ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemuwah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya dengan berbagai macan jenis sepeda.
Senin, 16 Maret 2020
Waspada Corona, Ponorogo Gowes Jemuah Bengi ke 43 Diundur
ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemuwah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya dengan berbagai macan jenis sepeda.
Mujack - Bersepeda itu aneh tapi nyata karena saat panas tidak kehujanan dan saat hujan tidak kepanasan
Nama panggilan: Mujack
Pekerjaan: -
Alamat: ig : mujack13
Nama klub atau Komunitas: ACC (Army Cycling Club)
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda: Suka : tambah teman, tambah sehat, tambah gemuk (habis bersepeda makan tambah banyak). Duka : saat sudah lelah ketemu tanjakan, akhirnya nuntun. Pengalaman menarik dengan bersepeda : pernah suatu hari saat bersepeda dengan teman tiba-tiba sepeda teman rusak, akhirnya saya nyari tali dan dengan bersepeda saya tarik sepeda teman saya yang rusak sampai bengkel sepeda, itulah pengalaman menarik dengan bersepeda.
Minggu, 15 Maret 2020
Amry Ardiyantoro - Bagi Saya, Bersepeda Merupakan Suatu Kegiatan Untuk Menghilangkan ke Suwungan Hati ":D
Nama panggilan: Amry Saja
Pekerjaan: Salesman
Akun sosial media: amry ardiyankusumardani
Alamat: Bedikulon Bungkal Ponorogo
Nama klub atau Komunitas: SSTK (Sepedahan Sak Temune Konco)
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda: hal yangg paling berkesan menurut saya adalah bisa bertemu dengan berbagai macam karakter orang, tidak peduli siapa kita, mau orang kaya atau orang biasa,, diatas sepeda kita semua SAMA".
Sabtu, 14 Maret 2020
Ari Setiawan - Dengan Bersepeda Kita Tidak Perlu Antri BBM
Alamat: Somoroto
Nama klub atau Komunitas: SSTK (Sepedahan Sak Temune Konco)
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda: Pas gobar jalanya itu mblekuk (berlum[ur), jadi kita harus sering kali nyole t(ngresiki walet soko ban), kalo nggak nyolet ya kita harus mikul.
Jumat, 13 Maret 2020
Defid Febihangga - Bersepeda Membuat Tambah Gemuk, Setelah Sampai Tujuan Terus Nyari Warung Makan.
Nama panggilan: Ayah Dio
Pekerjaan: Loss Prevention (Satpam)
Akun sosial media: Dafid ayahe dio
Alamat: Dukuh Njambean Rt/Rw 02/01 Desa Cekok Kec. Babadan Kabupaten Ponorgo
Nama klub atau Komunitas: PSP(Pokok Sehat Ponorogo)
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda: Waktu Gobar GSS di Pedok kafe 2017 yang malamnya hujan deras banyak goweser yang gagal finish karena rd rusak, termasuk club saya hanya beberapa yang finis karena jalur terlalu extreme.
Rabu, 11 Maret 2020
Mi Goreng #2, Jalur Kucur Lingkar Barat Menyusuri Perbatasan Jawa Timur Jawa Tengah
Survey jalur Kucur 2014
Pertama kali survey dan mapping jalur Kucur, tahun 2014 tepatnya tanggal 14 September 2014 bersama tiga orang, saya sendiri, Pak Budi dan Pak. Edi Eva Comp, dengan bantuan aplikasi mapmayride, hasil survey, kami beri nama JK1 (jalur Kucur 1) dan kami teruskan dengan jalur-jalur yang lain sampai tahun 2019 (foto-fotonya bisa dilihat disini klik, hasil mapping klik).
