Latest blog posts

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

Semua Jenis Sepeda Bisa Bergabung

MTB, Hybrid, Gravel, Cyclocross, Road bike, DH, Commuter bike, Pixy bike, Jengky, Sepeda mini, BMX/Dirt Jump, Sepeda Unto, Sepeda lipat, Lowrider bike dll..

Rogowangi

Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi, kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV..

Goweser Ponorogo Berbagi dan Bukber

KSP berbagi 24 Juni 2016 dan Goweser Ponorogo Road to Share 17 Juni 2017 dalam rangka dalam rangka bulan Ramadhan 1437H-1438H.

GOBAR bersama FORPIMDA dan Pecinta GOWES

3 Maret 2017 Gobar bersama FORPINDA start dan finish Mapolres Ponorogo.

FUN RIDE AND GAME Halal Bi(ke) Halal Komunitas Sepeda Ponorogo

Halal bi halal KSP 8 Juli 2018, Bendo Bike Park Sawoo yang diselengarakan oleh Gabungan Goweser Ponorogo Tenggara Godolan, Gosong, DMC, Goperet, Argon, Borongan, BRJ.

GOWESER DARI RUSIA OLGA LAMAKINA

Goweser Rusia yang berkunjung ke Indonesia, touring dari Jakarta menuju Bali dan singgah di beberapa kota termasuk Ponorogo pada Kamis 7 Februari 2019, disambut oleh Goweser Ponorogo dan Wonogiri yang mengawal dari perbatasan Jateng-Jatim.

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2020

Sebuah Opini : Trend Bersepeda Di Masa Pandemi Covid-19, Antara Gaya Hidup, Kesehatan, Keselamatan Dan Etika Bersepeda.


komunitassepedaponorogo.com - Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman semua,
salam warok pancal pedal,
salam gowes.

Akhir- akhir ini bersepeda merupakan aktivitas yang banyak diminati, dimana-mana kita bisa menemui pesepeda mulai dari anak-anak sampai orang dewasa fenomena ini hampir terjadi di seluruh Indonesia. Berbagai macam aktivitas bersepeda mereka lakukan, gowes tipis-tipis antar Desa atau Kota, gowes ke tempat-tempat wisata lokal, gowes adventure ke hutan dan gunung, jalur offroad atau loncat-loncat di track DH (Downhill), gowes malam, bike to work (komuter) bahkan ada yang gowes cinta, gowes mesra GOSERA (saya meminjam istilah yang digunakan Pak Dwi kel kel kel).

Selain untuk olah raga, nampaknya bersepeda telah menjadi gaya hidup, anak-anak muda yang dulu menggunakan motor untuk mencari jati diri, track-trakan dijalan, balap liar dan lain-lain, sebagian telah beralih bersepeda, bisa kita lihat pada malam hari di jalan baru, di alun-alun atau di tempat strategis lainya khususnya dimalam minggu banyak anak muda hangout dengan bersepeda, uniknya lagi  ada salah satu club motor membuat club sepeda pula, selain sebagai biker mereka juga goweser, sebut saja CB Warok Mancal (colek Pak Henry Warok) hemmmm.

Secara tidak langsung pesatnya perkembangan dunia persepedahan (sebut: goweser) memberikan nilai positif kepada masyarakat, baik secara ekonomi, sosial budanya dan politik. Sebagai contoh kecil secara ekonomi, banyak sekali, individu (masyarakat) selain sebagai goweser mereka juga sebagai penjual sepeda ataupun part-part dan asesoris, kalau dalam bahasa candaan teman-teman goweser, "Level karir tertinggi seorang goweser memang mbakul wal mblantik pit, tapi tidak semua bakul adalah goweser aktif" saya kutip dari tulisan Om Januaji (Sepeda Besi, Apa Istimewanya?), dan saat ini menurut beberapa sumber, toko sepeda di Ponorogo mengalami peningkatan penjualan 200-300%, luar biasa...,  itu sebagai bukti memberikan nilai positif dalam bidang ekonomi dan banyak sekali contoh-contoh lainnya, dari segi sosial, budanya dan politik tidak perlu saya sebutkan disini.

Selain memberikan nilai positif, akhir-akhir ini aktivitas bersepeda menjadi sorotan publik, apapun aktivitasnya, di tempat  umum, di jalan dan mungkin juga di jalur hutan, jika ada sesuatu yang kurang pas, pasti akan diposting disosial media. "Keluhan", "kritikan", "masyarakat" kepada pesepeda disosial media sering menjadikan pro kontra, dan secara tidak langsung memberikan citra negatif kepada pesepada.

