Latest blog posts

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

Semua Jenis Sepeda Bisa Bergabung

MTB, Hybrid, Gravel, Cyclocross, Road bike, DH, Commuter bike, Pixy bike, Jengky, Sepeda mini, BMX/Dirt Jump, Sepeda Unto, Sepeda lipat, Lowrider bike dll..

Rogowangi

Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi, kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV..

Goweser Ponorogo Berbagi dan Bukber

KSP berbagi 24 Juni 2016 dan Goweser Ponorogo Road to Share 17 Juni 2017 dalam rangka dalam rangka bulan Ramadhan 1437H-1438H.

GOBAR bersama FORPIMDA dan Pecinta GOWES

3 Maret 2017 Gobar bersama FORPINDA start dan finish Mapolres Ponorogo.

FUN RIDE AND GAME Halal Bi(ke) Halal Komunitas Sepeda Ponorogo

Halal bi halal KSP 8 Juli 2018, Bendo Bike Park Sawoo yang diselengarakan oleh Gabungan Goweser Ponorogo Tenggara Godolan, Gosong, DMC, Goperet, Argon, Borongan, BRJ.

GOWESER DARI RUSIA OLGA LAMAKINA

Goweser Rusia yang berkunjung ke Indonesia, touring dari Jakarta menuju Bali dan singgah di beberapa kota termasuk Ponorogo pada Kamis 7 Februari 2019, disambut oleh Goweser Ponorogo dan Wonogiri yang mengawal dari perbatasan Jateng-Jatim.

Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2026

GSK 2026 Berlangsung Meriah, Ratusan Goweser Ramaikan Jalur Cross Country di Desa Janti

DOKUMENTASI GOWES SEMANGAT KEMERDEKAAN 2 AGUSTUS 2026

Ponorogo – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap olahraga sepeda mewarnai pelaksanaan GSK 2026 (Gowes Semangat Kemerdekaan) yang digelar pada Minggu, 2 Agustus 2026. Event ini mengambil titik start dan finish di Lapangan Desa Janti, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Mengusung konsep Mountain Bike (MTB) Cross Country (XC), peserta diajak menikmati lintasan sejauh 16 kilometer dengan elevasi 134–330 mdpl yang melintasi kawasan persawahan, perkampungan, hingga perbukitan. Jalur yang disuguhkan memberikan pengalaman bersepeda yang menantang sekaligus menyuguhkan panorama alam khas Ponorogo.

Sejak pagi hari, peserta dari berbagai komunitas sepeda di Ponorogo maupun daerah sekitar memadati lokasi acara. Setelah menyelesaikan rute, seluruh peserta disambut dengan suasana penuh keakraban di area finis. Acara semakin meriah dengan hiburan live music, pembagian doorprize, serta ramah tamah yang mempererat tali silaturahmi antarpeserta.

Doorprize menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Berbagai hadiah menarik dibagikan kepada peserta melalui pengundian, dengan hadiah utama berupa 2 ekor kambing, 3 unit sepeda MTB, dan 1 lemari, disertai puluhan hadiah hiburan lainnya. Sorak sorai dan antusiasme peserta mewarnai setiap pengundian hadiah.

Ketua panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi sportivitas selama berada di lintasan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para sponsor, mitra, panitia, relawan, serta Pemerintah Desa Janti yang telah memberikan dukungan sehingga acara dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.

GSK 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan antar komunitas sepeda, sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui aktivitas bersepeda.

Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, diharapkan GSK – Gowes Semangat Kemerdekaan dapat terus menjadi agenda tahunan yang dinantikan para pecinta sepeda serta menjadi salah satu event MTB unggulan di Kabupaten Ponorogo.


Dipersembahkan oleh:

M3 Bikes • Tapak Bimo • Komunitas Sepeda Ponorogo (KSP) • Manggala Motor • Cahaya Teknik

Rabu, 24 Juni 2026

GSK 2026 Siap Digelar, Hadirkan Sensasi Gowes MTB Menjelajahi Alam Ponorogo Selatan

 

Ponorogo – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, M3 Goweser Club Janti Slahung bersama Komunitas Sepeda Ponorogo (KSP) akan menggelar kegiatan GSK 2026 (Gowes Semangat Kemerdekaan) pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Mengusung tema "Merdeka di Jalur Gowes!", kegiatan ini menghadirkan pengalaman bersepeda gunung (MTB) lintasan Cross-Country (XC) yang memadukan olahraga, petualangan, dan keindahan alam khas Ponorogo bagian selatan.

Peserta akan diajak menikmati lintasan sejauh kurang lebih 16 kilometer yang melintasi jalur persawahan, perkampungan, hingga perbukitan dengan elevasi antara 134 hingga 330 mdpl. Rute yang telah disiapkan menawarkan kombinasi medan yang menantang sekaligus panorama alam yang memanjakan mata.

Kegiatan akan dipusatkan di Manggala Motor 01, Desa Janti, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, yang menjadi lokasi start dan finish. Registrasi ulang peserta dimulai pukul 06.30 WIB dan dilanjutkan dengan safety briefing sebelum peserta diberangkatkan pada pukul 07.00 WIB.

Ketua Pelaksana GSK 2026, Didik Riyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar komunitas sepeda serta memperkenalkan potensi alam dan pedesaan di wilayah Ponorogo selatan.

