Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi, kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV..
Halal bi halal KSP 8 Juli 2018, Bendo Bike Park Sawoo yang diselengarakan oleh Gabungan Goweser Ponorogo Tenggara Godolan, Gosong, DMC, Goperet, Argon, Borongan, BRJ.
Goweser Rusia yang berkunjung ke Indonesia, touring dari Jakarta menuju Bali dan singgah di beberapa kota termasuk Ponorogo pada Kamis 7 Februari 2019, disambut oleh Goweser Ponorogo dan Wonogiri yang mengawal dari perbatasan Jateng-Jatim.
Ponorogo – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, M3 Goweser Club Janti Slahung bersama Komunitas Sepeda Ponorogo (KSP) akan menggelar kegiatan GSK 2026 (Gowes Semangat Kemerdekaan) pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Mengusung tema "Merdeka di Jalur Gowes!", kegiatan ini menghadirkan pengalaman bersepeda gunung (MTB) lintasan Cross-Country (XC) yang memadukan olahraga, petualangan, dan keindahan alam khas Ponorogo bagian selatan.
Peserta akan diajak menikmati lintasan sejauh kurang lebih 16 kilometer yang melintasi jalur persawahan, perkampungan, hingga perbukitan dengan elevasi antara 134 hingga 330 mdpl. Rute yang telah disiapkan menawarkan kombinasi medan yang menantang sekaligus panorama alam yang memanjakan mata.
Kegiatan akan dipusatkan di Manggala Motor 01, Desa Janti, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, yang menjadi lokasi start dan finish. Registrasi ulang peserta dimulai pukul 06.30 WIB dan dilanjutkan dengan safety briefing sebelum peserta diberangkatkan pada pukul 07.00 WIB.
Ketua Pelaksana GSK 2026, Didik Riyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar komunitas sepeda serta memperkenalkan potensi alam dan pedesaan di wilayah Ponorogo selatan.
"Melalui GSK 2026, kami ingin menghadirkan kegiatan yang sehat, menyenangkan, dan mempererat persaudaraan antar pesepeda. Kami berharap peserta dapat menikmati jalur yang telah disiapkan sekaligus mengenal keindahan alam serta keramahan masyarakat di wilayah Slahung dan sekitarnya," ungkap Didik Riyanto.
Panitia menargetkan sebanyak 300 hingga 500 peserta dari berbagai komunitas sepeda maupun masyarakat umum dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan daerah sekitarnya.
Dengan biaya registrasi sebesar Rp20.000, peserta akan memperoleh berbagai fasilitas berupa air mineral, jajanan dan snack, makan siang, dokumentasi foto di beberapa titik menarik sepanjang rute, serta hiburan live music di area finish.
Pendaftaran peserta telah dibuka secara online melalui tautan bit.ly/GSK2026 dan akan ditutup pada 30 Juli 2026.
Bagi masyarakat maupun komunitas sepeda yang ingin bergabung, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui panitia:
Didik : 0822-2017-0615
Nunung : 0812-1609-3142
Unting : 0857-4910-7554
Haries Kadier : 0812-3490-9777
Melalui kegiatan ini, M3 Goweser Club bersama Komunitas Sepeda Ponorogo berharap dapat menghadirkan momentum positif untuk merayakan kemerdekaan melalui olahraga, kebersamaan, dan kecintaan terhadap alam.
Mari bergabung dan rasakan sensasi GSK 2026 – Gowes Semangat Kemerdekaan, sebuah pengalaman gowes yang memadukan semangat olahraga, persahabatan, dan keindahan alam Ponorogo Selatan.
komunitassepedaponorogo.com - Kucur merupakan kawasan bekas hutan wisata yang terletak wilayah Desa Badegan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Kawasan hutan kucur banyak jalan yang bisa kita jadikan track bersepeda tinggal memilih sesuai dengan selera, ada lima jalur yang bisa kita pilih antara lain Jalur Kucur 1, Jalur Kucur 2, Jalur Kucur 3, jalur Kucur lingkar timur, jalur Kucur lingkar barat, semua jalur memiliki karakter yang bebeda-beda.
