Rabu, 19 Februari 2020
Muchlis Eka Royani - Gowes itu menyenangkan dan menyehatkan tanpa persaingan
Nama Lengkap: Muchlis Eka Royani
Nama panggilan: Sengkuni tobat
Alamat: Dusun Tembol RT04 RW06, Desa Blembem, Kec.Jambon, Kab Ponorogo.
Nama klub atau Komunitas: GOKASBAT (KSP Ponorogo Barat)
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda:
Suka : tambah teman dan badan tambah sehat
Duka : sering di kena prank
Pengalaman manarik : nyasar ke kebon orang.
Selasa, 18 Februari 2020
Tetap tersenyum di tanjakan dengan sproket 7 speed
Komunitas Sepeda Ponorogo - Dalam bersepeda tentunya kita akan menemui beberapa jalur, ada jalan tanjakan, turunan atau pun jalan yang datar, bagi sebagian rekan goweser jalan tanjakan adalah jalan yang menyebalkan, bagaimana tidak, kita harus mengayuh lebih kuat dan pastinya menguras tenaga.
Dalam hal ini gear ratio sepeda kita sangat mempengaruhi dalam hal kita gowes di tanjakan.
Ada banyak macam2 gear ratio yang sudah di sediakan oleh pabrikan , gear ratio sendiri terdiri dari chainset (gear depan ) dan cassette (gear belakang). Dalam pembahasan ini saya akan menjelaskan untuk gear belakang saja atau sproket belakang, Oke... banyak diantara teman-teman gowes di awal tahun 2013 untuk sproket belakang 7 speed atau 8 speed, dan sampai tahun 2020 ini sproket pun sudah semakin macam varian, untuk yang saya ketahui sudah ada 11 speed.Nah bagaimana kalau sepeda kita masih 7 speed??? apa harus upgrade 11 speed???
Semakin banyak sproket semakin mahal pula uang yang harus kita keluarkan, belum lagi kita harus upgrade shiter(pemindah ratio gear), rd , free hub juga harus ganti.Sebenarnya bagi yang punya uang lebih upgrade berapa speed pun gak masalah, tapi kalau dana kita sedikit ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, kita cukup ganti sproket 7 speed biasa dengan 7 speed megarange.
Sproket standart untuk 7 speed biasanya ukuran 14T - 28T (ukuran gear dari yang terkeci sampai terbesar) sedangkan 7 speed megarange ukuran 14T - 34T, perbedaannya cukup banyak , kalo untuk 7 speed megarange yang membedakan ada gear yang terbesar standart 28T dan yang megarange 34T.
Untuk buat gowes di jalan tanjakan sudah sangat terasa perbedaannya, cukup ganti sproket nya saja gowes tanjakan seakin entenggggg...Saran aja ya....biar pun kita memakai sproket dengan ukuran berapapun, kalo capek di tanjakan, istirahat aja, tuntun sepeda juga gak haram hukum nya. hhhhhhhhh,,
Salam gowes......
Dalam hal ini gear ratio sepeda kita sangat mempengaruhi dalam hal kita gowes di tanjakan.
Ada banyak macam2 gear ratio yang sudah di sediakan oleh pabrikan , gear ratio sendiri terdiri dari chainset (gear depan ) dan cassette (gear belakang). Dalam pembahasan ini saya akan menjelaskan untuk gear belakang saja atau sproket belakang, Oke... banyak diantara teman-teman gowes di awal tahun 2013 untuk sproket belakang 7 speed atau 8 speed, dan sampai tahun 2020 ini sproket pun sudah semakin macam varian, untuk yang saya ketahui sudah ada 11 speed.Nah bagaimana kalau sepeda kita masih 7 speed??? apa harus upgrade 11 speed???