"Melalui GSK 2026, kami ingin menghadirkan kegiatan yang sehat, menyenangkan, dan mempererat persaudaraan antar pesepeda. Kami berharap peserta dapat menikmati jalur yang telah disiapkan sekaligus mengenal keindahan alam serta keramahan masyarakat di wilayah Slahung dan sekitarnya," ungkap Didik Riyanto.

Panitia menargetkan sebanyak 300 hingga 500 peserta dari berbagai komunitas sepeda maupun masyarakat umum dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan daerah sekitarnya.

Dengan biaya registrasi sebesar Rp20.000, peserta akan memperoleh berbagai fasilitas berupa air mineral, jajanan dan snack, makan siang, dokumentasi foto di beberapa titik menarik sepanjang rute, serta hiburan live music di area finish.

Pendaftaran peserta telah dibuka secara online melalui tautan bit.ly/GSK2026 dan akan ditutup pada 30 Juli 2026.

Bagi masyarakat maupun komunitas sepeda yang ingin bergabung, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui panitia:

  • Didik : 0822-2017-0615

  • Nunung : 0812-1609-3142

  • Unting : 0857-4910-7554

  • Haries Kadier : 0812-3490-9777

Melalui kegiatan ini, M3 Goweser Club bersama Komunitas Sepeda Ponorogo berharap dapat menghadirkan momentum positif untuk merayakan kemerdekaan melalui olahraga, kebersamaan, dan kecintaan terhadap alam.

Mari bergabung dan rasakan sensasi GSK 2026 – Gowes Semangat Kemerdekaan, sebuah pengalaman gowes yang memadukan semangat olahraga, persahabatan, dan keindahan alam Ponorogo Selatan.

Salam Gowes!
Sehat, Solid, dan Merdeka! 🇮🇩🚵

Minggu, 30 April 2023

Gobar Halal bi Halal Komunitas Sepeda Ponorogo ke 2 2023

HALAL BIKE HALAL #2
Komunitas Sepeda Ponorogo 
Hari Minggu
Tanggal 07 Mei 2023
Jam 06.00
Start / finish Waduk Bendo (via Gerbang Selatan)

Hiburan : Elektone
Kontribusi Konsumsi : Rp. 15.000
Pendaftaran peserta sampai hari Sabtu 06 Mei 2023

Maps :
Pintu Masuk Selatan Waduk Bendo
https://maps.app.goo.gl/yxsnZqqjLNbWDEg46

Monggo para goweser di wilayah Ponorogo dan sekitarnya, hadir untuk silaturahmi dan gowes bareng. Sambil menikmati indahnya pemandangan alam Waduk Bendo dan jalur disekitarnya.
Semua jenis sepeda bisa bergabung
Info pendaftaran peserta silahkan hubungi contact person dibawah ini.

GOWES MLEBU BENDO GAK PENGEN TA???
Contact Person :
Irfan Irfan Irfan  082301533148
Pak Unting 085749107554
Puh Herry Varo 085733225205

Senin, 16 Maret 2020

Waspada Corona, Ponorogo Gowes Jemuah Bengi ke 43 Diundur

komunitassepedaponorogo.com - ROGOWANGI, Ponorogo Gowes Jemuwah Bengi dan agenda-agenda KSP yang mendatangkan khalayak, diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan, walaupun sampai saat ini belum ada kasus Positif terjangkit virus corona di Ponorogo, penundaan Rogowangi ke 43 ini dilakukan untuk antisipasi wabah Covid-19 yang semakin merebak.

ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemuwah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya dengan berbagai macan jenis sepeda.



Selasa, 25 Februari 2020

Asiknya Gobar "Jelajah Bumi Among Rogo" bisa foto dengan Mbak-mbaknya yang cantik

komunitassepedaponorogo.com - Ok teman-teman Assalamu'alaikum kali ini saya  akan berbagi cerita acara Gobar SEGO "Semanding Gowes Adventure Ponorogo" yang bertema "Jelajah Bumi Among Rogo".

Kami dari GOKASBAT (KSP Ponorogo Barat), Rencana mau berangkat dengan empat  orang , Saya sendiri, Mas Muklis, Pak Agung dan Mas Region, ternyata diluar rencana yang telah dipersiapkan, Mas Muklis ngk jadi ikut wah bouruk... padahal sudah dibelikan tiket, akhirnya hanya tiga orang yang berangkat.

Berangkat jam 5:00 wib langsung menuju lapangan  Semanding  Kecamatan Jenangan Ponorogo, setelah sampai mempersiapkan sepeda dan apesnya tiketnya lupa ngk kebawa gaes.... bouruk ini, akhirnya cari lagi tiket di venue untuk dua orang, Saya dan Pak Agung karena Mas Region dibawa sendiri tiketnya.

Start sekitar jam 7:00 wib semua peserta mulai menyusuri jalur gobar yang panjangnya sekitar 25 km, dari lapangan semanding belok kiri arah Ngebel sekitar 1 km, belok kanan turunan dan tanjakan yang lumayan menguras tenaga tembus jalan aspal belok kanan menyusuri perkampungan, persawahan, belok-belok dan muter-muter pokoknya gaes.., dengan kobinasi jalur aspal, cor-coran, tanjakan dan turunan tipis.