Survey jalur Kucur 2014
Pertama kali survey dan mapping jalur Kucur, tahun 2014 tepatnya tanggal 14 September 2014 bersama tiga orang, saya sendiri, Pak Budi dan Pak. Edi Eva Comp, dengan bantuan aplikasi mapmayride, hasil survey, kami beri nama JK1 (jalur Kucur 1) dan kami teruskan dengan jalur-jalur yang lain sampai tahun 2019 (foto-fotonya bisa dilihat disini klik, hasil mapping klik).
Start Jembatan Pelangi Biting (foto oleh Mas Ramdhoni)
Minggu 8 Maret 2020 kami gowes saya sebut Mi-gOreng #2 (Minggu Gowes Bareng) jalur Kucur lingkar barat dengan sembilan orang, Saya, Pak Tatang (RBC), Pak Upik (Gopro), Mas Feri (Progres), Mas. Tomi Sibe (Gopy), Mas Denny (Goweser perbatasan Ponorogo Pacitan), Mas Rony (KSP), Mas Muklis dan Mas Izul (Gokasbat).
Sebelum gowes kami create route dahulu, mapping jalur, elevansi, jarak, dan perkiraan waktu tempuh (lihat peta). Rencana kami melewati track gabungan lingkar barat dan lingkar timur, tiga stage dengan jarak kurang lebih 15 km. Start dari Jembatan Pelangi Biting, kami bersembilan menuju ke arah timur jembatan Sumorobangun, petigaan timur jembatan ke kiri arah tambang pasir, sampai pertigaan ke kanan masuk hutan kayu putih jalur offroad berbatu, tanjakan tipis pertama. Dari tanjakan pertama ke kiri naik tipis, offroad berbatu single track sampai turunan stage 1. Dari sini kita bisa menikmati pemandangan yang lumayan indah karena lokasinya agak tinggi dilereng barat bukit Kucur, kalau kita melihat ke arah kiri, bisa melihat hamparan hutan kayu putih yang ditanami tanaman tumpang sari jagung, tampak kuning kehijauan. oh ya lokasi ini kalau sore hari, kita bisa melihat sunset yang sangat indah cocok untuk hunting foto.
Sunset Jalur Kucur lingkar barat(foto Ig Pak Unting)
Turunan stage 1 memiliki panjang sekitat 300 meter dengan kondisi jalur berbatu licin, mudah gerak, jalur ini digunakan penduduk untuk ke hutan, sering berpapasan dengan pengendara motor. Setelah turunan masuk perkampungan penduduk dengan kombinasi jalan mc-dam, cor-coran turunan tipis, agak curan dan tanjakan sampai dengan pertigaan Jengglong, tepatnya pertigaan bawah Masjid Jengglong.
Dari pertigaan Jengglong jalur mulai menanjak berkala :D, ke arah kanan sampai perempatan Jenggong (Cakruk Jengglong), disini sebaiknya istirahat dulu. Dari perempatan Jengglong ke kiri arah Prongkol dengan kiondisi jalur cor-coran tanjakan semi uphil, agak licin sampai dengan pertigaan prongkol, oh iya jangan kaget kalau ada anjing menggonggong :D .
Sampai dipertigaan Prongkol kami istirahat dulu, Mas. Tomi Sibe pulang karena ada acara, tidak bisa melanjutkan beliau ke kiri arah ngepal perbatasan Jatim-Jateng. Kami tinggal bertujuh, Saya, Pak Tatang (RBC), Pak Upik (Gopro), Mas Feri (Progres), Mas Denny (Goweser perbatasan Ponorogo Pacitan), Mas Rony (KSP) dan Mas Muklis (Gokasbat), loh kok tujuh tadi kan sembilan orang yah,, harusnya kan 9-1 = 8 karena mas Tomi Sibe pulang, oh iya Mas Izul (Gokasbat) ngk ada, saya sempat bingung disini kok anggotanya kurang satu, kirain masih dibelakang ternyata menurut Mas Denny, Mas, Izul setelah tanjakan pertama beliau ada kepentingan langsung pulang, plong hati saya he he he.
PAL Prongkol batas Provinsi Jatim Jateng
Perjalanan kami lanjutkan dari pertigaan Prongkol ke kanan jalur aspal, menanjak bertahap sampai dengan tikungan arah Bukit Cumbri, lurus masuk stage 2 jalur offroad single track, sebelum masuk stage 2 kami melihat-lihat lokasi, di tempat ini terdapat PAL batas Jawa Timur dan Jawa Tengah karena Jalur Kucur lingkar Barat melewati dua provinsi, menyusuri perbatasan Jatim-Jateng khusnya pada jalur stage 2, kalau kita jeli akan menemukan PAL batas yang menyebar disepanjang jalur.