Semakin banyak sproket semakin mahal pula uang yang harus kita keluarkan, belum lagi kita harus upgrade shiter(pemindah ratio gear), rd , free hub juga harus ganti.Sebenarnya bagi yang punya uang lebih upgrade berapa speed pun gak masalah, tapi kalau dana kita sedikit ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, kita cukup ganti sproket 7 speed biasa dengan 7 speed megarange.
Sproket standart untuk 7 speed biasanya ukuran 14T - 28T (ukuran gear dari yang terkeci sampai terbesar) sedangkan 7 speed megarange ukuran 14T - 34T, perbedaannya cukup banyak , kalo untuk 7 speed megarange yang membedakan ada gear yang terbesar standart 28T dan yang megarange 34T.
Untuk buat gowes di jalan tanjakan sudah sangat terasa perbedaannya, cukup ganti sproket nya saja gowes tanjakan seakin entenggggg...Saran aja ya....biar pun kita memakai sproket dengan ukuran berapapun, kalo capek di tanjakan, istirahat aja, tuntun sepeda juga gak haram hukum nya. hhhhhhhhh,,
Salam gowes......
Penulis Febrian Enggi | Editor Pak Unting
Senin, 17 Februari 2020
Imut dan manis, Yuk kenalan dengan Goweser cilik ini
Selain digemari oleh kaum Adam, kaum Hawa pun sekarang sudah banyak yang besepeda , bergowes ria di Kota-kota, di Desa-desa ataupun mengikuti event-event gobar di dalam dan di luar Ponorogo, bahkan ada yang mengajak Putra/Putrinya ikut bersepeda, salah satunya adalah Om Jito, beliau ini sering mengajak Putrinya (Gendis) pada event-event gowes yang ada di Ponorogo bahkan sering ikut lomba Pushbike di luar Ponorogo.
Mau tau profil Gendis si goweser cilik yang imut dan manis?, simak profil lengkapnya dibawah ini:
Nama lengkap: Gendis Khumaira Althafunnisa, tempat dan tanggal lahir Ponorgo 10 April 2015, saat ini usianya (4 tahun 10 bulan), Putri dari pasangan Bapak Masjito dan Ibu Rofiah yang beralamat di Desa Kauman, Sumoroto Ponorogo.
Lomba sepeda yang pernah diikuti:
- Pushbike Piala Raja SRI SULTAN HB X, Jogja 4-5 Agustus 2018.
- Pushbike Grand Prix 2019, Lippo Plaza Jogja 17 Maret 2019.
- Lawu Pushbike Competition 2019, Palur Plaza Karanganyar 22 Desember 2019.
Pada 23 Februari 2020 akan ikut Pushbike Competition di Lapangan Gulun Madiun.
Nah.... Jika Om, Tante ingin mengetahui keseharian Gendis, Subciber chanelnya "youtube gendis gemol"
Nah.... Jika Om, Tante ingin mengetahui keseharian Gendis, Subciber chanelnya "youtube gendis gemol"
Minggu, 02 Februari 2020
Ponorogo Gowes Jemuah Bengi ke 41
komunitassepedaponorogo.com - Rogowangi ke 41 merupakan yang istimewa karena bertepatan dengan hari Jum'at tanggal 31 Januari 2020, minggu ke empat tanggal terakhir bulan Januari 2020, yang seharusnya tanggal 27 Desember 2019 karena cuaca hujan maka diundur bulan Januari 2020.
Rogowangi ke 41 diikuti oleh sekitar 30 goweser dari berbagai tempat di Ponorogo, titik kumpul dan start blok-M jalan aloon-aloon utara Ponorogo finish centra Industri jalan Trunojoyo Ponorogo menempuh jarak sekitar 15KM dengan rute: Aloon-alon - Jalan Gajah Mada - Tonatan - Jeruk Seng - Pasar Pon - Jalan Batoro Katong - Pasar Legi - Tambak Bayan - Finish Centra Industri Jalan Trunojoyo.
