangean. Disini banyak ketemu dengan teman-teman goweser, canda tawa kami lalui, saut menyaut kata- kata lucu Segone wes mateng? Semongkone endi?, SPG ne wes macak? yah sekedar candaan diwaktu istirahat untuk menghilangkan rasa lelah... :D
Pak Agung mulai lelah gaes... mengajak putar balik mencari jalan pintas padahal baru 9,4 Km, akhirnya mau saya ajak nanjak pelan-pelan jalur gunung Dangean, sampai puncak, turunan istirahat sebentar dipos air minum.
Perjalanan dilanjutkan arah Mlilir jalur sebagian onroad arah menuju kawasan hutan Gunting Desa Kradinan Dolopo Madiun, melewati turunan jembatan, naik jalur single track, offroad masuk hutan Gunting wah... Jalurnya becek gaes..... licin lagi... mau ngk mau harus tutun bike wekeke...,
Semakin masuk beberapa puluh meter dalam hutan jalurnya semakin asik, semak-semak hutan jati yang rimbun dan sejuk, sempat was-was juga seh...dilihat dari vegetasinya kemungkinan besar habitat ular hijau ekor merah (Trimeresurus albolabris), high venom dan di Indonesia belum ada SABU nya (Serum Anti Bisa Ular) ngeri... Gaes..., apalagi Pak Agung sering berhenti disemak-semak kakinya kram lah, tanganya pegal-pegal lah, bokong panas lah, celanya sobek lah, komplek dah... pokoknya, tapi ngk apa-apa serunya memang disitu sambil menikmati perjalanan.
Setelah keluar dari kawasan hutan Gunting sampailah pada Pos Semongko, disini Pak Agung hilang lagi entah kemana, (mungkin mencari ... wekeke) bouruk...!, setelah saya cari-cari ngk sengaja ketemu dengan Pak Udin ngobrol sebentar tanya-tanya ternyata Pos semangka ini merupakan taman wisata, masih termasuk wilayah Desa Kradinan, hemm asik juga...lanjut... foto-foto ditaman dan dipaksa diajak Pak Agung foto dengan mbk-mbk yang cantik, biar ngk kuciwo saya mau hick..., setelah itu melanjutkan perjalanan masih 5 km lagi gaes,,,finishnya. huf... :(
Sekitar jam 11:00 alhamdulillah finish...
walaupun terakhir nyampeknya wkwkwkwkwkwk. :D
Untuk yang males baca silahkan tonton video youtubnya ya .. :D jangan lupa Subcribe, like, komen dan share :D
Terima kasih
Note:
Yang mengesankan menurut saya yaitu: Jalur offroad masuk kawasan hutan Gunting Kradinan Dolopo Madiun, suasanya asik adem, single track, tanahnya sebagian besar tidak blekuk, tidak jemek mantap poll pokoknya.
"Secara pribadi dan Kami atas nama Komunitas Sepeda Ponorogo
Mengucapkan Selamat MILAD ke 1 SEGO Semanding Gowes Adventure Ponorogo
Sukses selalu tetap semangat, semoga tambah kompak, semoga bisa mengkampayekan, menularkan virus-virus gowes ke masyarakat khususnya yang ada di Ponorogo"
salam gowes...
Salam Warok Pancal Pedal...
*) Bloger, Vloger, Goweser
Senin, 24 Februari 2020
Sepeda Besi, Apa Istimewanya?
Berbicara tentang sejarah perkembangan sepeda MTB (Multi Terrain Bike), tentu tak bisa dilepaskan sebuah era dimana hampir semua frame sepeda MTB terbuat dari bahan besi (Hi-Ten Steel). Sebelum kemajuan teknologi memperkenalkan aluminium dan serat carbon sebagai unsur utama frame sepeda, besi telah lama merajainya. Tapi itu masa lalu, sudah lama sekali.
Nah di saat lagi boomingnya sepeda hardtrail, full suspension, roadbike, dll yang berbobot sangat ringan seperti yang terjadi saat ini, ternyata masih ada saja goweser yang tetap setia menggunakan sepeda berat (besi dan cromoly) produksi sekitar tiga dasawarsa yang lalu, atau lebih tepatnya kisaran tahun 1990. Baik sebagai pendamping sepeda lain yang lebih 'baru', maupun sebagai sepeda utama dan bahkan satu-satunya. Salah satunya saya sendiri :D
Ada beberapa alasan saat seseorang lebih memilih untuk tetap menggunakan sepeda MTB vintage. Yang pertama adalah sugesti kenyamanan. Bagi yang telah lama menikmati MTB sejak era frame besi, tentu tubuhnya sudah terbiasa pada geometri sepeda besi yang cenderung touring style. Mereka akan kesulitan untuk beradaptasi dengan model sepeda sekarang yang sebenarnya lebih menunjang untuk aksi yang lebih impresif dan mobilitas lebih tinggi, serta speed bianter. "Paling nyaman ki tetep sepeda wesi", begitu mereka biasa berujar. Istilah kasarnya: boyok e wis kadung fanatik hehe
Alasan kedua adalah romantisme masa lalu. Masa muda atau bahkan masa kecil. Bagi sebagian orang, kenangan adalah sejarah yang jika diingat akan memunculkan emosi tertentu. Beberapa kawan (seangkatan) saya mengaku masih terkenang saat pertama memiliki sepeda pada waktu mereka SD/SMP. Sekitar tahun 1990an awal. Tentu saja sepeda pertama yang mereka punyai adalah sepeda besi. Ada yang dari merk terkenal dalam dan atau luar negeri, ada yang produk industri kecil lokalan. Ada yang dibelikan orang tuanya, hadiah dari paman/ bibinya, ada pula yang mendapatkannya sebagai doorprize saat orang tuanya membeli sepeda motor. Sebagian berhasil merawatnya hingga kini, sebagian lagi ngangkrak di kandang, dihibahkan, terjual, ter-rosok-kan, dll, tapi pada akhirnya mereka rebuild lagi, hunting lagi, karena kenangan yang tak pernah hilang hehe..
