Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi, kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV..
Halal bi halal KSP 8 Juli 2018, Bendo Bike Park Sawoo yang diselengarakan oleh Gabungan Goweser Ponorogo Tenggara Godolan, Gosong, DMC, Goperet, Argon, Borongan, BRJ.
Goweser Rusia yang berkunjung ke Indonesia, touring dari Jakarta menuju Bali dan singgah di beberapa kota termasuk Ponorogo pada Kamis 7 Februari 2019, disambut oleh Goweser Ponorogo dan Wonogiri yang mengawal dari perbatasan Jateng-Jatim.
komunitassepedaponorogo.com - Rogowangi ke 41 merupakan yang istimewa karena bertepatan dengan hari Jum'at tanggal 31 Januari 2020, minggu ke empat tanggal terakhir bulan Januari 2020, yang seharusnya tanggal 27 Desember 2019 karena cuaca hujan maka diundur bulan Januari 2020.
Rogowangi ke 41 diikuti oleh sekitar 30 goweser dari berbagai tempat di Ponorogo, titik kumpul dan start blok-M jalan aloon-aloon utara Ponorogo finish centra Industri jalan Trunojoyo Ponorogo menempuh jarak sekitar 15KM dengan rute: Aloon-alon - Jalan Gajah Mada - Tonatan - Jeruk Seng - Pasar Pon - Jalan Batoro Katong - Pasar Legi - Tambak Bayan - Finish Centra Industri Jalan Trunojoyo.
Rogowangi ke 41 ini diikuti oleh tiga goweser dari Madiun yang kebetulan berada di Ponorogo yang akan mengikuti acara gowes tanggal 1 Februari 2020, setelah finish seperti biasa kumpul ngopi dan sharing berbagai hal positif sebagian ada yang langsung pulang.
ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.
komunitassepedaponorogo.com - Gowes tahun baru bisa dikatakan menjadi ajang silaturahmi bagi teman-teman KSP lama, karena sudah jarang sekali ketemu apalagi gowes bareng, moment gowes tahun baru menjadi moment yang spesial karena teman- teman KSP yang pensiun gowes pun ikut, bukan saja teman-teman dari KSP lama saja yang bisa gabung, semua bisa bergabung atau ikut gowes tahun baru.
Biasanya teman yang ikut gowes tahun baru membawa bekal makanan dan minuman sendiri, ada yang bawa mie instan, kopi sachet, susu, makanan ringan, alat-alat masak, gelas, kompor portabel dll.
Gowes tahun baru 1 Januari 2020 kali ini tujuanya adalah Air terjun Midodaren yang berada di Jambon Ponorogo, titik kumpulnya pertigaan timur Koramil Jambon. Setelah semua kumpul perjalanan dilanjutkan menuju tujuan melewati perkampungan dan hutan jati, jaraknya sekitar 3km canda dan tawa menyertai perjalanan kami, tak terasa akhirnya sampai tujuan, langsung saja team komsumsi menyiapkan alat masak, sambil menunggu masakan matang dan kopi siap, teman-teman lainya menikmati alam bercanda dan bercerita tentang Nabi2 :D.
komunitassepedaponorogo.com - ROGOWANGI 39 Jum'at 25 Oktober 2019 Alhamdulillah Rogowangi ke 39 bisa berjalan dengan lancar diikuti oleh berbagai macam club/komunitas goweser Ponorogo dan sekitarnya(Madiun). Rogowangi ke 39 kali ini diikuti oleh sekitar 100 goweser dengan berbagai macam jenis sepeda, titik kumpul dan start di Blok-M jalan aloon-aloon utara dan finish jalan Suromenggolo menempuh jarak sekitar 15 Km.
Terima kasih untuk semua, sampai jumpa di Rogowangi selanjutnya.
ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.
komunitassepedaponorogo.com - Sabtu 12 Oktober 2019 Goweser UMPO berpetualang di JLK (Jalur Lingkar Kucur) goweser yang anggotanya Dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini disela-sela kesibukanya masih menyempatkan diri untuk bergowes ria, menurut Didik Riyanto salah satu anggota Goweser UMPO gowes ini merupakan agenda rutin, dijadwalkan setiap dua minggu sekali dengan track gowes yang berbeda-beda baik di Ponorogo ataupun luar Ponorogo, kebetulan pada hari ini untuk tracnya atau tujuanya adalah JLK.
Jalur Lingkar Kucur terletak di Desa Badegan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo sebagian besar masuk kawasan hutan Kucur Kph Madiun, mempunyai panjang jalur 15Km Start dari rest area masuk hutan arah bekas Wisata alam Kucur dengan jalur makadam 1Km kemudian belok kanan single track tanjakan dan turunan dengan pemandangan khas hutan jati arah belakang Polsek Badegan. Dari belakang Polsek Badegan jalur masih single track melewati hutan kayu putih dan ladang penduduk dengan jalur yang variatif tanjakan ringan dan turunan sampai Desa Gelang masuk jalur aspal datar arah Desa Sodong dengan kombinasi jalur aspal, cor-coran dan mcdam (makadam), dari sini ada bonus tanjakan dan sedikit turunan yang lumayan sampai dengan Desa Sodong, kemudian masuk hutan single track sedikit menanjak sampai dengan tapal batas Jatim-Jateng, dari sini jalur single track turunan panjang melewati hujan jati dan vegetasi heterogen semak belukar yang lumayan lebat karena jarang dilalui, sampai dengan bekas wisata hutan Kucur dan kembali lagi ke rest area.
komunitassepedaponorogo.com - Rogowangi ke 32 malam ini Jum'at 28 Desember 2018 bisa terlaksana lagi. Kali ini tujuanya ke Momumen Bantarangin melewati rute tikum dan start Blok-M - jalan Imam Bonjol - Tempuran - Sragi - Jembatan gantung Gabel - lapangan taap - finis Monumen bantarangin.
Kemudian acara dilanjutkan ngobrol dan sharing bersama sambil menikmati cemue, esteh, jajanan dan minuman lainya.
Kali mungkin ada yang sedikit berbeda dengan Rogowangi sebelumnya, setelah selesai ngobrol dan sharing bersama ada sesi foto-foto yang foto graper dan penata geraknya mas Jojo & team.
Tarima kasih sobat KSP atas partisipasinya dalam acara Rogowangi ke 32 ini.
Terima kasih mas Jojo & team telah yang telah membuatkan stiker untuk dibagikam ke Shobat KSP.
Akhir kata
Mari kita jaga kekompakan Goweser Ponorogo, "satu sepeda sejuta saudara, Mari bersepeda untuk sehatnya kita dan Ponorogo".
ROGOWANGI (Ponorogo Gowes Jemu'ah Bengi) di Kota lain namanya Last Friday Ride (LFR) adalah agenda kopdar, gowes bareng, kampanye dan gerakan mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersepeda yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari Jum'at malam, minggu ke IV. Untuk umum bisa diikuti oleh semua Goweser Ponorogo dan sekitarnya.
Rangkaian Acara Goweser Ponorogo Road to Share dalam rangka bulan Ramadhan 1438H bertepatan dengan Hari sabtu 17 Juni 2017 berjalan dengan lancar.
Terima kasih kami ucapan kepada teman2 KSP, teman2 lintas Club Goweser Ponorogo, Donatur atas partisipasinya, semoga infaq teman2 Bapak/Ibu menjadi amal sholeh, serta memberikan keberkahan bagi semua. Semoga Allah SWT menggantikan rezeki yg berlimpah. Aamin
Adapun rangkaian acara Goweser Ponorogo Road to Share adalah:
Penyerahan takjil untuk Panti Asuhan Tuna Netra Aisiyah Ponorogo, sejumlah 100 paket berupa nasi kotak, beserta donasi uang sejumlah Rp1.000.000 dan donasi uang ke Yayasan Al-Kahfi sebesar Rp1.430.000.