Rogowangi ke 41 ini diikuti oleh tiga goweser dari Madiun yang kebetulan berada di Ponorogo yang akan mengikuti acara gowes tanggal 1 Februari 2020, setelah finish seperti biasa kumpul ngopi dan sharing berbagai hal positif sebagian ada yang langsung pulang.
ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.
Rogowangi ke 41 diikuti oleh sekitar 30 goweser dari berbagai tempat di Ponorogo, titik kumpul dan start blok-M jalan aloon-aloon utara Ponorogo finish centra Industri jalan Trunojoyo Ponorogo menempuh jarak sekitar 15KM dengan rute: Aloon-alon - Jalan Gajah Mada - Tonatan - Jeruk Seng - Pasar Pon - Jalan Batoro Katong - Pasar Legi - Tambak Bayan - Finish Centra Industri Jalan Trunojoyo.
Rogowangi ke 41 ini diikuti oleh tiga goweser dari Madiun yang kebetulan berada di Ponorogo yang akan mengikuti acara gowes tanggal 1 Februari 2020, setelah finish seperti biasa kumpul ngopi dan sharing berbagai hal positif sebagian ada yang langsung pulang.
ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.
Jumat, 03 Januari 2020
Gowes tahun baru 2020, Air terjun Midodaren
komunitassepedaponorogo.com - Gowes tahun baru bisa dikatakan menjadi ajang silaturahmi bagi teman-teman KSP lama, karena sudah jarang sekali ketemu apalagi gowes bareng, moment gowes tahun baru menjadi moment yang spesial karena teman- teman KSP yang pensiun gowes pun ikut, bukan saja teman-teman dari KSP lama saja yang bisa gabung, semua bisa bergabung atau ikut gowes tahun baru.
Biasanya teman yang ikut gowes tahun baru membawa bekal makanan dan minuman sendiri, ada yang bawa mie instan, kopi sachet, susu, makanan ringan, alat-alat masak, gelas, kompor portabel dll.
Gowes tahun baru 1 Januari 2020 kali ini tujuanya adalah Air terjun Midodaren yang berada di Jambon Ponorogo, titik kumpulnya pertigaan timur Koramil Jambon. Setelah semua kumpul perjalanan dilanjutkan menuju tujuan melewati perkampungan dan hutan jati, jaraknya sekitar 3km canda dan tawa menyertai perjalanan kami, tak terasa akhirnya sampai tujuan, langsung saja team komsumsi menyiapkan alat masak, sambil menunggu masakan matang dan kopi siap, teman-teman lainya menikmati alam bercanda dan bercerita tentang Nabi2 :D.
Foto-fotonya bisa dilihat dilbum grub fb KSP:
https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.1782132955252738&type=3
Biasanya teman yang ikut gowes tahun baru membawa bekal makanan dan minuman sendiri, ada yang bawa mie instan, kopi sachet, susu, makanan ringan, alat-alat masak, gelas, kompor portabel dll.
Gowes tahun baru 1 Januari 2020 kali ini tujuanya adalah Air terjun Midodaren yang berada di Jambon Ponorogo, titik kumpulnya pertigaan timur Koramil Jambon. Setelah semua kumpul perjalanan dilanjutkan menuju tujuan melewati perkampungan dan hutan jati, jaraknya sekitar 3km canda dan tawa menyertai perjalanan kami, tak terasa akhirnya sampai tujuan, langsung saja team komsumsi menyiapkan alat masak, sambil menunggu masakan matang dan kopi siap, teman-teman lainya menikmati alam bercanda dan bercerita tentang Nabi2 :D.
Foto-fotonya bisa dilihat dilbum grub fb KSP:
https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.1782132955252738&type=3
Sabtu, 26 Oktober 2019
Ponorogo Gowes Jemuah Bengi ke 39
komunitassepedaponorogo.com - ROGOWANGI 39 Jum'at 25 Oktober 2019 Alhamdulillah Rogowangi ke 39 bisa berjalan dengan lancar diikuti oleh berbagai macam club/komunitas goweser Ponorogo dan sekitarnya(Madiun). Rogowangi ke 39 kali ini diikuti oleh sekitar 100 goweser dengan berbagai macam jenis sepeda, titik kumpul dan start di Blok-M jalan aloon-aloon utara dan finish jalan Suromenggolo menempuh jarak sekitar 15 Km.