Seiring semakin berkembangnya pesepeda khususnya di Ponorono tentunya memberikan warna, corak dan karakter terhadap goweser itu sendiri, banyaknya pesepeda baru menurut saya, kurang memahami "etika / adap dan safety riding" dalam bersepeda, hal ini yang sering menjadikan OKNUM pesepeda melanggar etika, adab, dan aturan yang berlaku.

"Keluhan, "kritikan" "masyarakat" bisa dijadikan intropeksi kepada semua pesepeda di Ponorogo, sesama pesepeda bisa saling mengigatkan, ketua-ketua  club atau koodinator bisa mengkondisikan, bisa memberikan edukasi anggotanya, untuk pesepeda atau club-club yang lama bisa memberikan contoh baik kepada pesepeda atau club-club baru, kepada masyarakat yang kontra, mohon maaf, sekali lagi mohon maaf, tidak semua pesepeda melangar "etika, adab, dan aturan" yang berlaku, kalau kita berbicara pelanggaran dan ketidaktertiban terntunya selain pesepada, banyak pengendara kendaraan lainya melakukan hal yang sama, mungkin karena euforia bersepeda saat ini yang menjadikan magnet "kekepoan", kalau kita lihat dari perspektif hukum semua sudah diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan.


Sebagai penutup,
Marilah menjadi goweser yang smart, paham protokol bersepeda dalam masa pandemi covid-19, paham safety riding, beretika, beradab, dan mematuhi peraturan yang berlaku.

Marilah kita sudahi saling salah-menyalahkan, saling mencari pembenaran, coba kita renungkan bukan aktivitasnya gowesnya, bukan aktivitas berkendara lainya  yang salah tetapi tergantung individunya,

KARENA "Kesadaran dan kedisplinan sesama pengguna jalan lah yang dapat menciptakan jalan yang aman dan nyaman."

dan kedepan semoga ada kebijakan tentang persepedahan atau kampaye-kampaye "tentang ketertiban berlalu lintas",

"Ayo bersepeda !! untuk sehatnya Ponorogo dan kita"

ada kurang lebihnya mohon maaf
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Pak Unting





Senin, 02 Maret 2020

T-shirt Rogowangi #2 official KSP 2020 sudah jadi ?

komunitassepedaponorgo.com - Kabar gembira untuk teman-teman Komunitas Sepeda Ponorogo, hora..., hore...
Salam gowes...
Salam Warok Pancal Pedal,
Alhamdulillah T-shirt Rogowangi #2 official KSP 2020 yang bertema "Glow In The Dark" dalam mingu-mingu ini Insya Allah sudah selesai. Dalam beberapa tahun lalu sampai sekarang KSP sudah membuat kaos Rogowangi sebanyak dua kali, pertama kaos Rogowangi #1 official KSP 2018, karya Om Udin dan Om Ranggi dan yang kedua Kaos Rogowangi #2 official KSP 2020.
Kaos Rogowangi #1 official KSP 2018

Sesuai dengan temanya "Glow In The Dark" kaos rogowangi KSP 2020 ini menggunakan bahan Cotton Commbed 30s, warna hitam dengan menggunakan aplikasi desain sablon Glow In The Dark artinya menyala dikegelapan, intinya jika kaos terkena cahaya, bahan sablon akan meyerap dan menyimpan cahaya, jika dikegelapan memancarkan cahaya dalam waktu tertentu, penasaran? simak video dibawah ini.


Ngk sabar nunggu ya teman-teman he he he, sama, saya juga kok, jangan kuatir kalau sudah jadi pasti diumumkan. Sabar ya... Ok terima kasih...

ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.

Kaos Rogowangi #2 official KSP 2020 sudah jadi





Oh iya teman-teman kalau pengen tahu
tentang  Jersey KSP dari masa ke masa simak tulisan dibawan ini:
1. Kaos KSP 2014 warna kuning lengan hitam bertuliskan GOWESER PONOROGO.

2. Jersey official KSP 2016 warna merah kuning.

3. Jersey edisi spesial KSP Wilayah Ponorogo Barat #1 warna merah kuning motif spederman.


4. Kaos GOWESIS KSP 2017 warna biru edisi spesial.


5. Official jersey KSP 2017 warna biru toska.

6. Kaos official RoGoWangi 2018.


7. Jersey edisi spesial 2018 GO DOLAN(KSP Wilayah Ponorogo Tenggara) GOKASBAT (KSP Wilayah Ponorogo Barat) warna ungu corak oranye.

