Ponorogo — ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu’ah Bengi) kembali hadir sebagai agenda rutin gowes malam yang mempertemukan para pesepeda dari berbagai kalangan di Ponorogo. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, olahraga bersama, sekaligus kampanye gaya hidup sehat melalui bersepeda.
Terinspirasi dari konsep Last Friday Ride (LFR) yang populer di berbagai kota, Rogowangi menghadirkan nuansa kebersamaan dalam gowes santai yang terbuka untuk umum. Siapa pun dapat bergabung, apa pun jenis sepedanya.
Pada pelaksanaan ke-45 ini, kegiatan diikuti oleh puluhan peserta yang memulai perjalanan dari Kampus Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Setelah sempat vakum cukup lama, kembalinya Rogowangi disambut antusias, bahkan turut diikuti oleh beberapa goweser yang baru pertama kali bergabung.
Kehadiran peserta baru ini menambah semangat dan warna tersendiri, sekaligus mempererat kebersamaan antar goweser di Ponorogo.
Rogowangi sendiri dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap Jumat malam pada minggu keempat setiap bulan, sehingga diharapkan dapat menjadi agenda tetap yang dinantikan para pesepeda di Ponorogo.
Dengan rute santai dan suasana malam yang sejuk, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat solidaritas antar komunitas sepeda. Tawa, obrolan ringan, dan semangat kebersamaan menjadi warna tersendiri sepanjang perjalanan.
Salah satu peserta mengungkapkan rasa senangnya atas kembali digelarnya kegiatan ini. “Akhirnya bisa gowes bareng lagi seperti dulu. Semoga ke depan Rogowangi bisa rutin digelar,” ujarnya.
Kembalinya Rogowangi diharapkan mampu menghidupkan kembali geliat komunitas sepeda di Ponorogo serta mengajak masyarakat untuk menjadikan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.










