Terima kasih untuk semua, sampai jumpa di Rogowangi selanjutnya.
ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.
Selasa, 15 Oktober 2019
Goweser UMPO, Gowes Jalur Lingkar Kucur
komunitassepedaponorogo.com - Sabtu 12 Oktober 2019 Goweser UMPO berpetualang di JLK (Jalur Lingkar Kucur) goweser yang anggotanya Dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini disela-sela kesibukanya masih menyempatkan diri untuk bergowes ria, menurut Didik Riyanto salah satu anggota Goweser UMPO gowes ini merupakan agenda rutin, dijadwalkan setiap dua minggu sekali dengan track gowes yang berbeda-beda baik di Ponorogo ataupun luar Ponorogo, kebetulan pada hari ini untuk tracnya atau tujuanya adalah JLK.
Jalur Lingkar Kucur terletak di Desa Badegan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo sebagian besar masuk kawasan hutan Kucur Kph Madiun, mempunyai panjang jalur 15Km Start dari rest area masuk hutan arah bekas Wisata alam Kucur dengan jalur makadam 1Km kemudian belok kanan single track tanjakan dan turunan dengan pemandangan khas hutan jati arah belakang Polsek Badegan. Dari belakang Polsek Badegan jalur masih single track melewati hutan kayu putih dan ladang penduduk dengan jalur yang variatif tanjakan ringan dan turunan sampai Desa Gelang masuk jalur aspal datar arah Desa Sodong dengan kombinasi jalur aspal, cor-coran dan mcdam (makadam), dari sini ada bonus tanjakan dan sedikit turunan yang lumayan sampai dengan Desa Sodong, kemudian masuk hutan single track sedikit menanjak sampai dengan tapal batas Jatim-Jateng, dari sini jalur single track turunan panjang melewati hujan jati dan vegetasi heterogen semak belukar yang lumayan lebat karena jarang dilalui, sampai dengan bekas wisata hutan Kucur dan kembali lagi ke rest area.
Video gowes:
Jalur Lingkar Kucur terletak di Desa Badegan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo sebagian besar masuk kawasan hutan Kucur Kph Madiun, mempunyai panjang jalur 15Km Start dari rest area masuk hutan arah bekas Wisata alam Kucur dengan jalur makadam 1Km kemudian belok kanan single track tanjakan dan turunan dengan pemandangan khas hutan jati arah belakang Polsek Badegan. Dari belakang Polsek Badegan jalur masih single track melewati hutan kayu putih dan ladang penduduk dengan jalur yang variatif tanjakan ringan dan turunan sampai Desa Gelang masuk jalur aspal datar arah Desa Sodong dengan kombinasi jalur aspal, cor-coran dan mcdam (makadam), dari sini ada bonus tanjakan dan sedikit turunan yang lumayan sampai dengan Desa Sodong, kemudian masuk hutan single track sedikit menanjak sampai dengan tapal batas Jatim-Jateng, dari sini jalur single track turunan panjang melewati hujan jati dan vegetasi heterogen semak belukar yang lumayan lebat karena jarang dilalui, sampai dengan bekas wisata hutan Kucur dan kembali lagi ke rest area.Video gowes:
Jumat, 28 Desember 2018
Ponorogo Gowes Jemuah bengi ke 32
komunitassepedaponorogo.com - Rogowangi ke 32 malam ini Jum'at 28 Desember 2018 bisa terlaksana lagi. Kali ini tujuanya ke Momumen Bantarangin melewati rute tikum dan start Blok-M - jalan Imam Bonjol - Tempuran - Sragi - Jembatan gantung Gabel - lapangan taap - finis Monumen bantarangin.Kemudian acara dilanjutkan ngobrol dan sharing bersama sambil menikmati cemue, esteh, jajanan dan minuman lainya.