Selama perjalanan Mas Region sudah jauh didepan meninggalkan kami (Saya dan Pak Agung), sampai ditanjakan Gunung Dangean. Disini banyak ketemu dengan teman-teman goweser, canda tawa kami lalui, saut menyaut kata- kata lucu Segone wes mateng? Semongkone endi?, SPG ne wes macak? yah sekedar candaan diwaktu istirahat untuk menghilangkan rasa lelah... :D

Pak Agung mulai lelah gaes... mengajak putar balik mencari jalan pintas padahal baru 9,4 Km, akhirnya mau saya ajak nanjak pelan-pelan jalur gunung Dangean, sampai puncak, turunan istirahat sebentar dipos air minum.

Perjalanan dilanjutkan arah Mlilir jalur sebagian onroad arah menuju kawasan hutan Gunting Desa Kradinan Dolopo Madiun, melewati turunan jembatan, naik jalur single track, offroad masuk hutan Gunting wah... Jalurnya becek gaes..... licin lagi... mau ngk mau harus tutun bike wekeke...,

Semakin masuk  beberapa puluh meter dalam hutan jalurnya semakin asik, semak-semak hutan jati yang rimbun dan sejuk, sempat was-was juga seh...dilihat dari vegetasinya kemungkinan besar habitat ular hijau ekor merah (Trimeresurus albolabris), high venom dan di Indonesia belum ada SABU nya (Serum Anti Bisa Ular) ngeri... Gaes..., apalagi Pak Agung sering berhenti disemak-semak kakinya kram lah, tanganya pegal-pegal lah, bokong panas lah, celanya sobek lah, komplek dah... pokoknya, tapi ngk apa-apa serunya memang disitu sambil menikmati perjalanan.

Setelah keluar dari kawasan hutan Gunting sampailah pada Pos Semongko, disini Pak Agung hilang lagi entah kemana, (mungkin mencari ... wekeke)  bouruk...!, setelah saya cari-cari ngk sengaja ketemu dengan Pak Udin ngobrol sebentar tanya-tanya ternyata Pos semangka ini merupakan taman wisata, masih termasuk wilayah Desa Kradinan, hemm asik juga...lanjut... foto-foto ditaman dan dipaksa diajak Pak Agung foto dengan mbk-mbk yang cantik, biar ngk kuciwo saya mau hick..., setelah itu melanjutkan perjalanan masih 5 km lagi gaes,,,finishnya. huf... :(

Sekitar jam 11:00 alhamdulillah finish...
walaupun terakhir nyampeknya  wkwkwkwkwkwk. :D


Untuk yang males baca silahkan tonton video youtubnya  ya ..  :D jangan lupa Subcribe, like, komen dan share :D 
Terima kasih

Note:
Yang mengesankan menurut saya yaitu: Jalur offroad masuk kawasan hutan Gunting Kradinan Dolopo Madiun, suasanya asik adem, single track, tanahnya sebagian besar tidak blekuk, tidak jemek mantap poll pokoknya.

Overall acara Gobar SEGO "Jelajah Bumi Among Rogo" sudah bagus dilihat dari track atau jalurnya, memang ada berapa hal yang kurang tapi itu menurut saya masih "wajar" , semoga kedepanya lebih baik lagi. Tetap semangat..!!!.

"Secara pribadi dan Kami atas nama Komunitas Sepeda Ponorogo
Mengucapkan Selamat MILAD ke 1 SEGO Semanding Gowes Adventure Ponorogo
Sukses selalu tetap semangat, semoga tambah kompak, semoga bisa mengkampayekan, menularkan virus-virus gowes ke masyarakat khususnya yang ada di Ponorogo"
salam gowes...
Salam Warok Pancal Pedal...





Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting
 *) Bloger, Vloger, Goweser

Senin, 24 Februari 2020

Ribuan Goweser ramaikan gobar "Jelajah Bumi Among Rogo"

komunitassepedaponorogo.com - Dalam rangka ulang tahun pertamanya Semanding Gowes Adventure menyelengarakan gowes bareng "Jelajah Bumi Among Rogo", Minggu (23/02/2020) dikuti oleh sekitar 1000 Goweser, dari berbagai klub dan komunitas  sepeda yang berasal dari dalam dan luar Ponorogo.

Gowes bareng ini dihadiri oleh Camat Jenangan Erni Haris Mawanti, S.Sos, M.si yang memberangkatkan peserta dan para undangan.

Start dan finish di lapangan Desa Semanding Kecamatan Jenangan Ponorogo, menempuh jarak sekitar 25 Km peserta gowes antusias manjajal rute yang disiapkan panitia, menyisiri pegunungan, perkampungan, hutan, sawah sekitaran Kecamatan Jenangan, bahkan sampai kawasan hutan Gunting Desa Kradinan Kecamatan Dolopo Madiun.

Menurut Agung goweser dari Ponorogo barat "Rutenya menarik menantang dan menyenangkan walaupun sempat ngos-ngosan ditanjakan, tapi tetap semangat " tuturnya, hal serupa juga dikatakan Denny dari klub JCC Ponorogo "yang jelas tadi sempat mbalap sampai keringat bercucuran tapi top banget rutenya tidak jemek " uangkapnya.

Sabtu, 22 Februari 2020

Gowes ke Bukit Cumbri, Mengantar Jomblowan menemukan cinta


komunitassepedaponorogo.com - Bukit Cumbri terletak di Perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di Desa Pager Ukir, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo dan Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.

Untuk bisa sampai ke Bukit Cumbri ada tiga jalur yang bisa dilalui yang pertama lewat Desa Pagerukir, yang kedua lewat Desa Kepyar dan yang ketiga bisa lewat Prongkol tapi jalur ini jarang dilewati.