Yang juga termasuk pada kategori ini adalah dendam penasaran di masa lalu, dimana dulu dia tidak mempunyai kesempatan untuk memiliki sepeda MTB karena banyak alasan misalnya orang tua tidak mampu membelikan karena memang sepeda jenis MTB harganya lebih mahal dibanding yang lain. Saat keadaan sudah memungkinkan, kesempatan sudah ada, dibelilah sepeda tersebut. Tanpa menghiraukan jaman yang sudah semakin maju, tanpa peduli sudah berbuntut, istri cemberut, dll.. Dan tak bisa dipungkiri bahwa mereka yang terjebak kenangan inilah yang akhirnya membuat harga sepeda vintage merk tertentu melambung tinggi. Berapapun harganya asal hati senang akan ditebus. Bahkan sepeda yang masih dipakai orang pun kadang dipepet dan ditawar haha parah parah.
Alasan lain adalah karena faktor ekonomis. Sepeda besi vintage bekas siap pakai pastinya cenderung lebih miring harganya. Keinginan untuk beraktivitas sepeda seperti orang lain tentunya harus disesuaikan dengan kondisi kantong. Tidak perlu memaksakan. Yang penting tujuan olahraga sehat tecapai. Sehat lahir-batin, sehat jiwa, raga, dan neraca. Apa bagusnya sepeda mehong kalau keluh kesah tentang cicilannya sampai terungkapkan hihihi Satu lagi, goweser cenderung mempertahankan kepemilikan MTB besi Vintage karena dianggap mempunyai nilai seni tinggi dan fleksibilitas tampilan yang cukup variatif. Sepeda jenis ini bisa dimodifikasi kedalam bentuk aliran sepeda yang lain sesuai kebutuhan dan kebiasaan gowes. Bisa dimodif sepeda touring dengan part dan aksesoris lengkap mulai rak pannier, vender, dll. Bisa juga disulap menjadi roadbike dengan ban kecil, stang lengkung dan u-brake. Ada juga yang menjadikannya berpenampilan layaknya sepeda hardtrail masa kini dengan groupset kelas premium dan disk brake hidrolis. Mengutak-atik sepeda, modif berbagai gaya, itu sama mengasyikkannya dengan gowes. Saya sendiri menyeting sepeda besi saya sebagai sepeda hybrid dengan ban 700 x 35c karena lebih sering digowes di jalan aspal tapi dengan speed suuantai poll hehe.
Lantas, bagaimana dengan jawaban dari judul artikel ini? Tentang keistimewaan sepeda besi? Sebenarnya keistimewaan utama dari sepeda besi adalah mampu memberikan efek sehat bagi pemilik yang rajin dan konsisten menggowesnya.
Tapi.. bukankah jawaban ini juga berlaku untuk semua jenis sepeda???!!! Memang hehe.. karena sebenarnya apapun sepedanya, selama dia mampu memberi manfaat kepada pemiliknya, penggowesnya, maka dia adalah sebuah sepeda istimewa. Baik itu manfaat kesehatan, pertemanan, dan wawasan pengetahuan. Manfaat keuangan? Boleh juga tapi itu bonus. Level karir tertinggi seorang goweser memang mbakul wal mblantik pit, tapi tidak semua bakul adalah goweser aktif kwkwkwkwk.
Intinya apapun sepedanya, marilah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terutama untuk menabung salah satu aset hari tua yang tak akan ternilai harganya, yakni kesehatan jiwa dan raga. Salam gowes, salam dua pedal, salam mancal, salam sehat.. Boleh saling membulli asal tidak makan hati hehe..