Kali mungkin ada yang sedikit berbeda dengan Rogowangi sebelumnya, setelah selesai ngobrol dan sharing bersama ada sesi foto-foto yang foto graper dan penata geraknya mas Jojo & team.
Tarima kasih sobat KSP atas partisipasinya dalam acara Rogowangi ke 32 ini.
Terima kasih mas Jojo & team telah yang telah membuatkan stiker untuk dibagikam ke Shobat KSP.
Akhir kata
Mari kita jaga kekompakan Goweser Ponorogo, "satu sepeda sejuta saudara, Mari bersepeda untuk sehatnya kita dan Ponorogo".
ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.
Senin, 26 Juni 2017
Ucapan terima kasih, Goweser Ponorogo Road to Share
Rangkaian Acara Goweser Ponorogo Road to Share dalam rangka bulan Ramadhan 1438H bertepatan dengan Hari sabtu 17 Juni 2017 berjalan dengan lancar.
Terima kasih kami ucapan kepada teman2 KSP, teman2 lintas Club Goweser Ponorogo, Donatur atas partisipasinya, semoga infaq teman2 Bapak/Ibu menjadi amal sholeh, serta memberikan keberkahan bagi semua. Semoga Allah SWT menggantikan rezeki yg berlimpah. Aamin
Adapun rangkaian acara Goweser Ponorogo Road to Share adalah:
Penyerahan takjil untuk Panti Asuhan Tuna Netra Aisiyah Ponorogo, sejumlah 100 paket berupa nasi kotak, beserta donasi uang sejumlah Rp1.000.000 dan donasi uang ke Yayasan Al-Kahfi sebesar Rp1.430.000.
Bukber dan Kopdar bertempat di Warung Sate Lego Jl. Ahmad Dahlan No 17 dihadiri oleh 39 Orang.
Demikian yang kami sampaikan ada kurang lebihnya mohon maaf.
Wassalamu'alaikum wr. wb
Admin dan Pengurus
Komununitas Sepeda Ponorogo
Minggu, 25 September 2016
Mengejar Cinta tiga pemuda asal Ponorogo ini Gowes dari Ponorogo ke Pantai Soge Pacitan
komunitassepedaponorogo.com - Wilayah Kabupaten Pacitan mempunyai beribu wisata alam yang indah selain terkenal dengan seribu goa, Kabupaten Pacitan mempunyai pantai yang memukau salah satunya adalah pantai Soge yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo/lorok.Pantai Soge sering dijadikan tujuan wisatawan, salah satunya adalah goweser dari Ponorogo yang melakukan gowes jarak jauh atau touring pada Sabtu (21/08/2016), gowes dari Ponorogo menuju Pantai Soge, mereka adalah Febri, Pipin dan Aris.
Menurut Febri warga Desa Ngampel Balong selain untuk olahraga touring yang mereka lakukan untuk menikmati perjalan selama gowes dari Ponorogo sampai Pantai Soge mereka menempuh perjalanan selama 10 Jam, berangkat dari Ponorogo jam 5:00 Wib sampai pantai Soge jam 15:00 wib, menurut Febri touring sepeda yang mereka lakukan tidak mengejar target waktu sampai tujuan tapi menikmati setiap kayuhan.
Begitu juga seperti yang diungkapkan Aris warga Desa Polorejo, menurutnya banyak sekali suka duka dalam perjalanan yang mereka alami, sukanya ketika menikmati indahnya pemandangan selama perjalanan, dukanya ketika sudah sampai tujuan, menjadi kecewa, kuciwo "ternyata pantai Soge indah sekali, tak seidah kisah cintaku, baru putus cinta" Ujarnya, begitu juga dengan kedua temanya yang masih jomblo, makanya mereka hanya 30 menit di pantai Soge, beli pentol terus pulang, akunya.
lo.... Kok....????? Ambyar......