Bukit Cumbri memiliki ketinggian kurang lebih 500 mdp dengan pemandangan yang indah, kalau cuaca cerah kita bisa melihat kota Ponorogo dan Wonogiri. Selain didatangi oleh wisatawan dari Ponorogo, wisatawan dari luar kota pun banyak, termasuk para pendaki, pecinta alam yang biasanya mereka camping untuk melihat sunset dan sunrise, kalau musim hujan bisa menikmati kabut pagi  yang begitu memukau seperti diatas awan Gaes....

Selain Wisatawan, Pendaki dan Pecinta Alam tak ketinggalan Goweserpun juga banyak yang berpetualang ke Bukit Cumbri, untuk goweser sebetulnya banyak jalur yang bisa dilewati kalau mau jalur onroad aspal dan cor-coran semen bisa lewat Desa Keprar Purwantoro dan Desa Pagerukir Sampung, kalau pengen liwat jalur onroad, cor-coran kombinasi offroad bisa lewat Jalur hutan Kucur.

Jalur Cumbri Desa Kepyar.
Jalur Cumbri Desa Kepyar bisa dikatakan jalur yang paling panjang tetapi mempunyai pemandangan yang memukau selama perjalanan, dari arah Ponorogo bisa lewat Jalan Raya Ponorogo-Purwantoro, sampai Desa Biting, perbatasan Jawa Timur - Jawa Barat (PAL), petigaan barat PAL belok kanan arah Desa Kepyar, tinggal mengikuti petunjuk arah yang sudah disediakan.

Setelah sampai pintu masuk jalur Cumbri Desa Kepyar, untuk para goweser, sepeda bisa dititipkan diparkiran atau bisa dibawa keatas. Dari sini perjalanan bisa dilanjutkan dengan mendaki melewati jalan setapak dan tebing yang tidak begitu curam sampai pos 1, ada foto booth untuk berselpi ria dengan sepeda tentunya. Dari pos 1 bisa dilanjutkan ke Pos 2 dengan jalur yang mulai menanjak, dengan pemandangan yang indah kalau kita menengok ke kanan dan kekiri bisa melihat Desa-desa yang ada dibawah dan pohon jambu mente, kalau lagi musin kita bisa memetiknya, tapi harus minta ijin yang punya ya gaes.....
Dari Pos 2 perjalanan dilanjutkan ke Pos 3, yang membawa sepeda tetap semangat karena dari pos 2 ini, jalur semakin menanjak, mendaki bukit pertama sebelum puncak bukit Cumbri, tapi ada bonusnya dengan pemandangan yang sangat indah, tempatnya seperti lapangan dengan rerumputan dan angin yang lumayan kencang, kalau beruntung sebelum sampai bisa ketemu moyet dibalik batu dan pepohonan.

Perjalanan kita lanjutkan ke puncak Bukit Cumbri, sekali lagi yang membawa sepeda tetap semangat... yaa.. ganbate... !!!. Dari pos 3  jalur untuk sampai ke pucak semakin menanjak, full tracking, yang membawa sepeda mau tidak mau harus dipangkul karena jalurnya mendaki sisi bukit yang terjal dengan jalan setapak, berkelok, batuan mudah runtuh, dengan sisi tebing yang lumayan curam harus konsentrasi, tetapi jangan kuatir kita bisa menikmati keindahan alam yang mempesona dan merasakan semilir angin dan aroma khas rerumputan hutan, jangan melewatkan kesempatan ini untuk manarik nafas dalam-dalam selama perjalanan, tapi jangan kaget juga, ketika manarik nafas dalam-dalam, mencium bau yang tidak sedap karena disekitarnya banyak moyet berkeliaran, tentunya banyak juga kotoranya. kel kel kel kel... :D .

Setelah sampai dipuncak Bukit Cumbri kita bisa menikmati keindahan alam yang memukau, terasa diatas awan, kita bisa melihat dari atas, perkampungan, jalan-jalan yang berkelok, desa-desa, sawah, hutan yang membentang luas... mak yesss.....

Bukit Cumbri memiliki dua puncak, puncak yang menghadap ke barat dan puncak yang menghadap ke timur, kalau beruntung pada hari-hari libur kita bisa menjumpai penjual minuman dan gorengan dan bisa ketemu dengan wisatawan atau pendaki lain. Pengalaman beberapa kali lewat jalur ini pada waktu mengantar teman gowes yang lagi galau karena jomblo (15/01/2017), menjumpai penjual gorengan dan wisatawan dari luar kota dan alhamdulillah mereka berkenalan dengan salah satu atau salah dua wisatawan sebut saja namanya Mawar dan Melati, walaupun akhirnya tidak berjodoh. :D hick...


Foto gowes Bukit Cumbri (15/01/2017) bisa dilihat:
https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.968156433317065&type=3

Video Youtube
(15/01/2017) Gowes Bukit Cumbri bersama Mas Febri dan Mas Pipin

(19/03/2017) Gowes Bukit Cumbri bersama Mas Glimbung dkk.

(14/05/2017) Gowes Bukit Cumbri bersama DOM (Dolopa Mountain Bike)











Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting
 *) Bloger, Vloger, Goweser

Minggu, 02 Februari 2020

Ponorogo Gowes Jemuah Bengi ke 41

komunitassepedaponorogo.com - Rogowangi ke 41 merupakan yang istimewa karena bertepatan dengan hari Jum'at tanggal 31 Januari 2020, minggu ke empat tanggal terakhir bulan Januari 2020, yang seharusnya  tanggal 27 Desember 2019 karena cuaca hujan maka diundur bulan Januari 2020.