8. Jersey official KSP 2019.


9.  Hoodie official KSP 2019.

10. Kaos ROGOWANGI #2 KSP 2020 "Glow in the Dark"






Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting
 *) Bloger, Vloger, Goweser

Minggu, 01 Maret 2020

Safety Riding, Pentingkah?

komunitassepedaponorogo.com - Bermuculanya pesepeda baru di Ponorogo menambah jumlah semakin banyaknya pesepeda (goweser) yang ada di Ponorogo. Macam-macam aktivitas mereka lakukan, bersepeda untuk mengisi hari minggu atau hari libur, gowes malam hari, gowes tipis-tipis antar Desa atau Kota-kota, ikut event-event gobar bahkan ada yang bersepeda dijalur-jalur extrim.

Pada event-event gobar atau aktivitas-aktivitas bersepeda lainya sering kita lihat beberapa goweser yang kurang memperhatikan safety riding, safety riding bukan hanya menggunakan helm saat bersepeda tetapi ada point-point lainya.

Apakah safety Riding itu penting?, yah...tergantung individu (goweser) itu sendiri memahami dan kesadaran seberapa pentingnya safety riding, saya tidak akan memaksa menggiring opini untuk sepakat dengan saya, menurut saya "keselamatan (safety riding) adalah hal paling penting bagi siapa saja yang ingin berkendara terutama saat mengendarai sepeda"

Saya ambil dari sumber  yang sudah saya cantumkan dibawah postingan, berikut ini poin poin sederhana untuk keselamatan saat bersepeda.
  1. Mematuhi semua peraturan lalu-lintas.
  2. Pastikan bahwa ukuran sepeda sesuai dengan pengendara, sehingga pengendara dapat menjangkau atau menguasai tuas rem sepeda dan stang sepeda dengan benar.
  3. Pastikan bahwa semua rem dan sepeda berkerja dengan layak atau sempurna.
  4. Selalu menggunakan lampu di malam hari dan memasang reflektor dengan benar.
  5. Jangan pernah dua orang mengendarai sepeda yang didesain hanya untuk satu orang (kecuali didesain khusus dan terpasang boncengan untuk anak).
  6. Jangan pernah berkendara sepeda dengan bertumpu pada kendaraan lain.
  7. Jangan Mengebut di kepadatan lalu-lintas.
  8. Waspalah pada mobil yang parkir (pintu dapat terbuka setiap saat) dan mobil yang masuk ke jalan.
  9. Gunakan tanda-tanda yang jelas ketika berbelok( saat ini sudah disediakan lampu sen kusus sepeda atau spion sepeda untuk kemanan saat bersepeda)
  10. Membawa muatan yang sewajarnya, jangan membawa muatan yang mengganggu pengereman dan penglihatan.
  11. Selalu gunakan helm.
  12. Apabila bersepeda dimedan atau area berat diajurkan menggunakan sepatu, sarung tangan,pelindung siku,lutut dan dada atau jaket khusus,
  13. Pastikan si Pengendara dalam kedaan sehat apabila kelelahan di anjurkan istirahat terlebih dahulu.
  14. Memakai bell sepeda serta botol dan persediaan air minum bila perjalanan jauh.
  15. Serta alat all Tool dan alat Komunikasi atau GPS bagi yang bersepeda daerah yang belum pernah dilalui.