Foto-foto gowes bisa lihat digrub fb KSP:
https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.879086852224024&type=3
Selasa, 15 Juli 2014
Bicycle cross country track in "Dayakan-Bisang-Gesing-Ongko Wolu JATIM-JATENG Indonesia

komunitassepedaponorogo.com - 33km road cycling on 07/09/2014
Gowes kali ini bisa disebut dengan gowes lintas Propinsi karena melewati perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah dan beberapa desa, saya lebih suka menyebutnya jalur Badegan-Dayakan-Bisang Gesing-Ongko Wolu. Jalur ini termasuk kategori ringan (light xc) untuk sepeda jenis hard trail dan bahkan jenis hybridpun masih mampu, kombinasi jalurnya onroad dan offroad.
Untuk melewati jalur ini kita bisa start (tikum) dari pertigaan Badegan arah Keden kalau dari Ponorogo kota berjarak sekitar 16 km arah Ponorogo barat jl. Ponorogo-Wonogiri. Kondisi jalur 5 kilo meter pertama dari strat (tikum) tergolong landai agak menanjak onroad dengan kondisi aspal sedikit berlubang sampai sekitar perempatan pasar Dayakan kekanan, dari sini jalur bervariasi turunan dan tanjakan mulai dari turunan barat pasar Dayakan melewati jembatan yang tergolong curam berkerikil sampai jembatan, langsung disuguhi tanjakan yang lumayan, tertunya diperlukan kehati-hatian, konsentrasi dan teknik perpindahan gigi yang pas, saya lebih suka menyebutnya dengan TJU1(tanjakan turunan U1).
TANJAKAN
Setelah gowes kurang lebih 1km kita melewati turunan dan tanjakan dengan karakteristik yang hampir sama dengan TJU1 perbedaanya adalah jalur turunan yang lebih halus dan menikung tipis melewati jembatan dengan sungai yang tergolong dalam diperlukan konsentrasi dan kehati-hatian.
Dari sini jalur terus menanjak sampai tiga kilo meter dengan kondisi jalur onroad aspal, aspal rusak, makadam, cor-coran semen dan jurang sebelah kiri jalur.(lihat video TJU1, TJU2), sampai dengan puncak Sekolah dasar Bisang atau SDN Watubonang 3. Tiga kilo meter melewati tanjakan yang lumayan menguras tenaga tetapi tidak terasa karena disugui dengan pemandangan pegunungan yang begitu indah dan bau rerumputan yang khas hem..hem..mm.
TURUNAN
Jalur ini mempunyai panjang turunan sekitar 3,5 kilo meter kombinasi cor-coran semen dan single track offroad melewati perkampungan sebelum masuk kedalam hutan dengan jalur berliku, jalur turunan yang seperti ini biasanya dinanti-nanti goweser (bonus :D) hati-hati, justru turunan seperti inilah yang menjadi sangat berbahaya diperlukan konsentrasi dan kehatia-hatian ektra karena kadang goweser menjadi terlena.
KOMBINASI
Setelah melewati jalur turunan masuk perkampungan jalan cor-coran semen sampai pertigaan kita bisa memilih kalau kekiri lewat gesing tembus Purwantoro kalau kekanan tembus ongko wolu, kami memilih kekanan melewati perkampungan masuk perbukitan sekitar 5 kilo meter jalan makadam sedikit tanjakan dan turunan membelah hutan jati yang sangat panas., sebetulnya jalur ini tidak direkomedasikan karena ada beberapa bagian sisi bukit yang rawan longsor.
Ket:
Singgle track turunan membelah hutan
Ket:
Sampai perempatan ini ke kiri saja bisa tembus Purwantoro- SD ke kanan lewat jembatan.