 Rogowangi ke 41 diikuti oleh sekitar 30 goweser dari berbagai tempat di Ponorogo, titik kumpul dan start blok-M jalan aloon-aloon utara Ponorogo finish centra Industri jalan Trunojoyo Ponorogo menempuh jarak sekitar 15KM dengan rute: Aloon-alon - Jalan Gajah Mada - Tonatan - Jeruk Seng -  Pasar Pon - Jalan Batoro Katong - Pasar Legi - Tambak Bayan - Finish Centra Industri Jalan Trunojoyo.

Rogowangi ke 41 ini diikuti oleh tiga goweser dari Madiun yang kebetulan berada di Ponorogo yang akan mengikuti acara gowes tanggal 1 Februari 2020, setelah finish seperti biasa kumpul ngopi dan sharing berbagai hal positif sebagian ada yang langsung pulang.

ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.

Jumat, 03 Januari 2020

Gowes tahun baru 2020, Air terjun Midodaren

komunitassepedaponorogo.com - Gowes tahun baru bisa dikatakan menjadi ajang silaturahmi bagi teman-teman KSP lama, karena sudah jarang sekali ketemu apalagi gowes bareng, moment gowes tahun baru menjadi moment yang spesial karena teman- teman KSP yang pensiun gowes pun ikut, bukan saja teman-teman dari KSP lama saja yang bisa gabung, semua bisa bergabung atau ikut gowes tahun baru.

Biasanya teman yang ikut gowes tahun baru membawa bekal makanan dan minuman sendiri, ada yang bawa mie instan, kopi sachet, susu, makanan ringan, alat-alat masak, gelas, kompor portabel dll.

Gowes tahun baru 1 Januari 2020 kali ini tujuanya adalah Air terjun Midodaren yang berada di Jambon Ponorogo, titik kumpulnya pertigaan timur Koramil Jambon. Setelah semua kumpul perjalanan dilanjutkan menuju tujuan melewati perkampungan dan hutan jati, jaraknya sekitar 3km canda dan tawa menyertai perjalanan kami, tak terasa akhirnya sampai tujuan, langsung saja team komsumsi menyiapkan alat masak, sambil menunggu masakan matang dan kopi siap, teman-teman lainya menikmati alam bercanda dan bercerita tentang Nabi2 :D.

Foto-fotonya bisa dilihat dilbum grub fb KSP:
https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.1782132955252738&type=3



Sabtu, 26 Oktober 2019

Ponorogo Gowes Jemuah Bengi ke 39


komunitassepedaponorogo.com - ROGOWANGI 39 Jum'at 25 Oktober 2019 Alhamdulillah Rogowangi ke 39 bisa berjalan dengan lancar diikuti oleh berbagai macam club/komunitas goweser Ponorogo dan sekitarnya(Madiun). Rogowangi ke 39 kali ini diikuti oleh sekitar 100 goweser dengan berbagai macam jenis sepeda, titik kumpul dan start di Blok-M jalan aloon-aloon utara dan finish jalan Suromenggolo menempuh jarak sekitar 15 Km.
Terima kasih untuk semua, sampai jumpa di Rogowangi selanjutnya.


ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.

Selasa, 15 Oktober 2019

Goweser UMPO, Gowes Jalur Lingkar Kucur

komunitassepedaponorogo.com - Sabtu 12 Oktober 2019 Goweser UMPO berpetualang di JLK (Jalur Lingkar Kucur) goweser yang anggotanya Dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini disela-sela kesibukanya masih menyempatkan diri untuk bergowes ria, menurut Didik Riyanto salah satu anggota Goweser UMPO gowes ini merupakan agenda rutin, dijadwalkan setiap dua minggu sekali dengan track gowes yang berbeda-beda baik di Ponorogo ataupun luar Ponorogo, kebetulan pada hari ini untuk tracnya atau tujuanya adalah JLK.


Jalur Lingkar Kucur terletak di Desa Badegan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo sebagian besar masuk  kawasan hutan Kucur Kph Madiun, mempunyai panjang jalur 15Km Start dari rest area masuk hutan arah bekas Wisata alam Kucur dengan jalur makadam 1Km kemudian belok kanan single track tanjakan dan turunan dengan pemandangan khas hutan jati arah belakang Polsek Badegan. Dari belakang Polsek Badegan jalur masih single track melewati hutan kayu putih dan ladang penduduk dengan jalur yang variatif tanjakan ringan dan turunan sampai Desa Gelang masuk jalur aspal datar arah Desa Sodong dengan kombinasi jalur aspal, cor-coran dan mcdam (makadam), dari sini ada bonus tanjakan dan sedikit turunan yang lumayan sampai dengan Desa Sodong, kemudian masuk hutan single track sedikit menanjak sampai dengan tapal batas Jatim-Jateng, dari sini jalur single track turunan panjang melewati hujan jati dan vegetasi heterogen semak belukar yang lumayan lebat karena jarang dilalui, sampai dengan bekas wisata hutan Kucur dan kembali lagi ke rest area.

Video gowes:


Jumat, 28 Desember 2018

Ponorogo Gowes Jemuah bengi ke 32

komunitassepedaponorogo.com - Rogowangi ke 32 malam ini Jum'at 28 Desember 2018 bisa terlaksana lagi. Kali ini tujuanya ke Momumen Bantarangin melewati rute tikum dan start Blok-M - jalan Imam Bonjol - Tempuran - Sragi - Jembatan gantung Gabel - lapangan taap - finis Monumen bantarangin.