Tips Aman Bersepeda di Jalan Raya
Kehadiran peseda (olahraga) membuat jalan raya semakin ramai, bahkan bisa menjadi semrawut. Kesemrawutan itu terkadang disebabkan oleh pesepeda yang tidak mematuhi peratutan lalu lintas di jalan raya. Kondisi ini sebenarnya sangat membahayakan bagi pesepeda. Bagaimana cara aman bersepeda di jalan raya? Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan.
  • Berpakaianlah dengan benar. Pakailah helm dan pakaian berwarna terang. Pada musim hujan, gunakan jas hujan yang tidak mengganggu kenyamanan, keseimbangan, dan kendali atas sepeda.
  • Patuhi rambu dan peraturan lalu lintas. Tak ada bedanya dengan pengguna jalan yang lain, pesepeda mesti mematuhi rambu dan perturan lalu lintas. Jika kita sendiri tidak tertib, bagaimana kita bisa menuntut pengguna jalan lain untuk berperilaku tertib ?
  • Jangan pernah bersepeda melawan arus jalan. Pengemudi kendaraan bermotor tak akan memperhatikan sepeda yang melaju di jalur jalan yang salah. Hukum dan akal sehat mengharuskan pesepeda menggunakan jalan seperti pengemudi kendaraan lainnya.
  • Jangan memakai headphone (earphone) - pakailah helm, jangan menggunakan piranti headphone (dari walkman maupun handphone ). Menurut penelitian, telinga yang tertutup rapat bisa mengurangi kewaspadaan pesepeda terhadap keadaan sekelilingnya.
  • Siapkan kedua tangan untuk mengerem. Anda mungkin tidak bisa langsung berhenti jika mengerem hanya dengan satu tangan. Jangan bersepeda terlalu dekat di belakang kendaraan lain, selalu siapkan jarak aman pengereman. Apalagi pada musim hujan karena rem selalu menurun efisiensinya manakala basah.
  • Perhatikan jalan di samping dan belakang Anda. Belajarlah memindai keadaan jalan di samping dan di belakang Anda tanpa harus kehilangan keseimbangan dan kendali Anda pada sepeda.
  • Jangan menyalip dari kiri. Pengemudi kendaraan bermotor biasanya tidak akan menduga kalau ada sepeda yang menyalip dari kiri, sehingga mereka juga tak siap dengan situasi terburuk yang muncul dari keadaan ini.
  • Jangan melewati garis pembatas jalan. Ketika akan menyalip, pastikan Anda tidak melewati garis pembatas jalan. Demikan halnya manakala lalu lintas dalam keadaan padat.
  • Gunakan lampu pada malam hari. Selain membantu Anda untuk melihat arah dan kondisi jalan, lampu membantu pengemudi kendaraan lain di depan untuk melihat keberadaan Anda. Tambahkan juga lampu di bagian belakang sepeda, atau sekurang-kurangnya reflektor.
  • Gunakan tangan Anda untuk memberi tanda. Gunakan tangan untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lain tentang arah mana Anda akan melaju. Ini memang aturan tak tertulis bagi pengguna sepeda, tetapi penting bagi keamanan Anda sendiri.
  • Rawat dan jagalah kondisi sepeda Anda- lakukan perawatan rutin sehingga sepeda Anda bisa berjalan dengan aman dan nyaman. Gantilah rem dan ban secara berkala. Merawat sepeda itu mudah, Anda bisa belajar dan melakukannya sendiri.

SAFETY RIDING BICYCLE MTB
Apakah Safety Riding Itu ?
  • Safety_Riding: Konsep yang menekankan kepada , mulai dari perlengkapan keamanan sampai persiapan terhadap kendaraannya.
  • Defensive_Riding: Konsep bagaimana kita mempertahankan dan keselamatan kita saat berkendara.
  • Smart_Riding: Konsep ini lebih menekankan pada kemampuan analisa bahaya, kemampuan membaca situasi kendaraan, dan mampu menerjemahkan aturan-aturan yang berlaku dijalan raya.
  • Konsentrasi / Fokus: Adalah hal yang mutlak dilakukan saat anda berkendaraan, jangan sampai ada hal lain yang mempengaruhi pikiran anda saat berkendaraan karena hal ini dapat berakibat pada kecelakaan yang fatal apabila diabaikan.
Semoga bermanfaat







Foto oleh: Mario | IDH Indonesian Downhill
Sumber: https://www.facebook.com/notes/tantra-m-p/prosedur-keselamatan-bersepeda/558529660862289/


Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting
 *) Bloger, Vloger, Goweser

Sabtu, 29 Februari 2020

Sekilas tentang logo WPP atau Warok Pancal Pedal

komunitassepedaponorogo.com - Semakin menjamurnya pesepeda dan Komunitas, Klub sepeda di Ponorogo memberikan semakin berwarnanya dunia pergowesan yang ada di Ponorogo. Mulai sekitar pertengahan tahun 2016 sampai sekarang perkembangannya luar biasa pesat, apalagi dengan semakin mudahnya menerima akses informasi dari media sosial.

Secara tidak langsung pesatnya perkembangan dunia persepedahan (sebut: goweser) memberikan nilai positif kepada masyarakat, baik secara ekonomi, sosial budanya dan politik. Sebagai contoh kecil secara ekonomi, banyak sekali, individu (masyarakat) selain sebagai goweser mereka juga sebagai penjual sepeda ataupun part-part dan asesoris sepeda, kalau dalam bahasa candaan teman-teman goweser, "Level karir tertinggi seorang goweser memang mbakul wal mblantik pit, tapi tidak semua bakul adalah goweser aktif" saya kutip dari tulisan Om Januaji (Sepeda Besi, Apa Istimewanya?), itu sebagai bukti secara tidak langsung memberikan nilai positif dalam bidang ekonomi dan banyak sekali contoh-contoh lainnya. Dari segi sosial, budanya dan politik tidak perlu saya sebutkan disini.