Ket:
Km 20-22 sebelah kanan(gunung) rawan ambles tidak direkomendasikan lewat jalur ini => sebaiknya muter lewat Purwantoro
-----------------------------------------------------------------------------------------------
This is a 33.81 km Bike Ride in (Ponorogo) Badegan Dayakan-Bisang-Gesing-Ongko Wolu Jawa Timur-Jawa Tengah Indonesia. The Bike Ride has a total ascent of 467.22 m and has a maximum elevation of 474.97 m.
Map detail: http://www.mapmyride.com/routes/view/526357992
Gowes kali ini bisa disebut dengan gowes lintas Propinsi karena melewati perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah dan beberapa desa, saya lebih suka menyebutnya jalur Badegan-Dayakan-Bisang Gesing-Ongko Wolu. Jalur ini termasuk kategori ringan (light xc) untuk sepeda jenis hard trail dan bahkan jenis hybridpun masih mampu, kombinasi jalurnya onroad dan offroad.
Untuk melewati jalur ini kita bisa start (tikum) dari pertigaan Badegan arah Keden kalau dari Ponorogo kota berjarak sekitar 16 km arah Ponorogo barat jl. Ponorogo-Wonogiri. Kondisi jalur 5 kilo meter pertama dari strat (tikum) tergolong landai agak menanjak onroad dengan kondisi aspal sedikit berlubang sampai sekitar perempatan pasar Dayakan kekanan, dari sini jalur bervariasi turunan dan tanjakan mulai dari turunan barat pasar Dayakan melewati jembatan yang tergolong curam berkerikil sampai jembatan, langsung disuguhi tanjakan yang lumayan, tertunya diperlukan kehati-hatian, konsentrasi dan teknik perpindahan gigi yang pas, saya lebih suka menyebutnya dengan TJU1(tanjakan turunan U1).
TANJAKAN
Setelah gowes kurang lebih 1km kita melewati turunan dan tanjakan dengan karakteristik yang hampir sama dengan TJU1 perbedaanya adalah jalur turunan yang lebih halus dan menikung tipis melewati jembatan dengan sungai yang tergolong dalam diperlukan konsentrasi dan kehati-hatian.
Dari sini jalur terus menanjak sampai tiga kilo meter dengan kondisi jalur onroad aspal, aspal rusak, makadam, cor-coran semen dan jurang sebelah kiri jalur.(lihat video TJU1, TJU2), sampai dengan puncak Sekolah dasar Bisang atau SDN Watubonang 3. Tiga kilo meter melewati tanjakan yang lumayan menguras tenaga tetapi tidak terasa karena disugui dengan pemandangan pegunungan yang begitu indah dan bau rerumputan yang khas hem..hem..mm.
TURUNAN
KOMBINASI
Setelah melewati jalur turunan masuk perkampungan jalan cor-coran semen sampai pertigaan kita bisa memilih kalau kekiri lewat gesing tembus Purwantoro kalau kekanan tembus ongko wolu, kami memilih kekanan melewati perkampungan masuk perbukitan sekitar 5 kilo meter jalan makadam sedikit tanjakan dan turunan membelah hutan jati yang sangat panas., sebetulnya jalur ini tidak direkomedasikan karena ada beberapa bagian sisi bukit yang rawan longsor.
Singgle track turunan membelah hutan
Sampai perempatan ini ke kiri saja bisa tembus Purwantoro- SD ke kanan lewat jembatan.
Ket:
Km 20-22 sebelah kanan(gunung) rawan ambles tidak direkomendasikan lewat jalur ini => sebaiknya muter lewat Purwantoro
-----------------------------------------------------------------------------------------------
This is a 33.81 km Bike Ride in (Ponorogo) Badegan Dayakan-Bisang-Gesing-Ongko Wolu Jawa Timur-Jawa Tengah Indonesia. The Bike Ride has a total ascent of 467.22 m and has a maximum elevation of 474.97 m.
Map detail: http://www.mapmyride.com/routes/view/526357992






