Start Jembatan Pelangi Biting (foto oleh Mas Ramdhoni)
Minggu 8 Maret 2020 kami gowes saya sebut Mi-gOreng #2 (Minggu Gowes Bareng) jalur Kucur lingkar barat dengan sembilan orang, Saya, Pak Tatang (RBC), Pak Upik (Gopro), Mas Feri (Progres), Mas. Tomi Sibe (Gopy), Mas Denny (Goweser perbatasan Ponorogo Pacitan), Mas Rony (KSP), Mas Muklis dan Mas Izul (Gokasbat).Sebelum gowes kami create route dahulu, mapping jalur, elevansi, jarak, dan perkiraan waktu tempuh (lihat peta). Rencana kami melewati track gabungan lingkar barat dan lingkar timur, tiga stage dengan jarak kurang lebih 15 km. Start dari Jembatan Pelangi Biting, kami bersembilan menuju ke arah timur jembatan Sumorobangun, petigaan timur jembatan ke kiri arah tambang pasir, sampai pertigaan ke kanan masuk hutan kayu putih jalur offroad berbatu, tanjakan tipis pertama. Dari tanjakan pertama ke kiri naik tipis, offroad berbatu single track sampai turunan stage 1. Dari sini kita bisa menikmati pemandangan yang lumayan indah karena lokasinya agak tinggi dilereng barat bukit Kucur, kalau kita melihat ke arah kiri, bisa melihat hamparan hutan kayu putih yang ditanami tanaman tumpang sari jagung, tampak kuning kehijauan. oh ya lokasi ini kalau sore hari, kita bisa melihat sunset yang sangat indah cocok untuk hunting foto.
Sunset Jalur Kucur lingkar barat(foto Ig Pak Unting)Dari pertigaan Jengglong jalur mulai menanjak berkala :D, ke arah kanan sampai perempatan Jenggong (Cakruk Jengglong), disini sebaiknya istirahat dulu. Dari perempatan Jengglong ke kiri arah Prongkol dengan kiondisi jalur cor-coran tanjakan semi uphil, agak licin sampai dengan pertigaan prongkol, oh iya jangan kaget kalau ada anjing menggonggong :D .
Sampai dipertigaan Prongkol kami istirahat dulu, Mas. Tomi Sibe pulang karena ada acara, tidak bisa melanjutkan beliau ke kiri arah ngepal perbatasan Jatim-Jateng. Kami tinggal bertujuh, Saya, Pak Tatang (RBC), Pak Upik (Gopro), Mas Feri (Progres), Mas Denny (Goweser perbatasan Ponorogo Pacitan), Mas Rony (KSP) dan Mas Muklis (Gokasbat), loh kok tujuh tadi kan sembilan orang yah,, harusnya kan 9-1 = 8 karena mas Tomi Sibe pulang, oh iya Mas Izul (Gokasbat) ngk ada, saya sempat bingung disini kok anggotanya kurang satu, kirain masih dibelakang ternyata menurut Mas Denny, Mas, Izul setelah tanjakan pertama beliau ada kepentingan langsung pulang, plong hati saya he he he.
PAL Prongkol batas Provinsi Jatim Jateng
Perjalanan kami lanjutkan dari pertigaan Prongkol ke kanan jalur aspal, menanjak bertahap sampai dengan tikungan arah Bukit Cumbri, lurus masuk stage 2 jalur offroad single track, sebelum masuk stage 2 kami melihat-lihat lokasi, di tempat ini terdapat PAL batas Jawa Timur dan Jawa Tengah karena Jalur Kucur lingkar Barat melewati dua provinsi, menyusuri perbatasan Jatim-Jateng khusnya pada jalur stage 2, kalau kita jeli akan menemukan PAL batas yang menyebar disepanjang jalur.
Single track stage 2
Masuk stage 2 jalur berupa offroad single track, flat masuk hutan haterogen sebagian besar hutan jati, jambu mente, semak-semak perdu, semakin masuk track semakin basah dan ada bagian track yang blekuk (berlumpur) sekitar 100 meter, teman-teman menyebutnya sebagai jalur kebo (kerbau), karenan memang jalurnya seperti kubangan kerbau, tetapi menurut saya masih masih wajar walaupun berlumpur tapi tidak terlalu lengket. Perjalanan dilanjutkan lagi sampai pertigaan, kalau ke kiri arah Sodong, kalau jeli sebelah kanan jalan kita bisa menjumpai PAL batas, kami mengambil arah kanan masih single track dan berlupur lagi sekitar 100 meter lah.., wadawww... saya kaget beberapa tahun yang lalu walaupun musim hujan jalur ini tidak berlumpur he he he.
Turunan tipis stage 2 hutan Kucur
Setelah jalur berlumpur yang kedua, kami melewati turunan stage 2 jalur yang dinanti-nanti para goweser karena jalurnya berupa turunan yang lumayan panjang kondisi jalur berbatu gerak, licin, hutan jati, semak belukar disepanjang jalan, dengan pemandangan hijau dedaunan semak dan hawa sejuk semriwing, sampai pertigaan JK2 belok kiri turunan licin dan tebing longsor.