Saya akan sedikit memberikan penjelasan tentang logo Warok Pancal Pedal (WPP), banyak sekali mungkin dari teman-teman Goweser Ponorogo khususnya, yang belum mengetahui tentang apa itu  logo WPP.

logo WPP pertama kali dibuat tahun 2016, ide pembuatan Logo Warok Pancal Pedal (WPP) adalah Om Udin pada rapat admin pembuatan jersey KSP 2016, akhirnya disepakati untuk dipasang pada Jersey KSP 2016 dan seterusnya bertujuan sebagai identitas Goweser (pesepeda) yang berasal dari kota Ponorogo. Logo WPP mulai terkenal pada Pomade #1 (Ponorogo MTB Adventure ke 1) 2017 salah satunya digunakan untuk kaos/jersey team leader.

logo Warok Pancal Pedal merupakan logo dari Komunitas Sepeda Ponorogo yang digunakan sebagai identitas goweser yang berasal dari Ponorogo, WPP bukan merupakan klub atau komunitas yang berdiri sendiri, logo ini didesain oleh Om Udin dan Om Ranggi.








Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting
 *) Bloger, Vloger, Goweser



Selasa, 25 Februari 2020

Sepedah vintage yang selalu jadi primadona

komunitassepedaponorogo.com - Sepeda yang kita kenal ada beberapa jenis, ada DH, Am, Xc, Road bike atau mungkin ada beberapa jenis yang lainnya, saya akan sedikit bercerita khususnya aliran sepeda vintage atau sepeda jadul,  yang jelas bukan aliran Sunda Empire yang baru saja heboh ya..hhhhhhhhh.

Ok.....sebenarnya apa sih sepedah vintage?, sepedah vintage ini dulunya bisa dibilang sepeda yang jaya pada masanya, vintage sendiri hanya sebutan pada era sekarang, dulu orang menyebutnya juga sepeda gunung seperti sekarang, karena ada banyak pilihan gear disepedanya, kalau di era sekarang yang paling banyak dipakai sepeda federal, yakni sepeda produksi dalam negeri yang sempat berjaya di Negeri sendiri, tapi tidak jarang temen-temen gowes dengan merek lain, ada Polygon, Miyata, Kuwahara atau merek lainnya.

Alasan mengapa di era sekarang masih saja diminati untuk diajak gowes, macam-macam alasan yang saya dengar dari sesama pecinta sepeda vintage (besi), ada yang bernostalgia karena dahulu waktu sekolah sepedanya sama, ada juga yang lebih memilih sepeda vintage karena lebih enteng dikayuh dijalan aspal dan masih banyak alasan kenapa mereka masih menyukainya.

Ohh iya... untuk di Ponorogo sendiri sudah ada beberapa orang yang penghobi sepeda vintage lebih khususnya dengan merek federal, pernah juga gowes bareng dengan komunitas sekarisidenan Madiun atau biasa disebut Pakde Karmadi, kalau temen-teman punya sepeda serupa jangan buru-buru dijual atau dirongsokan, lebih baik dikasihkan ke kita-kital, hehehe (guyon lurrr).

Selamat bersepeda ria kawan... semoga selalu bisa menikmati alam Indonesia dengan bersepeda.. jaga selalu alam ini...



Penulis Febrian Enggi | Editor Febrian Enggi, Pak Unting

Asiknya Gobar "Jelajah Bumi Among Rogo" bisa foto dengan Mbak-mbaknya yang cantik

komunitassepedaponorogo.com - Ok teman-teman Assalamu'alaikum kali ini saya  akan berbagi cerita acara Gobar SEGO "Semanding Gowes Adventure Ponorogo" yang bertema "Jelajah Bumi Among Rogo".

Kami dari GOKASBAT (KSP Ponorogo Barat), Rencana mau berangkat dengan empat  orang , Saya sendiri, Mas Muklis, Pak Agung dan Mas Region, ternyata diluar rencana yang telah dipersiapkan, Mas Muklis ngk jadi ikut wah bouruk... padahal sudah dibelikan tiket, akhirnya hanya tiga orang yang berangkat.

