
Minggu, 30 April 2023
Gobar Halal bi Halal Komunitas Sepeda Ponorogo ke 2 2023

Sabtu, 11 Maret 2023
Gowes Air Terjun Plasur Desa Kunti Sampung Ponorogo seperti ini kondisinya sekarang
Komunitassepedaponorogo.or.id - setelah pandemi covid-19 berakhir aktivitas pergowesan goweser Ponorogo mengalami penurunan, walaupun masih ada yang aktif tapi tidak seramai waktu pandemi covid-19 terjadi.
Pada Sabtu (11/03/2023) Goweser Ponorogo barat mulai beraktivitas (gowes) kembali, berawal dari saling komen digrup official KSP Barat ( Komunitas Sepeda Ponorogo Barat), akhirnya disepakati gowes dengan tujuan air terjun Plasur yang berada di Desa Kunti Kecamatan Sampung Ponorogo.
Tiga goweser berangkat dari rumah masing-masing menuju titik kumpul di rumah Pak Unting Desa Kapuran, mereka adalah Upik Dari Kauman Sumoroto, Adri Toyek dari Sumoroto dan Muklis dari Mlembem.
Setelah semuanya sampai di titik kumpul mereka berangkat jam 07:00 menuju tujuan yang berjarak 10 Km. Menurut Muklis ini merupakan gowes chiki-chiki sekedar gowes silaturahmi karena kami lama tidak gowes bareng sembari curhat dan mengenang mantan, ungkapnya.
Selama perjalanan mereka saling bercerita masa-masa dunia pergowesan di Ponorogo masih ramai, tak lupa mampir dulu di rumah Pak Agung Joyo yang kebetulan satu jalur ke tempat tujuan, berharap Pak Agung bisa ikut, kata Muklis, ternyata ngeprank wah... Bouruk.
Setelah sampai di Desa Kunti menurut Upik ada dua jalur bisa dilewati untuk menuju air terjun Plasur ini, jalur pertama lewat selatan melewati hutan yang lebih panjang, kedua lewat jalur utara yang jalurnya lebih landai. Mereka lewat jalur utara untuk mempersingkat waktu
Foto Gowe jalur Air terjun Plasur
Kamis, 09 Desember 2021
Penjaringan atlit ISSI Ponorgo
GEBRAKAN ISSI PONOROGO
dulurrr,
ISSI PONOROGO akan menggelar penjaringan calon atlet berprestasi sejak usia dini. (Usia SD - SMP)
Besok pada, Minggu 19 Desember 2021.
Start (balai desa Kemuning Sambit) - finish (Waduk Bendo)
Monggo daftarkan segera anak-anak tercinta kita.
Semoga lahir atlet-atlet berprestasi dari bumi reog PONOROGO...
info lengkap teknis dan pendaftaran bisa klik tautan berikut
Link Pendaftaran :
https://forms.gle/eryZDgRjMrAvuwT56
Atau wa : 081 359 799 672 ( Fiqi)
Nuwun.
Selasa, 25 Mei 2021
Goweser Ikuti Lomba Mural Stadion Bathoro Katong Ponorogo
Lomba mural yang sejak awal diikuti oleh 43 peserta tersebut, dengan wajib menyerahkan gambar sketsa tangan berwarna di atas kertas A3, namun hanya 20 peserta diantaranya yang lolos sebagai finalis.
Lukisan mural yang bertemakan olah raga dan dengan di kombinasikan budaya reog Ponorogo yang sudah di mulai sejak tanggal 20 Mei 2021 hingga 25 mei 2021 mendatang.
Ada hal yang menarik dari salah satu peserta mural melukis gambar yang bertemakan gowesser yaitu orang yang bersepeda memakai Penadon baju khas Ponorogo dan ada yang memakai Bujagganong.
Salah satu peserta merupakan dari Komunitas Sepeda Ponorogo yaitu saudara Cipto Mimbar dari club JCC Slahung dan Pak Rudi yang semuanya merupakan Guru dari SMK N Slahung.
"Alhamdulilah, Kami mewakili dari gowesser lolos seleksi dan jadi finalis dalam lomba mural di Kabupaten Ponorogo ini,"terang Cipto.
Cipto Mimbar menambahkan dalam mengikuti lomba mural tersebut, tiap peserta diberi spot melukis sepanjang 8 meter dan tinggi 2 meter serta bahan terbuat dari cat dinding dan menggunakan dana sendiri.
"Kami para peserta diberi spot melukis sepanjang 8 meter dan tinggi 2 meter serta bahan terbuat dari cat dinding dan tentunya kita berharap dengan adanya gambar dan lukisan mural ini, Stadion Bathoro Katong menjadi lebih indah dan menarik. Serta dan menjadi sarana olahraga kebanggaan warga Ponorogo,"pungkasnya.