Stage 2 jalur diatas sungai
Setelah tebing longsor sampai di sungai kecil, kami istirahat sejenak sambil opservasi jalur, Pak Upik sebagai leader mengecek jalur diatas sungai yang tertutup semak-semak dan ranting kering, dari sini kami harus hati-hati karena jalur didepan sepanjang jalan samping kanan, kiri ditumbuhi rete-rete dan pohon tumbang, kemungkinan jalurnya melewati habitat king cobra (Ophiophagus hannah) higt venom, karena saya dua kali musin kemarau kemarin hampir menabrak ular yang ciri-cirinya mirip dengan king cobra, selain itu kemungkinan juga habitat ular hijau ekor merah (Trimeresurus albolabris) higt venom.
Menerobos daun dan ranting yang beduri
Setelah beberapa waktu perjalanan, kami terhalang oleh pohon berduri yang menutupi jalur, mau tidak mau ya harus brobos (menerobos), melewati daun dan ranting berduri. Perjalanan kami lanjutkan melewati bekas Hutan Wisata Kucur dan finish di res area Kucur nyerang soto dan esteh. sedapnya...
Pak tatang & Mas Rony siap nyerang Es teh
Kami tidak melanjutkan stage 3 karena bisa dipastikan jalurnya berlumpur karena malamnya hujan. Stage 3, setelah bekas hutan wisata kucur, ada pertigaan belok kiri single track tembus belakang Polsek Badegan, terus ke arah utara masuk hutan kayu putih dan ladang penduduk, sisi timur hutan Kucur, mungkin next time bisa dilanjutkan lagi :D.
dibawah ini video perjalan kami
jangan lupa subcribe, like komen n share ya teman2 :D
Terima kasih
Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting
*) Bloger, Vloger, Goweser
Senin, 09 Maret 2020
Andri Priyandono - Sepeda Adalah Cara Saya Menikmati Hidup
Nama panggilan: Hombeng
Status : Jomblowan
Status : Jomblowan
Pekerjaan: Tukang madang
Alamat: Somoroto Ponorogo
Nama klub atau Komunitas: Gokasbat (Goweser KSP Barat)
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda:
Suka duka bersepeda. Pernah ikut event. Bayar 150k.. Cuma buat nuntun sepeda 15km
Suka duka bersepeda. Pernah ikut event. Bayar 150k.. Cuma buat nuntun sepeda 15km
Gowes Jalur Wonopuro Jambon, Mendaki Bukit Melewati Lembah
Wonopuro 24 April 2016
komunitassepedaponorogo.com - Wonopuro masuk wilayah Kecamatan Jambon kabupaten Ponorogo Dusun Sidowayah Desa Sidoharjo. Jalur ke Wonopuro sebagian besar masih berupa tanah, karena menurut beberapa sumber, Wonopuro termasuk daerah yang masih "terisolir". Destinasi menarik Wonopuro adalah puncak Gunung Bangkong dan taman baca Wonopuro, tetapi terakhir saya ke sana sudah tidak digunakan. Pertama kali gowes jalur Wonopuro pada 24 April 2016 berdua dengan Pak Agung Cipta, yang kedua tanggal 21 Sebtember 2019.Saya akan bercerita gowes ke Wonopura yang ke 2, berangkat dari rumah jam 5:30 Wib, tikum di depan koperasi Aman Jambon, bersama empat orang, saya sendiri, Pak Upik, Mas Muklis dan Mas Region.
Waktu berlalu teman-teman sudah mulai berdatangan, tingal menunggu Pak Agung Joy yang belum datang, karena rencana kami muncak di Gunung Mbangkong masak-masak dan ngopi, Pak Agung sebagai master kompor tugasnya membawa kompor dan peralatan masak lainya, makanya kedatanganya sangat dinati-nanti.
Jam sudah menunjukan 7:15 Wib pak Agung Joy belum juga menampakkan batang hidungnya, dihubungi nomor hpnya, Whatsapp dan handy talky (HT) tidak ada respon wah bouruk..., akhirnya kami memutuskan untuk start meningalkan Pak Agung Joy.
Start dari Koperasi Aman arah ke selatan menuju SDN 5 Krebet kurang lebih 5 Km, dengan kondisi jalur paving, aspal, cor-coran, mc-dam, datar, sedikit tanjakan dan turunan. Goweser yang belum membawa bekal bisa bisa mampir di pasar tradisinal Sidoharjo, kalau pas hari pasaran banyak penjual makanan dan minuman tradisional contohnya puli, getuk, cenil dan lain sebagainya, tapi kalau tidak pasaran ya sepi. :D .