Single track stage 2
Masuk stage 2 jalur berupa offroad single track, flat masuk hutan haterogen sebagian besar hutan jati, jambu mente, semak-semak perdu, semakin masuk track semakin basah dan ada bagian track yang blekuk (berlumpur) sekitar 100 meter, teman-teman menyebutnya sebagai jalur kebo (kerbau), karenan memang jalurnya seperti kubangan kerbau, tetapi menurut saya masih masih wajar walaupun berlumpur tapi tidak terlalu lengket. Perjalanan dilanjutkan lagi sampai pertigaan, kalau ke kiri arah Sodong, kalau jeli sebelah kanan jalan kita bisa menjumpai PAL batas, kami mengambil arah kanan masih single track dan berlupur lagi sekitar 100 meter lah.., wadawww... saya kaget beberapa tahun yang lalu walaupun musim hujan jalur ini tidak berlumpur he he he.
Turunan tipis stage 2 hutan Kucur
Setelah jalur berlumpur yang kedua, kami melewati turunan stage 2 jalur yang dinanti-nanti para goweser karena jalurnya berupa turunan yang lumayan panjang kondisi jalur berbatu gerak, licin, hutan jati, semak belukar disepanjang jalan, dengan pemandangan hijau dedaunan semak dan hawa sejuk semriwing, sampai pertigaan JK2 belok kiri turunan licin dan tebing longsor.
Stage 2 jalur diatas sungai
Setelah tebing longsor sampai di sungai kecil, kami istirahat sejenak sambil opservasi jalur, Pak Upik sebagai leader mengecek jalur diatas sungai yang tertutup semak-semak dan ranting kering, dari sini kami harus hati-hati karena jalur didepan sepanjang jalan samping kanan, kiri ditumbuhi rete-rete dan pohon tumbang, kemungkinan jalurnya melewati habitat king cobra (Ophiophagus hannah) higt venom, karena saya dua kali musin kemarau kemarin hampir menabrak ular yang ciri-cirinya mirip dengan king cobra, selain itu kemungkinan juga habitat ular hijau ekor merah (Trimeresurus albolabris) higt venom.
Menerobos daun dan ranting yang beduri
Setelah beberapa waktu perjalanan, kami terhalang oleh pohon berduri yang menutupi jalur, mau tidak mau ya harus brobos (menerobos), melewati daun dan ranting berduri. Perjalanan kami lanjutkan melewati bekas Hutan Wisata Kucur dan finish di res area Kucur nyerang soto dan esteh. sedapnya...
Pak tatang & Mas Rony siap nyerang Es teh
Kami tidak melanjutkan stage 3 karena bisa dipastikan jalurnya berlumpur karena malamnya hujan. Stage 3, setelah bekas hutan wisata kucur, ada pertigaan belok kiri single track tembus belakang Polsek Badegan, terus ke arah utara masuk hutan kayu putih dan ladang penduduk, sisi timur hutan Kucur, mungkin next time bisa dilanjutkan lagi :D.
dibawah ini video perjalan kami
jangan lupa subcribe, like komen n share ya teman2 :D
Terima kasih
Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting *) Bloger, Vloger, Goweser
komunitassepedaponorogo.com - Ok teman-teman Assalamu'alaikum kali ini saya akan berbagi cerita acara Gobar SEGO "Semanding Gowes Adventure Ponorogo" yang bertema "Jelajah Bumi Among Rogo".
Kami dari GOKASBAT (KSP Ponorogo Barat), Rencana mau berangkat dengan empat orang , Saya sendiri, Mas Muklis, Pak Agung dan Mas Region, ternyata diluar rencana yang telah dipersiapkan, Mas Muklis ngk jadi ikut wah bouruk... padahal sudah dibelikan tiket, akhirnya hanya tiga orang yang berangkat.
Berangkat jam 5:00 wib langsung menuju lapangan Semanding Kecamatan Jenangan Ponorogo, setelah sampai mempersiapkan sepeda dan apesnya tiketnya lupa ngk kebawa gaes.... bouruk ini, akhirnya cari lagi tiket di venue untuk dua orang, Saya dan Pak Agung karena Mas Region dibawa sendiri tiketnya.