Kemudian acara dilanjutkan ngobrol dan sharing bersama sambil menikmati cemue, esteh, jajanan dan minuman lainya.

Kali mungkin ada yang sedikit berbeda dengan Rogowangi sebelumnya, setelah selesai ngobrol dan sharing bersama ada sesi foto-foto yang foto graper dan penata geraknya mas Jojo & team.

Tarima kasih sobat KSP atas partisipasinya dalam acara Rogowangi ke 32 ini.
Terima kasih mas Jojo & team telah yang telah membuatkan stiker untuk dibagikam ke Shobat KSP.


Akhir kata
 Mari kita jaga kekompakan Goweser Ponorogo, "satu sepeda sejuta saudara, Mari bersepeda untuk sehatnya kita dan Ponorogo".


ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.

Senin, 26 Juni 2017

Ucapan terima kasih, Goweser Ponorogo Road to Share

Assalamu'alaikum wr. wb ........ Alhamdulillah,

Rangkaian Acara Goweser Ponorogo Road to Share dalam rangka bulan Ramadhan 1438H bertepatan dengan Hari sabtu 17 Juni 2017 berjalan dengan lancar.
Terima kasih kami ucapan kepada teman2 KSP, teman2 lintas Club Goweser Ponorogo, Donatur atas partisipasinya, semoga infaq teman2 Bapak/Ibu menjadi amal sholeh, serta memberikan keberkahan bagi semua. Semoga Allah SWT menggantikan rezeki yg berlimpah. Aamin

Adapun rangkaian acara Goweser Ponorogo Road to Share adalah:
Penyerahan takjil untuk Panti Asuhan Tuna Netra Aisiyah Ponorogo, sejumlah 100 paket berupa nasi kotak, beserta donasi uang sejumlah Rp1.000.000 dan donasi uang ke Yayasan Al-Kahfi sebesar Rp1.430.000.
Bukber dan Kopdar bertempat di Warung Sate Lego Jl. Ahmad Dahlan No 17 dihadiri oleh 39 Orang.

Demikian yang kami sampaikan ada kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamu'alaikum wr. wb


Admin dan Pengurus
Komununitas Sepeda Ponorogo

Minggu, 25 September 2016

Mengejar Cinta tiga pemuda asal Ponorogo ini Gowes dari Ponorogo ke Pantai Soge Pacitan

komunitassepedaponorogo.com - Wilayah Kabupaten Pacitan mempunyai beribu wisata alam yang indah selain terkenal dengan seribu goa, Kabupaten Pacitan mempunyai pantai yang memukau salah satunya adalah pantai Soge yang berada di  Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo/lorok.

Pantai Soge sering dijadikan tujuan wisatawan, salah satunya adalah goweser dari Ponorogo yang melakukan gowes jarak jauh atau touring pada Sabtu (21/08/2016), gowes dari Ponorogo menuju Pantai Soge, mereka adalah Febri, Pipin dan Aris.

Menurut Febri warga Desa Ngampel Balong selain untuk olahraga touring yang mereka lakukan untuk menikmati perjalan selama gowes dari Ponorogo sampai Pantai Soge mereka menempuh perjalanan selama 10 Jam, berangkat dari Ponorogo jam 5:00 Wib sampai pantai Soge jam 15:00 wib, menurut Febri touring sepeda yang mereka lakukan tidak mengejar target waktu sampai tujuan tapi menikmati setiap kayuhan.

Begitu juga seperti yang diungkapkan Aris warga Desa Polorejo, menurutnya banyak sekali suka duka dalam perjalanan yang mereka alami, sukanya ketika menikmati indahnya pemandangan selama perjalanan, dukanya ketika sudah sampai tujuan, menjadi kecewa, kuciwo "ternyata pantai Soge indah sekali, tak seidah kisah cintaku, baru putus cinta" Ujarnya, begitu juga dengan kedua temanya yang masih jomblo, makanya mereka hanya 30 menit di pantai Soge, beli pentol terus pulang, akunya.
lo.... Kok....????? Ambyar......

Foto-foto gowes bisa lihat digrub fb KSP:
https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.879086852224024&type=3

Selasa, 15 Juli 2014

Bicycle cross country track in "Dayakan-Bisang-Gesing-Ongko Wolu JATIM-JATENG Indonesia


komunitassepedaponorogo.com - 33km road cycling on 07/09/2014
Gowes kali ini bisa disebut dengan gowes lintas Propinsi karena melewati perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah dan beberapa desa, saya lebih suka menyebutnya jalur Badegan-Dayakan-Bisang Gesing-Ongko Wolu. Jalur ini termasuk kategori ringan (light xc) untuk sepeda jenis hard trail dan bahkan jenis hybridpun masih mampu, kombinasi jalurnya onroad dan offroad.

Untuk melewati jalur ini kita bisa start (tikum) dari pertigaan Badegan arah Keden kalau dari Ponorogo kota berjarak sekitar 16 km arah Ponorogo barat jl. Ponorogo-Wonogiri. Kondisi jalur 5 kilo meter pertama dari strat (tikum) tergolong landai agak menanjak onroad dengan kondisi aspal sedikit berlubang sampai sekitar perempatan pasar Dayakan kekanan, dari sini jalur bervariasi turunan dan tanjakan mulai dari turunan barat pasar Dayakan melewati jembatan yang tergolong curam berkerikil sampai jembatan, langsung disuguhi tanjakan yang lumayan, tertunya diperlukan kehati-hatian, konsentrasi dan teknik perpindahan gigi yang pas, saya lebih suka menyebutnya dengan TJU1(tanjakan turunan U1).