Bukber dan Kopdar bertempat di Warung Sate Lego Jl. Ahmad Dahlan No 17 dihadiri oleh 39 Orang.
Demikian yang kami sampaikan ada kurang lebihnya mohon maaf.
komunitassepedaponorogo.com - Wilayah Kabupaten Pacitan mempunyai beribu wisata alam yang indah selain terkenal dengan seribu goa, Kabupaten Pacitan mempunyai pantai yang memukau salah satunya adalah pantai Soge yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo/lorok.
Pantai Soge sering dijadikan tujuan wisatawan, salah satunya adalah goweser dari Ponorogo yang melakukan gowes jarak jauh atau touring pada Sabtu (21/08/2016), gowes dari Ponorogo menuju Pantai Soge, mereka adalah Febri, Pipin dan Aris.
Menurut Febri warga Desa Ngampel Balong selain untuk olahraga touring yang mereka lakukan untuk menikmati perjalan selama gowes dari Ponorogo sampai Pantai Soge mereka menempuh perjalanan selama 10 Jam, berangkat dari Ponorogo jam 5:00 Wib sampai pantai Soge jam 15:00 wib, menurut Febri touring sepeda yang mereka lakukan tidak mengejar target waktu sampai tujuan tapi menikmati setiap kayuhan.
Begitu juga seperti yang diungkapkan Aris warga Desa Polorejo, menurutnya banyak sekali suka duka dalam perjalanan yang mereka alami, sukanya ketika menikmati indahnya pemandangan selama perjalanan, dukanya ketika sudah sampai tujuan, menjadi kecewa, kuciwo "ternyata pantai Soge indah sekali, tak seidah kisah cintaku, baru putus cinta" Ujarnya, begitu juga dengan kedua temanya yang masih jomblo, makanya mereka hanya 30 menit di pantai Soge, beli pentol terus pulang, akunya.
lo.... Kok....????? Ambyar......
komunitassepedaponorogo.com - 33km road cycling on 07/09/2014
Gowes kali ini bisa disebut dengan gowes lintas Propinsi karena melewati perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah dan beberapa desa, saya lebih suka menyebutnya jalur Badegan-Dayakan-Bisang Gesing-Ongko Wolu. Jalur ini termasuk kategori ringan (light xc) untuk sepeda jenis hard trail dan bahkan jenis hybridpun masih mampu, kombinasi jalurnya onroad dan offroad.
Untuk melewati jalur ini kita bisa start (tikum) dari pertigaan Badegan arah Keden kalau dari Ponorogo kota berjarak sekitar 16 km arah Ponorogo barat jl. Ponorogo-Wonogiri. Kondisi jalur 5 kilo meter pertama dari strat (tikum) tergolong landai agak menanjak onroad dengan kondisi aspal sedikit berlubang sampai sekitar perempatan pasar Dayakan kekanan, dari sini jalur bervariasi turunan dan tanjakan mulai dari turunan barat pasar Dayakan melewati jembatan yang tergolong curam berkerikil sampai jembatan, langsung disuguhi tanjakan yang lumayan, tertunya diperlukan kehati-hatian, konsentrasi dan teknik perpindahan gigi yang pas, saya lebih suka menyebutnya dengan TJU1(tanjakan turunan U1).
TANJAKAN
Setelah gowes kurang lebih 1km kita melewati turunan dan tanjakan dengan karakteristik yang hampir sama dengan TJU1 perbedaanya adalah jalur turunan yang lebih halus dan menikung tipis melewati jembatan dengan sungai yang tergolong dalam diperlukan konsentrasi dan kehati-hatian.
Dari sini jalur terus menanjak sampai tiga kilo meter dengan kondisi jalur onroad aspal, aspal rusak, makadam, cor-coran semen dan jurang sebelah kiri jalur.(lihat video TJU1, TJU2), sampai dengan puncak Sekolah dasar Bisang atau SDN Watubonang 3. Tiga kilo meter melewati tanjakan yang lumayan menguras tenaga tetapi tidak terasa karena disugui dengan pemandangan pegunungan yang begitu indah dan bau rerumputan yang khas hem..hem..mm.