Kami berhenti di pasar Sidoharjo, kebetulan pas hari pasaran, membeli nasi pecel bungkus godong jati dan minuman parem sebagai bekal dalam perjalanan, rencana nasi pecel kami makan di puncak Gunung Bangkong, selesai belanja perjalanan kami lanjutkan ke SDN 5 Krebet.
Sampai di SDN 5 Krebet kami istrirahat dahalu karena perjalanan selanjutnya menguras tenaga menuju ke Wonopura. Dari SDN 5 Krebet sebetulnya untuk sampai ke tujuan, jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 2 Km, tetapi jalurnya sebagian besar masih tanan (offroad) dan menanjak, dari sinilah menurut saya penjalanan yang menarik karena sebelum sampai di Wonoporo, jalurnya melewati bukit, hutan dan ladang penduduk, kita bisa melihat pemandangan yang lumayan bagus dan khas suara hutan, suara garengpung (Cicadidae).
Belik (mata air) Wonopuro
Selain menarik jalur dari SDN 5 Krebet sampai Wonopura merupakan penjalanan yang lumayan berat menurut saya, karena sebagian besar jalanya berupa tanjakan yang kita harus menuntun sepeda karena memang tidak bisa kita pancal, kalau diprosentase sekitar 75% tuntun sepeda, makanya kami sering berhenti, selain capek memang kami santai, tidak ada taget waktu untuk sampai tujuan dan biasanya moment seperti ini kami gunakan untuk bercanda, melepas tawa, apalagi para jomblowan sukanya curhat hehehe hehe, kebetulan Mas. Muklis dan Mas Region saat itu masih jomblo yah ... jomblo, jomblo akut mungkin mereka merasakan beratnya tanjakan yang mereka lalui seberat kisah cintanya, jadi untuk melepas beban cinta mereka curhat ke saya, jadi critanya Mas. Muklis ini kan naksir seseorang namannya..... aduh... saya kok jadi ghibah... maaf..maaf.. ceritanya saya cut saja.Sekitar jam 10:00 wib, sampailah dirumah penduduk pertama sebelum masuk perkapungan Wonopuro, kami istirahat di belik (mata air) yang ditumbuhi pohon besar dan rindang, wah sejuk sekali, karena sudah lapar kami memutuskan untuk makan nasi pecel godong jati, wah nikmat... pas sekali momenya, selesai makan kami ngobrol dengan penduduk sekitar, kami berkenalan, bercertia banyak hal, sebagian dari kami istirahat diatas pohon yang besar sambil menikmati sejuknya udara sambil tidur-tiduran.
Mesra sekali mereka ya?
Tak terasa waktu semakin siang sudah jam 11:00 wib, rupanya kami keenakan disini perjalanan, kami lanjutkan menuju taman baca Wonopuro, rencana kami mampir ke taman baca dulu sebelum muncak Gunung Bangkong.Kami sampai di Taman Baca Wonopuro yang bangunanya terletak didepan Rumah Pak RT, yah kami berencana istirahat dulu disini, sambil minta ijin untuk naik ke Gunung Bangkong. Selang beberapa saat Pak Rt datang sambil membawa kopi wah... jadi ngerepotin neh.... rencana kan haya sebentar istirahatnya, mau ngk mau kami ngobrol sama Pak Rt sambil menikmati kopi, wah sedapnya...