Penulis Janu Federal | Editor Pak Unting
*) mantan blogger. pecinta pitwesi
Ada beberapa alasan saat seseorang lebih memilih untuk tetap menggunakan sepeda MTB vintage. Yang pertama adalah sugesti kenyamanan. Bagi yang telah lama menikmati MTB sejak era frame besi, tentu tubuhnya sudah terbiasa pada geometri sepeda besi yang cenderung touring style. Mereka akan kesulitan untuk beradaptasi dengan model sepeda sekarang yang sebenarnya lebih menunjang untuk aksi yang lebih impresif dan mobilitas lebih tinggi, serta speed bianter. "Paling nyaman ki tetep sepeda wesi", begitu mereka biasa berujar. Istilah kasarnya: boyok e wis kadung fanatik hehe
Alasan kedua adalah romantisme masa lalu. Masa muda atau bahkan masa kecil. Bagi sebagian orang, kenangan adalah sejarah yang jika diingat akan memunculkan emosi tertentu. Beberapa kawan (seangkatan) saya mengaku masih terkenang saat pertama memiliki sepeda pada waktu mereka SD/SMP. Sekitar tahun 1990an awal. Tentu saja sepeda pertama yang mereka punyai adalah sepeda besi. Ada yang dari merk terkenal dalam dan atau luar negeri, ada yang produk industri kecil lokalan. Ada yang dibelikan orang tuanya, hadiah dari paman/ bibinya, ada pula yang mendapatkannya sebagai doorprize saat orang tuanya membeli sepeda motor. Sebagian berhasil merawatnya hingga kini, sebagian lagi ngangkrak di kandang, dihibahkan, terjual, ter-rosok-kan, dll, tapi pada akhirnya mereka rebuild lagi, hunting lagi, karena kenangan yang tak pernah hilang hehe..
Yang juga termasuk pada kategori ini adalah dendam penasaran di masa lalu, dimana dulu dia tidak mempunyai kesempatan untuk memiliki sepeda MTB karena banyak alasan misalnya orang tua tidak mampu membelikan karena memang sepeda jenis MTB harganya lebih mahal dibanding yang lain. Saat keadaan sudah memungkinkan, kesempatan sudah ada, dibelilah sepeda tersebut. Tanpa menghiraukan jaman yang sudah semakin maju, tanpa peduli sudah berbuntut, istri cemberut, dll.. Dan tak bisa dipungkiri bahwa mereka yang terjebak kenangan inilah yang akhirnya membuat harga sepeda vintage merk tertentu melambung tinggi. Berapapun harganya asal hati senang akan ditebus. Bahkan sepeda yang masih dipakai orang pun kadang dipepet dan ditawar haha parah parah.
Alasan lain adalah karena faktor ekonomis. Sepeda besi vintage bekas siap pakai pastinya cenderung lebih miring harganya. Keinginan untuk beraktivitas sepeda seperti orang lain tentunya harus disesuaikan dengan kondisi kantong. Tidak perlu memaksakan. Yang penting tujuan olahraga sehat tecapai. Sehat lahir-batin, sehat jiwa, raga, dan neraca. Apa bagusnya sepeda mehong kalau keluh kesah tentang cicilannya sampai terungkapkan hihihi Satu lagi, goweser cenderung mempertahankan kepemilikan MTB besi Vintage karena dianggap mempunyai nilai seni tinggi dan fleksibilitas tampilan yang cukup variatif. Sepeda jenis ini bisa dimodifikasi kedalam bentuk aliran sepeda yang lain sesuai kebutuhan dan kebiasaan gowes. Bisa dimodif sepeda touring dengan part dan aksesoris lengkap mulai rak pannier, vender, dll. Bisa juga disulap menjadi roadbike dengan ban kecil, stang lengkung dan u-brake. Ada juga yang menjadikannya berpenampilan layaknya sepeda hardtrail masa kini dengan groupset kelas premium dan disk brake hidrolis. Mengutak-atik sepeda, modif berbagai gaya, itu sama mengasyikkannya dengan gowes. Saya sendiri menyeting sepeda besi saya sebagai sepeda hybrid dengan ban 700 x 35c karena lebih sering digowes di jalan aspal tapi dengan speed suuantai poll hehe.
Lantas, bagaimana dengan jawaban dari judul artikel ini? Tentang keistimewaan sepeda besi? Sebenarnya keistimewaan utama dari sepeda besi adalah mampu memberikan efek sehat bagi pemilik yang rajin dan konsisten menggowesnya.
Tapi.. bukankah jawaban ini juga berlaku untuk semua jenis sepeda???!!! Memang hehe.. karena sebenarnya apapun sepedanya, selama dia mampu memberi manfaat kepada pemiliknya, penggowesnya, maka dia adalah sebuah sepeda istimewa. Baik itu manfaat kesehatan, pertemanan, dan wawasan pengetahuan. Manfaat keuangan? Boleh juga tapi itu bonus. Level karir tertinggi seorang goweser memang mbakul wal mblantik pit, tapi tidak semua bakul adalah goweser aktif kwkwkwkwk.
Intinya apapun sepedanya, marilah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terutama untuk menabung salah satu aset hari tua yang tak akan ternilai harganya, yakni kesehatan jiwa dan raga. Salam gowes, salam dua pedal, salam mancal, salam sehat.. Boleh saling membulli asal tidak makan hati hehe..
Penulis Janu Federal | Editor Pak Unting
*) mantan blogger. pecinta pitwesi





