TURUNAN
Jalur ini mempunyai panjang turunan sekitar 3,5 kilo meter kombinasi cor-coran semen dan single track offroad melewati perkampungan sebelum masuk kedalam hutan dengan jalur berliku, jalur turunan yang seperti ini biasanya dinanti-nanti goweser (bonus :D) hati-hati, justru turunan seperti inilah yang menjadi sangat berbahaya diperlukan konsentrasi dan kehatia-hatian ektra karena kadang goweser menjadi terlena.
KOMBINASI
Setelah melewati jalur turunan masuk perkampungan jalan cor-coran semen sampai pertigaan kita bisa memilih kalau kekiri lewat gesing tembus Purwantoro kalau kekanan tembus ongko wolu, kami memilih kekanan melewati perkampungan masuk perbukitan sekitar 5 kilo meter jalan makadam sedikit tanjakan dan turunan membelah hutan jati yang sangat panas., sebetulnya jalur ini tidak direkomedasikan karena ada beberapa bagian sisi bukit yang rawan longsor.
Ket: Singgle track turunan membelah hutan
Ket:
Sampai perempatan ini ke kiri saja bisa tembus Purwantoro- SD ke kanan lewat jembatan.
Ket:
Km 20-22 sebelah kanan(gunung) rawan ambles tidak direkomendasikan lewat jalur ini => sebaiknya muter lewat Purwantoro
-----------------------------------------------------------------------------------------------
This is a 33.81 km Bike Ride in (Ponorogo) Badegan Dayakan-Bisang-Gesing-Ongko Wolu Jawa Timur-Jawa Tengah Indonesia. The Bike Ride has a total ascent of 467.22 m and has a maximum elevation of 474.97 m.
Map detail: http://www.mapmyride.com/routes/view/526357992
komunitassepedaponorogo.com - MISI BERHASIL 13 April 2014. Berawal dari rasa penasaran jalur gowes bulan Maret (Gowes pagi 30-03-2014 Dayakan-Bisang-Purwantoro.) yang berakhir dengan kegagalan misi karena tersesat di hutan dan kebun jagung maka Hari ini Minggu 13 April 2014 saya melanjutkan lagi explorasi jalur Ponorogo Barat .
Rencana mau gowes bareng dengan mas Fahmi Yanuanto :D saya tunggu sampai jam 06:06 AM tidak datang akhirnya saya tinggal hehehe. Start dari Kapuran arah ke Badegan-Kucur mau melewati jalur offroad samping Polsek Badegan, mau masuk hutan berhenti sebentar karena ada suara ngguk-ngguk-ngguk tatuttt... :D tidak jadi dan kembali ke jalur onroad arah ke Kucur.
Dari arah belakang ada rombongan goweser bapak-bapak wah ada teman neh... :D akhirnya bergabung. Jalur yang dilalui goweser bapak-bapak dari arah Kucur lewat jembatan Morobangun pertigaan barat jembatan ke kiri melewati jembatan gantung arah ke Watubonang tembus selatan jembatan keden disini bapak-bapak mengajak istirahat makan pecel disebuah warung asekk... :D.
Setelah selesai makan pecel goweser bapak-bapak melanjutkan perjalanan ke arah Keden, saya melanjutkan perjalanan ke arah Karangan-Dayakan mencari jalur tembus Dayakan-Karangan. Dengan berbekal google map dan mapmayride saya mencari jalur yang dulu pernah tersesat (Gowes pagi 30-03-2014 Dayakan-Bisang-Purwantoro.).