Start sekitar jam 7:00 wib semua peserta mulai menyusuri jalur gobar yang panjangnya sekitar 25 km, dari lapangan semanding belok kiri arah Ngebel sekitar 1 km, belok kanan turunan dan tanjakan yang lumayan menguras tenaga tembus jalan aspal belok kanan menyusuri perkampungan, persawahan, belok-belok dan muter-muter pokoknya gaes.., dengan kobinasi jalur aspal, cor-coran, tanjakan dan turunan tipis.
Selama perjalanan Mas Region sudah jauh didepan meninggalkan kami (Saya dan Pak Agung), sampai ditanjakan Gunung Dangean. Disini banyak ketemu dengan teman-teman goweser, canda tawa kami lalui, saut menyaut kata- kata lucu Segone wes mateng? Semongkone endi?, SPG ne wes macak? yah sekedar candaan diwaktu istirahat untuk menghilangkan rasa lelah... :D
Pak Agung mulai lelah gaes... mengajak putar balik mencari jalan pintas padahal baru 9,4 Km, akhirnya mau saya ajak nanjak pelan-pelan jalur gunung Dangean, sampai puncak, turunan istirahat sebentar dipos air minum.
Perjalanan dilanjutkan arah Mlilir jalur sebagian onroad arah menuju kawasan hutan Gunting Desa Kradinan Dolopo Madiun, melewati turunan jembatan, naik jalur single track, offroad masuk hutan Gunting wah... Jalurnya becek gaes..... licin lagi... mau ngk mau harus tutun bike wekeke...,
Semakin masuk beberapa puluh meter dalam hutan jalurnya semakin asik, semak-semak hutan jati yang rimbun dan sejuk, sempat was-was juga seh...dilihat dari vegetasinya kemungkinan besar habitat ular hijau ekor merah (Trimeresurus albolabris), high venom dan di Indonesia belum ada SABU nya (Serum Anti Bisa Ular) ngeri... Gaes..., apalagi Pak Agung sering berhenti disemak-semak kakinya kram lah, tanganya pegal-pegal lah, bokong panas lah, celanya sobek lah, komplek dah... pokoknya, tapi ngk apa-apa serunya memang disitu sambil menikmati perjalanan.
Setelah keluar dari kawasan hutan Gunting sampailah pada Pos Semongko, disini Pak Agung hilang lagi entah kemana, (mungkin mencari ... wekeke) bouruk...!, setelah saya cari-cari ngk sengaja ketemu dengan Pak Udin ngobrol sebentar tanya-tanya ternyata Pos semangka ini merupakan taman wisata, masih termasuk wilayah Desa Kradinan, hemm asik juga...lanjut... foto-foto ditaman dan dipaksa diajak Pak Agung foto dengan mbk-mbk yang cantik, biar ngk kuciwo saya mau hick..., setelah itu melanjutkan perjalanan masih 5 km lagi gaes,,,finishnya. huf... :(
Sekitar jam 11:00 alhamdulillah finish...
walaupun terakhir nyampeknya wkwkwkwkwkwk. :D
Untuk yang males baca silahkan tonton video youtubnya ya .. :D jangan lupa Subcribe, like, komen dan share :D
Terima kasih
Note:
Yang mengesankan menurut saya yaitu: Jalur offroad masuk kawasan hutan Gunting Kradinan Dolopo Madiun, suasanya asik adem, single track, tanahnya sebagian besar tidak blekuk, tidak jemek mantap poll pokoknya.
Overall acara Gobar SEGO "Jelajah Bumi Among Rogo" sudah bagus dilihat dari track atau jalurnya, memang ada berapa hal yang kurang tapi itu menurut saya masih "wajar" , semoga kedepanya lebih baik lagi. Tetap semangat..!!!.
"Secara pribadi dan Kami atas nama Komunitas Sepeda Ponorogo
Mengucapkan Selamat MILAD ke 1 SEGO Semanding Gowes Adventure Ponorogo
Sukses selalu tetap semangat, semoga tambah kompak, semoga bisa mengkampayekan, menularkan virus-virus gowes ke masyarakat khususnya yang ada di Ponorogo"
salam gowes...
Salam Warok Pancal Pedal...
Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting *) Bloger, Vloger, Goweser
komunitassepedaponorogo.com - Dalam rangka ulang tahun pertamanya Semanding Gowes Adventure menyelengarakan gowes bareng "Jelajah Bumi Among Rogo", Minggu (23/02/2020) dikuti oleh sekitar 1000 Goweser, dari berbagai klub dan komunitas sepeda yang berasal dari dalam dan luar Ponorogo.
Gowes bareng ini dihadiri oleh Camat Jenangan Erni Haris Mawanti, S.Sos, M.si yang memberangkatkan peserta dan para undangan.
Start dan finish di lapangan Desa Semanding Kecamatan Jenangan Ponorogo, menempuh jarak sekitar 25 Km peserta gowes antusias manjajal rute yang disiapkan panitia, menyisiri pegunungan, perkampungan, hutan, sawah sekitaran Kecamatan Jenangan, bahkan sampai kawasan hutan Gunting Desa Kradinan Kecamatan Dolopo Madiun.
Menurut Agung goweser dari Ponorogo barat "Rutenya menarik menantang dan menyenangkan walaupun sempat ngos-ngosan ditanjakan, tapi tetap semangat " tuturnya, hal serupa juga dikatakan Denny dari klub JCC Ponorogo "yang jelas tadi sempat mbalap sampai keringat bercucuran tapi top banget rutenya tidak jemek " uangkapnya.
komunitassepedaponorogo.com - Gowes tahun baru bisa dikatakan menjadi ajang silaturahmi bagi teman-teman KSP lama, karena sudah jarang sekali ketemu apalagi gowes bareng, moment gowes tahun baru menjadi moment yang spesial karena teman- teman KSP yang pensiun gowes pun ikut, bukan saja teman-teman dari KSP lama saja yang bisa gabung, semua bisa bergabung atau ikut gowes tahun baru.
Biasanya teman yang ikut gowes tahun baru membawa bekal makanan dan minuman sendiri, ada yang bawa mie instan, kopi sachet, susu, makanan ringan, alat-alat masak, gelas, kompor portabel dll.
Gowes tahun baru 1 Januari 2020 kali ini tujuanya adalah Air terjun Midodaren yang berada di Jambon Ponorogo, titik kumpulnya pertigaan timur Koramil Jambon. Setelah semua kumpul perjalanan dilanjutkan menuju tujuan melewati perkampungan dan hutan jati, jaraknya sekitar 3km canda dan tawa menyertai perjalanan kami, tak terasa akhirnya sampai tujuan, langsung saja team komsumsi menyiapkan alat masak, sambil menunggu masakan matang dan kopi siap, teman-teman lainya menikmati alam bercanda dan bercerita tentang Nabi2 :D.
komunitassepedaponorogo.com - Sabtu 12 Oktober 2019 Goweser UMPO berpetualang di JLK (Jalur Lingkar Kucur) goweser yang anggotanya Dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini disela-sela kesibukanya masih menyempatkan diri untuk bergowes ria, menurut Didik Riyanto salah satu anggota Goweser UMPO gowes ini merupakan agenda rutin, dijadwalkan setiap dua minggu sekali dengan track gowes yang berbeda-beda baik di Ponorogo ataupun luar Ponorogo, kebetulan pada hari ini untuk tracnya atau tujuanya adalah JLK.
Jalur Lingkar Kucur terletak di Desa Badegan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo sebagian besar masuk kawasan hutan Kucur Kph Madiun, mempunyai panjang jalur 15Km Start dari rest area masuk hutan arah bekas Wisata alam Kucur dengan jalur makadam 1Km kemudian belok kanan single track tanjakan dan turunan dengan pemandangan khas hutan jati arah belakang Polsek Badegan. Dari belakang Polsek Badegan jalur masih single track melewati hutan kayu putih dan ladang penduduk dengan jalur yang variatif tanjakan ringan dan turunan sampai Desa Gelang masuk jalur aspal datar arah Desa Sodong dengan kombinasi jalur aspal, cor-coran dan mcdam (makadam), dari sini ada bonus tanjakan dan sedikit turunan yang lumayan sampai dengan Desa Sodong, kemudian masuk hutan single track sedikit menanjak sampai dengan tapal batas Jatim-Jateng, dari sini jalur single track turunan panjang melewati hujan jati dan vegetasi heterogen semak belukar yang lumayan lebat karena jarang dilalui, sampai dengan bekas wisata hutan Kucur dan kembali lagi ke rest area.