TANJAKAN
Setelah gowes kurang lebih 1km kita melewati turunan dan tanjakan dengan karakteristik yang hampir sama dengan  TJU1 perbedaanya adalah jalur turunan yang lebih halus dan menikung tipis melewati jembatan dengan sungai yang tergolong dalam diperlukan konsentrasi dan kehati-hatian.

Dari sini jalur terus menanjak sampai tiga kilo meter dengan kondisi jalur onroad aspal, aspal rusak, makadam, cor-coran semen dan jurang sebelah kiri jalur.(lihat video TJU1, TJU2), sampai dengan puncak Sekolah dasar Bisang atau SDN Watubonang 3. Tiga kilo meter melewati tanjakan yang lumayan menguras tenaga tetapi tidak terasa karena disugui dengan pemandangan pegunungan yang begitu indah dan bau rerumputan yang khas hem..hem..mm.

TURUNAN
Jalur ini mempunyai panjang turunan sekitar 3,5 kilo meter kombinasi cor-coran semen dan single track offroad melewati perkampungan sebelum masuk kedalam hutan dengan jalur berliku, jalur turunan yang seperti ini biasanya dinanti-nanti goweser (bonus :D) hati-hati, justru turunan seperti inilah yang menjadi sangat berbahaya diperlukan konsentrasi dan kehatia-hatian ektra karena kadang goweser menjadi terlena.

KOMBINASI
Setelah melewati jalur turunan masuk perkampungan jalan cor-coran semen sampai pertigaan kita bisa memilih kalau kekiri lewat gesing tembus Purwantoro kalau kekanan tembus ongko wolu, kami memilih kekanan melewati perkampungan masuk perbukitan sekitar 5 kilo meter jalan makadam sedikit tanjakan dan turunan membelah hutan jati yang sangat panas., sebetulnya jalur ini tidak direkomedasikan karena ada beberapa bagian sisi bukit yang rawan longsor.

Ket:
Singgle track turunan membelah hutan 









Ket:
Sampai perempatan ini ke kiri saja bisa tembus Purwantoro- SD ke kanan lewat jembatan.


Ket:
Km 20-22 sebelah kanan(gunung) rawan ambles tidak direkomendasikan lewat jalur ini => sebaiknya muter lewat Purwantoro









-----------------------------------------------------------------------------------------------
This is a 33.81 km Bike Ride in (Ponorogo) Badegan Dayakan-Bisang-Gesing-Ongko Wolu Jawa Timur-Jawa Tengah Indonesia. The Bike Ride has a total ascent of 467.22 m and has a maximum elevation of 474.97 m.
Map detail: http://www.mapmyride.com/routes/view/526357992



Minggu, 20 April 2014

Gowes Badegan-Kucur-Watubonang-Dayakan Melanjutkan Misi yang gagal


komunitassepedaponorogo.com - MISI BERHASIL 13 April 2014. Berawal dari rasa penasaran jalur gowes bulan Maret (Gowes pagi 30-03-2014 Dayakan-Bisang-Purwantoro.) yang berakhir dengan kegagalan misi karena tersesat di hutan dan kebun jagung maka Hari ini Minggu 13 April 2014 saya melanjutkan lagi explorasi jalur Ponorogo Barat .

Rencana mau gowes bareng dengan mas Fahmi Yanuanto :D saya tunggu sampai jam 06:06 AM tidak datang akhirnya saya tinggal hehehe. Start dari Kapuran arah ke Badegan-Kucur mau melewati jalur offroad samping Polsek Badegan, mau masuk hutan berhenti sebentar karena ada suara ngguk-ngguk-ngguk tatuttt... :D tidak jadi dan kembali ke jalur onroad arah ke Kucur.

Dari arah belakang ada rombongan goweser bapak-bapak wah ada teman neh... :D akhirnya bergabung. Jalur yang dilalui goweser bapak-bapak dari arah Kucur lewat jembatan Morobangun pertigaan barat jembatan ke kiri melewati jembatan gantung arah ke Watubonang tembus selatan jembatan keden disini bapak-bapak mengajak istirahat makan pecel disebuah warung asekk... :D.

Setelah selesai makan pecel goweser bapak-bapak melanjutkan perjalanan ke arah Keden, saya melanjutkan perjalanan ke arah Karangan-Dayakan mencari jalur tembus Dayakan-Karangan. Dengan berbekal google map dan mapmayride saya mencari jalur yang dulu pernah tersesat (Gowes pagi 30-03-2014 Dayakan-Bisang-Purwantoro.).

Dari pertigaan Karangan naik sampai perempatan Dayakan kemudian belok ke kiri turun melewati jalur cor-coran, dari situ saya mencari titik koordinat dimana saya pernah tersesat, ternyata jaraknya sekitar 300 meter dari saya berhenti sambil menengok ke kanan dan kekiri mencari siyal GPS (GPS: Goleki Penduduk Setempat) saya bertanya ke penduduk ternyata jalur itu sudah lama tidak digunakan bisa dilalui tapi jalanya setapak tertutup rumput turun curam dan naik ke ereng-ereng gunung (tebing) kalau bawa sepeda bisanya dipangkul, sulit mas.. kata penduduk setempat. Kemudian saya tanya jalan alternatif yang bisa dilalui, deberi tahu ada jalan yang baru dibuat memutar melewati perkampungan akhirnya saya lewati dan tembus jalur yang dulu saya pernah tersesat.