Berangkat jam 5:00 wib langsung menuju lapangan  Semanding  Kecamatan Jenangan Ponorogo, setelah sampai mempersiapkan sepeda dan apesnya tiketnya lupa ngk kebawa gaes.... bouruk ini, akhirnya cari lagi tiket di venue untuk dua orang, Saya dan Pak Agung karena Mas Region dibawa sendiri tiketnya.

Start sekitar jam 7:00 wib semua peserta mulai menyusuri jalur gobar yang panjangnya sekitar 25 km, dari lapangan semanding belok kiri arah Ngebel sekitar 1 km, belok kanan turunan dan tanjakan yang lumayan menguras tenaga tembus jalan aspal belok kanan menyusuri perkampungan, persawahan, belok-belok dan muter-muter pokoknya gaes.., dengan kobinasi jalur aspal, cor-coran, tanjakan dan turunan tipis.

Selama perjalanan Mas Region sudah jauh didepan meninggalkan kami (Saya dan Pak Agung), sampai ditanjakan Gunung Dangean. Disini banyak ketemu dengan teman-teman goweser, canda tawa kami lalui, saut menyaut kata- kata lucu Segone wes mateng? Semongkone endi?, SPG ne wes macak? yah sekedar candaan diwaktu istirahat untuk menghilangkan rasa lelah... :D

Pak Agung mulai lelah gaes... mengajak putar balik mencari jalan pintas padahal baru 9,4 Km, akhirnya mau saya ajak nanjak pelan-pelan jalur gunung Dangean, sampai puncak, turunan istirahat sebentar dipos air minum.

Perjalanan dilanjutkan arah Mlilir jalur sebagian onroad arah menuju kawasan hutan Gunting Desa Kradinan Dolopo Madiun, melewati turunan jembatan, naik jalur single track, offroad masuk hutan Gunting wah... Jalurnya becek gaes..... licin lagi... mau ngk mau harus tutun bike wekeke...,

Semakin masuk  beberapa puluh meter dalam hutan jalurnya semakin asik, semak-semak hutan jati yang rimbun dan sejuk, sempat was-was juga seh...dilihat dari vegetasinya kemungkinan besar habitat ular hijau ekor merah (Trimeresurus albolabris), high venom dan di Indonesia belum ada SABU nya (Serum Anti Bisa Ular) ngeri... Gaes..., apalagi Pak Agung sering berhenti disemak-semak kakinya kram lah, tanganya pegal-pegal lah, bokong panas lah, celanya sobek lah, komplek dah... pokoknya, tapi ngk apa-apa serunya memang disitu sambil menikmati perjalanan.

Setelah keluar dari kawasan hutan Gunting sampailah pada Pos Semongko, disini Pak Agung hilang lagi entah kemana, (mungkin mencari ... wekeke)  bouruk...!, setelah saya cari-cari ngk sengaja ketemu dengan Pak Udin ngobrol sebentar tanya-tanya ternyata Pos semangka ini merupakan taman wisata, masih termasuk wilayah Desa Kradinan, hemm asik juga...lanjut... foto-foto ditaman dan dipaksa diajak Pak Agung foto dengan mbk-mbk yang cantik, biar ngk kuciwo saya mau hick..., setelah itu melanjutkan perjalanan masih 5 km lagi gaes,,,finishnya. huf... :(

Sekitar jam 11:00 alhamdulillah finish...
walaupun terakhir nyampeknya  wkwkwkwkwkwk. :D


Untuk yang males baca silahkan tonton video youtubnya  ya ..  :D jangan lupa Subcribe, like, komen dan share :D 
Terima kasih

Note:
Yang mengesankan menurut saya yaitu: Jalur offroad masuk kawasan hutan Gunting Kradinan Dolopo Madiun, suasanya asik adem, single track, tanahnya sebagian besar tidak blekuk, tidak jemek mantap poll pokoknya.

Overall acara Gobar SEGO "Jelajah Bumi Among Rogo" sudah bagus dilihat dari track atau jalurnya, memang ada berapa hal yang kurang tapi itu menurut saya masih "wajar" , semoga kedepanya lebih baik lagi. Tetap semangat..!!!.

"Secara pribadi dan Kami atas nama Komunitas Sepeda Ponorogo
Mengucapkan Selamat MILAD ke 1 SEGO Semanding Gowes Adventure Ponorogo
Sukses selalu tetap semangat, semoga tambah kompak, semoga bisa mengkampayekan, menularkan virus-virus gowes ke masyarakat khususnya yang ada di Ponorogo"
salam gowes...
Salam Warok Pancal Pedal...





Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting
 *) Bloger, Vloger, Goweser

Senin, 24 Februari 2020

Sepeda Besi, Apa Istimewanya?

Berbicara tentang sejarah perkembangan sepeda MTB (Multi Terrain Bike), tentu tak bisa dilepaskan sebuah era dimana hampir semua frame sepeda MTB terbuat dari bahan besi (Hi-Ten Steel). Sebelum kemajuan teknologi memperkenalkan aluminium dan serat carbon sebagai unsur utama frame sepeda, besi telah lama merajainya. Tapi itu masa lalu, sudah lama sekali. Nah di saat lagi boomingnya sepeda hardtrail, full suspension, roadbike, dll yang berbobot sangat ringan seperti yang terjadi saat ini, ternyata masih ada saja goweser yang tetap setia menggunakan sepeda berat (besi dan cromoly) produksi sekitar tiga dasawarsa yang lalu, atau lebih tepatnya kisaran tahun 1990. Baik sebagai pendamping sepeda lain yang lebih 'baru', maupun sebagai sepeda utama dan bahkan satu-satunya. Salah satunya saya sendiri :D

Ada beberapa alasan saat seseorang lebih memilih untuk tetap menggunakan sepeda MTB vintage. Yang pertama adalah sugesti kenyamanan. Bagi yang telah lama menikmati MTB sejak era frame besi, tentu tubuhnya sudah terbiasa pada geometri sepeda besi yang cenderung touring style. Mereka akan kesulitan untuk beradaptasi dengan model sepeda sekarang yang sebenarnya lebih menunjang untuk aksi yang lebih impresif dan mobilitas lebih tinggi, serta speed bianter. "Paling nyaman ki tetep sepeda wesi", begitu mereka biasa berujar. Istilah kasarnya: boyok e wis kadung fanatik hehe

Alasan kedua adalah romantisme masa lalu. Masa muda atau bahkan masa kecil. Bagi sebagian orang, kenangan adalah sejarah yang jika diingat akan memunculkan emosi tertentu. Beberapa kawan (seangkatan) saya mengaku masih terkenang saat pertama memiliki sepeda pada waktu mereka SD/SMP. Sekitar tahun 1990an awal. Tentu saja sepeda pertama yang mereka punyai adalah sepeda besi. Ada yang dari merk terkenal dalam dan atau luar negeri, ada yang produk industri kecil lokalan. Ada yang dibelikan orang tuanya, hadiah dari paman/ bibinya, ada pula yang mendapatkannya sebagai doorprize saat orang tuanya membeli sepeda motor. Sebagian berhasil merawatnya hingga kini, sebagian lagi ngangkrak di kandang, dihibahkan, terjual, ter-rosok-kan, dll, tapi pada akhirnya mereka rebuild lagi, hunting lagi, karena kenangan yang tak pernah hilang hehe..

Yang juga termasuk pada kategori ini adalah dendam penasaran di masa lalu, dimana dulu dia tidak mempunyai kesempatan untuk memiliki sepeda MTB karena banyak alasan misalnya orang tua tidak mampu membelikan karena memang sepeda jenis MTB harganya lebih mahal dibanding yang lain. Saat keadaan sudah memungkinkan, kesempatan sudah ada, dibelilah sepeda tersebut. Tanpa menghiraukan jaman yang sudah semakin maju, tanpa peduli sudah berbuntut, istri cemberut, dll.. Dan tak bisa dipungkiri bahwa mereka yang terjebak kenangan inilah yang akhirnya membuat harga sepeda vintage merk tertentu melambung tinggi. Berapapun harganya asal hati senang akan ditebus. Bahkan sepeda yang masih dipakai orang pun kadang dipepet dan ditawar haha parah parah.