Taman baca Wonopuro
Cukup lama kami ngobrol dengan Pak Rt, waktu sudah menunjukan jam 13:00, kami memutuskan untuk pamitan pulang dan tidak jadi muncak ke Gunung Bangkong, tapi ngk apa banyak sekali cerita dan pengalanan mereka yang bisa kami ambil hikmahnya mungkin suatu saat bisa kesini lagi muncak ke Gunung Bangkong. akhirnya kami semua turun, alhamdulillah bisa kembali kerumah masing-masing dengan selamat.Mapping map:
https://www.mapmyride.com/routes/view/2919735616
dibawah ini video perjalan kami
jangan lupa subcribe, like komen n share ya teman2 :D
Terima kasih
Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting
*) Bloger, Vloger, Goweser
Rabu, 04 Maret 2020
Dwi Susilo - Bersepeda Sesuatu Banget Apalagi Didampingi Sang Mantan Terasa Indah ....Ahay kel kel kel kel
Nama panggilan: Dwi kel wae
Pekerjaan: Kerja di SMP N 2 Ponorogo
Alamat: Singosaren Kabupaten Ponorogo
Nama klub atau Komunitas: GOSERA (Goweser Mesra)
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda:
Quote:
"Penikmat gowes, tanjakan turunan dinikmati yang penting safety, sehat itu mahal ....Ahay kelkel"
"Mari bersepedahlah menurut kemampuan masing- masing, jangan dipaksakan apalagi gengsi dan lainya Ahay kelkel"
Senin, 02 Maret 2020
Iis Indah S - Bersepeda bisa mencegah terbentuknya sel kanker, membakar kalori serta dapat mengurangi nyeri saat haid
Nama panggilan: Iis Indah
Alamat: Sambit Ponorogo
Nama klub atau Komunitas: GOPERET
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda:
Menurut saya sih bersepeda adalah hal yang menyenangkan selain itu manfaatnya sangat banyak untuk kesehatan contohnya mencegah terbentuknya sel kanker, membakar kalori serta dapat mengurangi nyeri saat haid.
Sukanya kalau pas gobar bisa bertemu dan mengenal banyak teman. Saya juga pernah menjadi gowesist pertama yang mampu menaklukkan Gunung Gajah dan masih banyak lagi pengalaman menarik dari bersepeda yang tentunya tidak bisa di sebutkan semuanya hehe.
Menurut saya sih bersepeda adalah hal yang menyenangkan selain itu manfaatnya sangat banyak untuk kesehatan contohnya mencegah terbentuknya sel kanker, membakar kalori serta dapat mengurangi nyeri saat haid.
Sukanya kalau pas gobar bisa bertemu dan mengenal banyak teman. Saya juga pernah menjadi gowesist pertama yang mampu menaklukkan Gunung Gajah dan masih banyak lagi pengalaman menarik dari bersepeda yang tentunya tidak bisa di sebutkan semuanya hehe.
T-shirt Rogowangi #2 official KSP 2020 sudah jadi ?
Salam gowes...
Salam Warok Pancal Pedal,
Alhamdulillah T-shirt Rogowangi #2 official KSP 2020 yang bertema "Glow In The Dark" dalam mingu-mingu ini Insya Allah sudah selesai. Dalam beberapa tahun lalu sampai sekarang KSP sudah membuat kaos Rogowangi sebanyak dua kali, pertama kaos Rogowangi #1 official KSP 2018, karya Om Udin dan Om Ranggi dan yang kedua Kaos Rogowangi #2 official KSP 2020.
Kaos Rogowangi #1 official KSP 2018
Sesuai dengan temanya "Glow In The Dark" kaos rogowangi KSP 2020 ini menggunakan bahan Cotton Commbed 30s, warna hitam dengan menggunakan aplikasi desain sablon Glow In The Dark artinya menyala dikegelapan, intinya jika kaos terkena cahaya, bahan sablon akan meyerap dan menyimpan cahaya, jika dikegelapan memancarkan cahaya dalam waktu tertentu, penasaran? simak video dibawah ini.
Ngk sabar nunggu ya teman-teman he he he, sama, saya juga kok, jangan kuatir kalau sudah jadi pasti diumumkan. Sabar ya... Ok terima kasih...
ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.
Kaos Rogowangi #2 official KSP 2020 sudah jadi
Oh iya teman-teman kalau pengen tahu
tentang Jersey KSP dari masa ke masa simak tulisan dibawan ini:
1. Kaos KSP 2014 warna kuning lengan hitam bertuliskan GOWESER PONOROGO.
2. Jersey official KSP 2016 warna merah kuning.
3. Jersey edisi spesial KSP Wilayah Ponorogo Barat #1 warna merah kuning motif spederman.
4. Kaos GOWESIS KSP 2017 warna biru edisi spesial.
5. Official jersey KSP 2017 warna biru toska.
6. Kaos official RoGoWangi 2018.
7. Jersey edisi spesial 2018 GO DOLAN(KSP Wilayah Ponorogo Tenggara) GOKASBAT (KSP Wilayah Ponorogo Barat) warna ungu corak oranye.
8. Jersey official KSP 2019.
10. Kaos ROGOWANGI #2 KSP 2020 "Glow in the Dark"
Penulis Pak Unting | Editor Pak Unting
*) Bloger, Vloger, Goweser



















