Dari pertigaan Karangan naik sampai perempatan Dayakan kemudian belok ke kiri turun melewati jalur cor-coran, dari situ saya mencari titik koordinat dimana saya pernah tersesat, ternyata jaraknya sekitar 300 meter dari saya berhenti sambil menengok ke kanan dan kekiri mencari siyal GPS (GPS: Goleki Penduduk Setempat) saya bertanya ke penduduk ternyata jalur itu sudah lama tidak digunakan bisa dilalui tapi jalanya setapak tertutup rumput turun curam dan naik ke ereng-ereng gunung (tebing) kalau bawa sepeda bisanya dipangkul, sulit mas.. kata penduduk setempat. Kemudian saya tanya jalan alternatif yang bisa dilalui, deberi tahu ada jalan yang baru dibuat memutar melewati perkampungan akhirnya saya lewati dan tembus jalur yang dulu saya pernah tersesat.
Monggo kalau teman-teman mau gowes bareng melewati jalur ini saya bersedia menemani hehehe, menurut saya kategori jalur ini termasuk ringan kalau dalam mapmayride masuk level 5, jalurnya bervariasi onroad dan offroad pemandanganya asik melewati gunung.
komunitassepedaponorogo.com - Cerita singkat gowes 30 Maret 2014. Rencana mau membuat jalur tembus Dayakan-Bisang-Purwantoro (rumah mas dafhi) melintasi jalur offroad Karangan-Dayakan lewat jalur selatan melintasi perkampungan, tegalan(kebun) dan pinggir hutan. Pada Km. 7.24 Siyal GPS acak mungkin pengaruh mendung, kerena malamnya sampai pagi jam 06:00 Am cuaca hujan.
Hampir satu jam diombang-ambing siyal GPS belum juga bisa menentukan posisi jalur berada.
Akhirnya karena baterai tinggal 60% dan bulu kuduk merinding mau tidak mau kembali ketitik siyal GPS terakhir kali hilang alhamdulillah ketemu dan menemukan perkampungan setelah tanya penduduk jalur(jalan) itu jarang atau hampir tidak pernah dilalui karena sudah tertutup semak belukar, saya tanya ke penduduk jalur itu ternyata mengarah melewati sebuah makam sudah tidak bisa dilewati.
Sebetulnya ditengah kebuh jagung ketemu orang tua yang saya tanya jalan itu bisa dilalui, saya disuruh terus naik menyusuri pinggir hutan, katanya tembus perempatan Dayakan dari situ mulai siyal GPS acak hampir 1 jam.
komunitassepedaponorogo.com - Gowes bareng dengan tujuan air terjun Pletuk yang berada di Sooko Ponorogo, semakin lama member fb KSP semakin banyak admin berkenalan dengan Om Tatang dari RCC (Reog Cycling Community), beliau ini merupakan goweser yang sudah senior, sudah banyak makan asam garam didunia pergowesan, dari perkenalan digrub fb KSP akhirnya kami kopdar ngopi bareng dijalan Batoro Katong kebetulan admin betempat tinggal Jalan Batoro Katong bercerita banyak tentang pengalaman beliau gowes dan mengenalkan senior-senior goweser Ponorogo.
Akhirnya kami janjian untuk gowes bareng dengan tujuan Air Terjun Pletuk dengan titik kumpul dan Start Rumah Om Syamsul, dari Ponorogo sebagian ada yang loading dengan L-300 menuju titik kumpul. Sebagian besar teman-teman ini merupakan gowes perdana ke Air terjun Pletuk suka duka dan butuh perjuangan yang keras untuk bisa sampai tujuan walaupun capek tapi asik.
Terbayar sudah rasa capek selama perjalanan teman-teman akhirnya sampai finish, menikmati hawa dingin dan indahnya Air terjun Pletuk rasa syukur betapa nikmat Allah yang diberikan kepada Manusia, setelah cukup kami pun pulang menuju titik kumpul rumah om Syamsul sesampainya dirumah beliau langsung disuguhi makanan, terima kasih Om Syamsul :D .
Dibawah ini log mapmyride dan sebagian foto gowes jalur Pletuk
This is a 13.87 km Bike Ride in Pulung-Pletuk Ponorogo Jawa Timur Indonesia. The Bike Ride has a total ascent of 305.05 m and has a maximum elevation of 638.89 m. This route was created by unting on 12/01/2014. Detail map http://www.mapmyride.com/routes/view/344231981