Monggo kalau teman-teman mau gowes bareng melewati jalur ini saya bersedia menemani hehehe, menurut saya kategori jalur ini termasuk ringan kalau dalam mapmayride masuk level 5, jalurnya bervariasi onroad dan offroad pemandanganya asik melewati gunung.

Detail map : http://www.mapmyride.com/workout/535123644




Sabtu, 05 April 2014

Gowes pagi jalur Dayakan-Bisang-Purwantoro sebuah misi yang gagal



komunitassepedaponorogo.com - Cerita singkat gowes 30 Maret 2014. Rencana mau membuat jalur tembus Dayakan-Bisang-Purwantoro (rumah mas dafhi) melintasi jalur offroad Karangan-Dayakan lewat jalur selatan melintasi perkampungan, tegalan(kebun) dan pinggir hutan. Pada Km. 7.24 Siyal GPS acak mungkin pengaruh mendung, kerena malamnya sampai pagi jam 06:00 Am cuaca hujan.

Hampir satu jam diombang-ambing siyal GPS belum juga bisa menentukan posisi jalur berada. Akhirnya karena baterai tinggal 60% dan bulu kuduk merinding mau tidak mau kembali ketitik siyal GPS terakhir kali hilang alhamdulillah ketemu dan menemukan perkampungan setelah tanya penduduk jalur(jalan) itu jarang atau hampir tidak pernah dilalui karena sudah tertutup semak belukar, saya tanya ke penduduk jalur itu ternyata mengarah melewati sebuah makam sudah tidak bisa dilewati.

Sebetulnya ditengah kebuh jagung ketemu orang tua yang saya tanya jalan itu bisa dilalui, saya disuruh terus naik menyusuri pinggir hutan, katanya tembus perempatan Dayakan dari situ mulai siyal GPS acak hampir 1 jam.





Minggu, 12 Januari 2014

Gowes Jelajah Ponorogo Timur Expedisi air terjun Pletuk

komunitassepedaponorogo.com - Gowes bareng dengan tujuan air terjun Pletuk yang berada di Sooko Ponorogo, semakin lama member fb KSP semakin banyak admin berkenalan dengan Om Tatang dari RCC (Reog Cycling Community), beliau ini merupakan goweser yang sudah senior, sudah banyak makan asam garam didunia pergowesan, dari perkenalan digrub fb KSP akhirnya kami kopdar ngopi bareng dijalan Batoro Katong  kebetulan admin betempat tinggal Jalan Batoro Katong bercerita banyak tentang pengalaman beliau gowes dan mengenalkan senior-senior goweser Ponorogo.
Akhirnya kami janjian untuk gowes bareng dengan tujuan Air Terjun Pletuk dengan titik kumpul dan Start Rumah Om Syamsul, dari Ponorogo sebagian ada yang loading dengan L-300 menuju titik kumpul. Sebagian besar teman-teman ini merupakan gowes perdana ke Air terjun Pletuk suka duka dan butuh perjuangan yang keras untuk bisa sampai tujuan walaupun capek tapi asik.

Terbayar sudah rasa capek selama perjalanan teman-teman akhirnya sampai finish, menikmati hawa dingin dan indahnya Air terjun Pletuk rasa syukur betapa nikmat Allah yang diberikan  kepada Manusia, setelah cukup kami pun pulang menuju titik kumpul rumah om Syamsul sesampainya dirumah beliau langsung disuguhi makanan, terima kasih Om Syamsul :D .

Dibawah ini log mapmyride dan sebagian foto gowes jalur Pletuk
This is a 13.87 km Bike Ride in Pulung-Pletuk Ponorogo Jawa Timur Indonesia. The Bike Ride has a total ascent of 305.05 m and has a maximum elevation of 638.89 m. This route was created by unting on 12/01/2014. Detail map http://www.mapmyride.com/routes/view/344231981
Foto dialbum grub FB KSP: https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.414475905351790&type=3



Rabu, 29 Mei 2013

Gowes perdana Komunitas Sepeda Ponorogo

komunitassepedaponorogo.com - Sebagian foto Kopdar dan Gobar perdana Komunitas Sepeda Ponorogo Minggu 25 Mei 2013 menempuh jarak sekitar 25 km diikuti oleh 6 goweser, Unting, Febri, Yoyok, Danar, Agus Jendral, Syamsul, dengan rute: Titik kumpul dan start Jalan Batoro Katong - Pasar Legi - Keniten - Pasar Danyang - Sukorejo - Golan - Kerunayu - Sekayu - Tambak Bayan -  Pasar legi - Finish Jalan Batoro Katong.
Gowes bareng perdana bisa terlaksana empat bulan setelah grup fb Komunitas Sepeda Ponorogo dibuat, mencari teman gowes pada saat itu bisa dikatakan sulit dengan menggunakan grub fb akhirnya bisa janjian dan ketemuan untuk gowes bareng.

Perempatan Pasar Danyang

Jalan Raya Golan, dari sebelah kiri
Om Danar, Om Unting, Om Agus, Om Yoyok, Om Soel
Jalan Raya Golan, dari sebelah kiri
Om Danar, Om Unting, Om Agus, Om Yoyok, Om Febri
Depan Pendopo
Rute via mapmayride