Alasan lain adalah karena faktor ekonomis. Sepeda besi vintage bekas siap pakai pastinya cenderung lebih miring harganya. Keinginan untuk beraktivitas sepeda seperti orang lain tentunya harus disesuaikan dengan kondisi kantong. Tidak perlu memaksakan. Yang penting tujuan olahraga sehat tecapai. Sehat lahir-batin, sehat jiwa, raga, dan neraca. Apa bagusnya sepeda mehong kalau keluh kesah tentang cicilannya sampai terungkapkan hihihi Satu lagi, goweser cenderung mempertahankan kepemilikan MTB besi Vintage karena dianggap mempunyai nilai seni tinggi dan fleksibilitas tampilan yang cukup variatif. Sepeda jenis ini bisa dimodifikasi kedalam bentuk aliran sepeda yang lain sesuai kebutuhan dan kebiasaan gowes. Bisa dimodif sepeda touring dengan part dan aksesoris lengkap mulai rak pannier, vender, dll. Bisa juga disulap menjadi roadbike dengan ban kecil, stang lengkung dan u-brake. Ada juga yang menjadikannya berpenampilan layaknya sepeda hardtrail masa kini dengan groupset kelas premium dan disk brake hidrolis. Mengutak-atik sepeda, modif berbagai gaya, itu sama mengasyikkannya dengan gowes. Saya sendiri menyeting sepeda besi saya sebagai sepeda hybrid dengan ban 700 x 35c karena lebih sering digowes di jalan aspal tapi dengan speed suuantai poll hehe.

Lantas, bagaimana dengan jawaban dari judul artikel ini? Tentang keistimewaan sepeda besi? Sebenarnya keistimewaan utama dari sepeda besi adalah mampu memberikan efek sehat bagi pemilik yang rajin dan konsisten menggowesnya.
Tapi.. bukankah jawaban ini juga berlaku untuk semua jenis sepeda???!!! Memang hehe.. karena sebenarnya apapun sepedanya, selama dia mampu memberi manfaat kepada pemiliknya, penggowesnya, maka dia adalah sebuah sepeda istimewa. Baik itu manfaat kesehatan, pertemanan, dan wawasan pengetahuan. Manfaat keuangan? Boleh juga tapi itu bonus. Level karir tertinggi seorang goweser memang mbakul wal mblantik pit, tapi tidak semua bakul adalah goweser aktif kwkwkwkwk.

Intinya apapun sepedanya, marilah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terutama untuk menabung salah satu aset hari tua yang tak akan ternilai harganya, yakni kesehatan jiwa dan raga. Salam gowes, salam dua pedal, salam mancal, salam sehat.. Boleh saling membulli asal tidak makan hati hehe..





Penulis Janu Federal | Editor Pak Unting
 *) mantan blogger. pecinta pitwesi

Selasa, 18 Februari 2020

Tetap tersenyum di tanjakan dengan sproket 7 speed

Komunitas Sepeda Ponorogo - Dalam bersepeda tentunya kita akan menemui beberapa jalur, ada jalan tanjakan, turunan atau pun jalan yang datar, bagi sebagian rekan goweser jalan tanjakan adalah jalan yang menyebalkan, bagaimana tidak, kita harus mengayuh lebih kuat dan pastinya menguras tenaga.
Dalam hal ini gear ratio sepeda kita sangat mempengaruhi dalam hal kita gowes di tanjakan.

Ada banyak macam2 gear ratio yang sudah di sediakan oleh pabrikan , gear ratio sendiri terdiri dari chainset (gear depan ) dan cassette (gear belakang). Dalam pembahasan ini saya akan menjelaskan untuk gear belakang saja atau sproket belakang, Oke... banyak diantara teman-teman gowes di awal tahun 2013 untuk sproket belakang 7 speed atau 8 speed, dan sampai tahun 2020 ini sproket pun sudah semakin macam varian, untuk yang saya ketahui sudah ada 11 speed.Nah bagaimana kalau sepeda kita masih 7 speed??? apa harus upgrade 11 speed???


Semakin banyak sproket semakin mahal pula uang yang harus kita keluarkan, belum lagi kita harus upgrade shiter(pemindah ratio gear), rd , free hub juga harus ganti.Sebenarnya bagi yang punya uang lebih upgrade berapa speed pun gak masalah, tapi kalau dana kita sedikit ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, kita cukup ganti sproket 7 speed biasa dengan 7 speed megarange.

Sproket standart untuk 7 speed biasanya ukuran 14T - 28T (ukuran gear dari yang terkeci sampai terbesar) sedangkan 7 speed megarange ukuran 14T - 34T, perbedaannya cukup banyak , kalo untuk 7 speed megarange yang membedakan ada gear yang terbesar  standart 28T dan yang megarange 34T.
Untuk buat gowes di jalan tanjakan sudah  sangat terasa perbedaannya, cukup ganti sproket nya saja gowes tanjakan seakin entenggggg...Saran aja ya....biar pun kita memakai sproket dengan ukuran berapapun, kalo capek di tanjakan, istirahat aja, tuntun sepeda juga gak haram hukum nya. hhhhhhhhh,,
Salam gowes......







Penulis Febrian Enggi | Editor Pak Unting