(shanum)
Jumat, 14 Agustus 2020
Gandeng Komunitas Sepeda Dua Pedal Sooko Dan BCC Sooko Kapolsek Sooko Bagikan Masker
Seperti yang dilaksanakan pada Jumat (14/8/2020) pagi, didepan Mapolsek Sooko yang turut serta menggandeng Komunitas Sepeda Dua Pedal Sooko dan BCC Sooko, melaksanakan pembagian masker kepada para pegowes.
“Pembagian masker sebanyak 20 pcs guna mengantisipasi pencegahan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) dalam rangka Jatim Bermasker diwilayah hukum Polsek Sooko,”terang AKP Supardi, SH.
AKP Supardi, SH menambahkan, pembagian masker merupakan wujud aksi solidaritas dan kepedulian yang dilakukan untuk memberikan rasa aman dan membantu masyarakat khususnya para pegowes agar terhindar dari penyebaran virus dan bakteri saat beraktifitas. Selain dari pada itu Polsek Sooko juga memberikan sosialisasi tentang memutus penyebaran Covid-19 dengan rajin cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, pakai masker dan jaga jarak.
“Tentunya para pegowes sangat terbantu dengan di berikannya masker, sehingga diharapkan mampu mewujudkan kesehatan masyarakat dari penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19),”pungkasnya.
(shanum)
Selasa, 28 Juli 2020
Deny A P, Bersepeda di Tengah Pandemi bisa untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan imunitas
Nama panggilan: Deny
Pekerjaan: Wiraswasta
Akun sosial media: -
Alamat: Kauman Ponorogo
Nama klub atau Komunitas: Komunitas Onthel
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda: Sukanya bisa tambah teman baru, meningkatkan kekuatan, keseimbangan, mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Dukanya mengalami trobel presnelingnya atau bannya bocor, dan pada saat pandemi covid-19 ini jarang ketemu teman" serta agenda goes sementara di tiadakan.
Senin, 20 Juli 2020
Ari Susanto, Sehat Dan Banyak Teman
Nama panggilan: Momon
Pekerjaan: Musisi
Akun sosial media: -
Alamat: Balong ponorogo
Nama klub atau Komunitas: GPS
Suka, duka dan pengalaman menarik dengan bersepeda: Tetap semangat
Laporan Kegiatan: Penyerahan Donasi Korban Kecelakaan Sepeda Jalur Sudirman.
Selasa, 30 Juni 2020
Google MTB, Clurutan Track DH Cemoro Sewu
![]() |
| Google MTB |
![]() |
| Dwi Cahyani |
Senin, 29 Juni 2020
Sebuah Opini : Trend Bersepeda Di Masa Pandemi Covid-19, Antara Gaya Hidup, Kesehatan, Keselamatan Dan Etika Bersepeda.
komunitassepedaponorogo.com - Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman semua,
salam warok pancal pedal,
salam gowes.
Akhir- akhir ini bersepeda merupakan aktivitas yang banyak diminati, dimana-mana kita bisa menemui pesepeda mulai dari anak-anak sampai orang dewasa fenomena ini hampir terjadi di seluruh Indonesia. Berbagai macam aktivitas bersepeda mereka lakukan, gowes tipis-tipis antar Desa atau Kota, gowes ke tempat-tempat wisata lokal, gowes adventure ke hutan dan gunung, jalur offroad atau loncat-loncat di track DH (Downhill), gowes malam, bike to work (komuter) bahkan ada yang gowes cinta, gowes mesra GOSERA (saya meminjam istilah yang digunakan Pak Dwi kel kel kel).
Selain untuk olah raga, nampaknya bersepeda telah menjadi gaya hidup, anak-anak muda yang dulu menggunakan motor untuk mencari jati diri, track-trakan dijalan, balap liar dan lain-lain, sebagian telah beralih bersepeda, bisa kita lihat pada malam hari di jalan baru, di alun-alun atau di tempat strategis lainya khususnya dimalam minggu banyak anak muda hangout dengan bersepeda, uniknya lagi ada salah satu club motor membuat club sepeda pula, selain sebagai biker mereka juga goweser, sebut saja CB Warok Mancal (colek Pak Henry Warok) hemmmm.
Secara tidak langsung pesatnya perkembangan dunia persepedahan (sebut: goweser) memberikan nilai positif kepada masyarakat, baik secara ekonomi, sosial budanya dan politik. Sebagai contoh kecil secara ekonomi, banyak sekali, individu (masyarakat) selain sebagai goweser mereka juga sebagai penjual sepeda ataupun part-part dan asesoris, kalau dalam bahasa candaan teman-teman goweser, "Level karir tertinggi seorang goweser memang mbakul wal mblantik pit, tapi tidak semua bakul adalah goweser aktif" saya kutip dari tulisan Om Januaji (Sepeda Besi, Apa Istimewanya?), dan saat ini menurut beberapa sumber, toko sepeda di Ponorogo mengalami peningkatan penjualan 200-300%, luar biasa..., itu sebagai bukti memberikan nilai positif dalam bidang ekonomi dan banyak sekali contoh-contoh lainnya, dari segi sosial, budanya dan politik tidak perlu saya sebutkan disini.
Selain memberikan nilai positif, akhir-akhir ini aktivitas bersepeda menjadi sorotan publik, apapun aktivitasnya, di tempat umum, di jalan dan mungkin juga di jalur hutan, jika ada sesuatu yang kurang pas, pasti akan diposting disosial media. "Keluhan", "kritikan", "masyarakat" kepada pesepeda disosial media sering menjadikan pro kontra, dan secara tidak langsung memberikan citra negatif kepada pesepada.
Seiring semakin berkembangnya pesepeda khususnya di Ponorono tentunya memberikan warna, corak dan karakter terhadap goweser itu sendiri, banyaknya pesepeda baru menurut saya, kurang memahami "etika / adap dan safety riding" dalam bersepeda, hal ini yang sering menjadikan OKNUM pesepeda melanggar etika, adab, dan aturan yang berlaku.
"Keluhan, "kritikan" "masyarakat" bisa dijadikan intropeksi kepada semua pesepeda di Ponorogo, sesama pesepeda bisa saling mengigatkan, ketua-ketua club atau koodinator bisa mengkondisikan, bisa memberikan edukasi anggotanya, untuk pesepeda atau club-club yang lama bisa memberikan contoh baik kepada pesepeda atau club-club baru, kepada masyarakat yang kontra, mohon maaf, sekali lagi mohon maaf, tidak semua pesepeda melangar "etika, adab, dan aturan" yang berlaku, kalau kita berbicara pelanggaran dan ketidaktertiban terntunya selain pesepada, banyak pengendara kendaraan lainya melakukan hal yang sama, mungkin karena euforia bersepeda saat ini yang menjadikan magnet "kekepoan", kalau kita lihat dari perspektif hukum semua sudah diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan.
Sebagai penutup,
Marilah menjadi goweser yang smart, paham protokol bersepeda dalam masa pandemi covid-19, paham safety riding, beretika, beradab, dan mematuhi peraturan yang berlaku.
Marilah kita sudahi saling salah-menyalahkan, saling mencari pembenaran, coba kita renungkan bukan aktivitasnya gowesnya, bukan aktivitas berkendara lainya yang salah tetapi tergantung individunya,
KARENA "Kesadaran dan kedisplinan sesama pengguna jalan lah yang dapat menciptakan jalan yang aman dan nyaman."
dan kedepan semoga ada kebijakan tentang persepedahan atau kampaye-kampaye "tentang ketertiban berlalu lintas",
"Ayo bersepeda !! untuk sehatnya Ponorogo dan kita"
ada kurang lebihnya mohon maaf
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pak Unting
Kamis, 23 April 2020
KSP Menghimbau Goweser Ponorogo Untuk Mematuhi Protokol Keselamatan Bersepeda
- LAMPU PENERANGAN : Ketika sampeyan gowes pada waktu malam hari faktor penerangan menjadi sangat vital. Pasalnya, mata manusia tidak bisa merespons dengan cepat ketika berada dalam kondisi gelap, jarak pandangnya juga terbatas. Iya kalo jalan yg sampeyan lalui pencahayaannya merata hingga cahaya bisa menerangi perjalanan anda. Jika jalanan yg sampeyan lalui minim pencahayaan alangkah sangat berbahaya bagi sampeyan dan pengendara lain yg melintas dijalan yg sama. Ingat, lampu penerangan ada 2 pada tiap sepeda, depan dan belakang.
- PERLENGKAPAN KEAMANAN PESEPEDA : umumnya meliputi helm, sarung tangan sepeda, sepatu, serta pengaman lutut dan siku. Saat memilih helm, kaos atau perlengkapan gowes pada malam hari wajib usahakan yang berwarna terang. Kalau bisa ada yg menggunakan warna glow in the dark atau bercahaya dlm gelap.
- JANGAN MEMENUHI JALAN : baik pada saat gowes maupun setelah gowes, karena akhir2 ini banyak kita jumpai pesepeda yg bergerombol dan memenuhi jalan dg cara berjajar2 sambil ngobrol dan bercanda. Mohon dihindari hal semacam ini karena banyak pengguna jalan selain kita.
- PATUHI RAMBU DAN PERATURAN LALU-LINTAS : sering kita lihat goweser tidak mematuhi rambu lalu lintas apalagi di traffic light sering sekali goweser melanggarnya, walaupun menggunakan sepeda tak ada bedanya dengan pengguna jalan yang lain, gosewer mesti mematuhi rambu dan perturan lalu lintas. Jika kita sendiri tidak tertib, bagaimana kita bisa menuntut pengguna jalan lain untuk berperilaku tertib ?
Naskah : Admin Komunitas Sepeda Ponorogo













































